Berjumpa Si Biola Maut

Posted: Oktober 24, 2012 in Sosok

Idris Sari menjadi konduktor konser Musik Saya Adalah Saya di Balai Sidang Senayan Jakarta tahun 1979

Ini catatan saya empat tahun yang silam .Kamis 6 November 2008 Jam 13.00 WIB saya janjian ketemuan dengan sang Maestro Idris Sardi .
Mulanya saya menghubungi puteri tertuanya Santi Sardi.Lalu Santi mengatur pertemuan dengan Idris Sardi yang lebih suka dipanggil Mas Idris Sardi.Jadwal dan tempat pertemuan lalu diarancang oleh Santi Sardi.
Mas Idris Sardi seperti biasa tepat waktu.Dia ditemani puterinya Shanty Sardi,penyanyi dan aktris cilik era 70-an.

Pertemuan saya dengan Idris Sardi dalam rangka penulisan 2 buku yang tengah saya garap yaitu “Musikku Musik Kita di Pegangsaan” dan “Ensiklopop Indonesia 1950-2000”.

Mas Idris Sardi siang tadi dengan mengenakan “seragam” kebesarannya : sarung,juga membawa setumpuk foto-foto “jadoel diantaranya foto saat bersama Orkes Simphony-nya tampil di TVRI pada tahun 1976 mengiringi kelompok vokal Saka Suara yang terdiri atas Chrisye,Keenan Nasution,Berlian Hutauruk,Rugun Hutauruk dan Bornok Hutauruk.

Lantas mas Idris Sardi yang tampangnya gak pernah berubah .Gitu-gitu aja.Awet tua atau awet muda,memperlihatkan foto-foto lainnya yaitu saat di studio bersama pemusik Orkestra Jepang dan Orkestra Australia tengah menggarap music score film-film layar lebar Indonesia.

“Saya sejak tahun 1969……luar biasa sibuk.Mondar mandir antara main musik rekaman,musik untuk film dan orkes simfoni.Pipi saya jadi kempot he he…..Di Pesawat pun saya gunakan untuk bikin partitur…..Anda bayangkan” katanya penuh semangat.


Idris Sardi The Maestro dan Yudianto peniup oboe (foto koleksi Yockie)

Idris Sardi daya ingat masih tajam.Dia lalu bercerita bahwa di tahun 70-an selain dikenal sebagai Idris Sardi,dia juga lebih dikenal sebagai Idris Simfoni.

Mas Idris Sardi juga bercerita tentang bagaimana dia berupaya agar Orkes Simfoni itu bisa memasyarkat.”Anda ingat gak ?…..di tahun 70-an ada acara musik klasik yang ditampilkan di TVRI menampilkan Orkes Simfoni NHK Jepang yang memainkan repertoar klasik seperti Mozart,Schubert,Beethoven dan lain lain.Acara ini disponsori oleh Astra International.Tapi tau gak……begitu acara ini ditayangkan…..kebanyakan penonton langsung mematikan TV.Mereka gak ngerti.Musik klasik mereka rasa berat.Jadi momok.Dan ini perlu waktu untuk ke arah itu” cerita Idris Sardi.

“Lalu saat itu saya ditantang oleh Drs Sumadi sebagai Dirjen RTF untuk tiap bulan menampilkan orkestra di TVRI.Saya pun mengajukan konsep ……Tau gak apa konsepnya.Saya ingin mengedukasi penonton…..tidak serta merta langsung musik klasik yang kelotokan.Caranya ? saya membongkar lagu-lagu daerah,lagu-lagu perjuangan,keroncong hingga lagu-lagu Barat yang lagi ngetop kayak Feeling-nya Morris Albert.Itu saya sajikan dengan orkestra.Sudah barang tentu dengan arransemen yang disesuaikan.Responnya ternyata baik.Ketika saya memainkan Walang Kekek dan Es Lilin,penonton terbawa dan terhanyut,karena mereka kenal dengan lagu-lagu ini” tukas Idris Sardi.

Jadi,kata Idris,konsep saya adalah menghidangkan makanan gado-gado dengan menggunakan piring,garpu,sendok dan serbet,tidak beralaskan daun pisang.Itu tamsil kata Idris Sardi.Namun Idris toh banyak menuai kritik dari kritikus musik.”Saya ingat bener Franki Raden hingga Suka Hardjana mengecam saya.Bahwa orkes simfoni ya…..musik klasik.Dan menurut saya anggapan itu keliru besar” ujar Idris Sardi.Karena akhirnya memang terbukti bahwa musik pop bahkan rock pun juga tetap afdol berbalut orkestra.

Idris Sardi (di depan).Di belakangnya (dari kiri) Oding Nasution (gitar),Yockie Soerjoprayogo (keyboards),Roni Harahap (piano) dan Suryati Supilin (biola)

Dan saat itu Idris Sardi pun dekat dengan anak muda.”Saya sempat membagi ilmu dengan 10 pemusik muda yaitu tentang teori Harmoni Musik.Belajarnya di beranda rumah Keenan Nasution di Pegangsaan.Mereka adalah Addie MS,Raidy Noor,Marusya Nainggolan,Candra Darusman,Ikang Fawzy,Yockie,Riza Arshad ……..” tukas Idris Sardi.

Yockie pun ikut melibatkan Idri Sardi dan Orkes Simfoninya dalam acara “Musik Saya Adalah Saya” di Balai Sidang Senayan Jakarta pada tahun 1979.

Di paruh 80-an Idris Sardi dan orkestranya bahkan tampil bersama sederet grup rock seperti SAS hingga Giant Steps termasuk Sylvia Saartje.Jauh sebelum Erwin Gutawa menampilkan “Rockestra” di tahun 2000 di Jakarta Convention Center.
Idris Sardi dan Orkestra tengah latihan di Kuningan Jakarta untuk persiapan konser Yockie “Musik Saya Adalah Saya” tahun 1979.

Pertemuan siang itu memang terputus.Karena Jam 15.00 WIB mas Idris Sardi punya appointmen dengan Jaya Suprana.”Maaf Den,aku harus bertemu Jaya Suprana setengah jam lagi.Aku rencananya mau bikin konser dengan mas Jaya.Nati kita ketemu lagi ya.Maaf lho….” ucap Idris Sardi sembari menyingkap sarung bermotif kotak-kotak kecil yang dikenakannya.

“Oke mas .Kita atur lagi pertemuan berikutnya” ujar saya sembari menyalami tangan si biola maut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s