Chicago Menelusuri Hari Hari Usang

Posted: November 12, 2012 in Konser

Jason Scheff (vokalis/bass) dan James Pankow (trombone/pendiri Chicago) (Foto Dian Triyuli Handoko/Tempo)

Gitaris Keith Howland dan bassist/vokalis Jason Scheff (Foto Dian Triyuli Handoko/Tempo)
Lee Loghnane seusai menyanyikan lagu Coloure My World yang di era 70an dinyanyikan almarhum Terry Kath (Foto Dian Triyuli Handoko/Tempo)

Chicago adalah band tua yang masih tetap bertahan.Di usia ke 45 band yang awalnya bernama Chicago Transit Authority ini masih melakukan tur dunia yang panjang termasuk mampir di Jakarta sabtu 27 Oktober untuk yang kedua kalinya setelah yang pertama di tahun 1993.Meskipun telah berpuluh kali gonta ganti formasi, Chicago tetap mempertahankan jatidirinya sebagai “rock and roll band with the horns”,seperti yang diungkapkan James Pankow saat berbincang dengannya di Peacock Sultan Hotel.”Ketika the Beatles memasukkan instrument tiup dalam lagu “Got To Get You Into My Life” di tahun 1966,kami pun terinspirasi untuk membuat band dengan mengetengahkan  unsur horn” urai James Pankow (75 tahun).

Chicago di Plenary Hall Jakarta Convention Center (Foto: Dian Triyuli Handoko/Tempo)

Tanpa horn sections rasanya Chicago sudah kehilangan jatidiri.Meskipun Peter Cetera telah mundur sejak tahun 1985 dan Bill Champlin mundur tahun 2009, Chicago tetap berkibar.Pendiri awal Chicago di tahun 1967 seperti Robert Lamm (keyboard,vokal),James Pankow (trombone) dan Lee Lougnane (trumpet) masih setia mendukung Chicago kecuali Walter Parazaider (saxophone,flute) yang sejak 5 tahun lalu mundur karena sakit.

Penampilan Chicago di Plenary Hall seperti perjalanan metamorfosa Chicago dari album debut “Chicago Transit Authority” (1969) hingga sekarang ini.Di latar panggung terpampang logo Chicago yang mirip logo Coca Cola dan dirancang Nick Fasciano 43 tahun silam.

Dihadapan 2500 penonton,Chicago membuka pertunjukan dengan komposisi karya James Pankow dari album Chicago 2 (1970) bertajuk “Ballet For A Girl In Buchanon” yang merangkum 7 bagian komposisi berdurasi 13 menit,diawali dengan “Make Me Smile” yang menjejalkan jazz rock,lalu serangkaian instrumental yang menggabungkan nuansa rock,jazz dan klasikal : So Much To Say,So Much To Give,Anxiety’s Moment dan West Virginia Fantasies dan ditutup lewat ballad Colour My World yang dinyanyikan Lee Loughnane.Dulu bagian ini dinyanyikan gitaris Terry Kath yang meninggal dunia di tahun 1978 karena mencoba bermain Russian Roulette.

Dibagian awal ini penonton membisu, karena mungkin tak mengenal komposisi Chicago di era 70an yang saat itu masih mengais tema seputar sosial hingga politik.lagu lagu bertendensi politik seperti “Saturday In The Park” hingga “Dialogue Part 1 and 2” juga bergaung di Jakarta.Lirik “Dialogue Part 1 dan 2” ini mengangkat tentang debat politik antara seorang aktivis politik dan seorang mahasiswa.Dulu lagu yang ada dalam album Chicago V (1972) menampilkan Terry Kath sebagai aktivis politik dan Peter Cetera sebagai mahasiswa.Kini Lou Pardini berperan sebagai aktivis politik dan Jason Scheff sebagai mahasiswa.

Tatkala “If You Leave Me Know” dari album Chicago X (1976) barulah penonton merespon dengan bernyanyi serempak.Sebetulnya para penonton Chicago rata rata mengharapkan Chicago hadir dengan sederet lagu baladanya yang menjadi hits terutama di era 80an seperti “You’re The Inspiration”,”Hard Habit To Break” hingga “Hard To Say I’m Sorry”.Era ini adalah bangkitnya Chicago dari keterpurukan karena sejak merilis album Chicago XI (1977),Chicago mengalami paceklik hits.Penyebabnya adalah pergeseran tren musik dengan merebaknya demam punk rock dan disko pada kurun waktu 1977-1979 .Chicago bahkan terbawa arus membuat lagu disko “Street Player” di tahun 1979.Lagu “Street Player” belakangan malah dijadikan sampling oleh Pitbull dalam lagu “I Know You Want Me” (2009) dan malam itu diluar dugaan lagu ini dibawakan Chicago.

Kebangkitan Chicago pun dimulai saat David Foster muncul sebagai produser album.Foster banyak melakukan renovasi terhadap struktur musik Chicago,mulai dari meminimalisasikan bunyi-bunyian instrument tiup yang dianggap kadaluwarsa,memasukkan banyak unsur synthesizers serta membawa banyak pemusik tambahan untuk mendukung rekaman Chicago.Orientasi lagu Chicago tidak lagi kea rah isu politik tapi ke tema cinta dengan tempo balada.

Renovasi musik yang dilakukan David Foster berbuah hasil : lagu lagu Chicago mulai masuk lagi dalam chart lagu terlaris.Album “Chicago 17” menjadi album yang paling sukses secara komersial dalam sejarah Chicago.

Kemampuan David Foster  membaca selera publik terbukti.Setidak para penonton yang rata rata berusia separuh baya malam itu lebih antusias menerima lagu-lagu Chicago era david Foster.Walaupun demikian,penonton tergerak juga untuk bergoyang menyimak lagu instrumental Mongonucleosis karya James Pankow yang bernuansa Latin Rock dari album Chicago VII (1974).

Meskipun Robert Lamm mengatakan kepada penonton akan membawakan lagu-lagu dari tiap album yang dirilis,toh hal itu tak mungkin dilakukan dengan durasi sekitar 190 menit.Namun Chicago tetap memiliki stamina menelusuri hari hari usang mereka di pentas pertunjukan.Dengan distorsi gitar yang dimainkan Keith Howland dan hentakan drum Tris Imboden,Chicago menumpahkan aura rock lewat “Old Days” :

Old days,good times I remember

Fun days,filled with simple pleasures

Denny Sakrie,pengamat musik.

(Tulisan ini dimuat di majalah Tempo edisi 4 November 2012)

Merupakan konser kedua Chicago di Jakarta sejak yang pertama tahun 1993 (Foto:Dian Triyuli Handoko/Tempo)

Komentar
  1. Abian mengatakan:

    Mas, saya Abian dari jurnalistik Fakultas ilmu komunikasi Unpad.
    Bisa minta kontaknya ga?
    Untuk keperluan wawancara.
    Terim kasih.
    Maaf merepotkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s