Mengenang Musik dan Bodor Yan Asmi

Posted: Januari 17, 2013 in Obituari

Saya terkesiap membaca sms yang masuk tadi pagi dari seorang kerabat yang mewartakan bahwa Kang Yan Asmi telah menghadap sang Illahi.
Dalam pesan singkat dikabarkan Yan Asmi yang bernama lengkap Uyan Suryana bin Dodo Sukardi telah menghembuskan nafas terakhir senin dini hari 29 Maret 2010 di RS Umum Daerah Syamsudin Sukabumi .Sebelum berpulang, Yas Asmi sempat dilarikan kerumah sakit,pada minggu 28 maret 2010 karena penyakit liver yang diderita.

Dia sempat tidak sadarkan diri ketika dibawa untuk memdapakan penanganan medis. Selain menderita liver, dia juga menderita vertigo. Yan Asmi saat itu harus dirawat selama sebulan.
Sya jelas kaget.Padahal beberapa waktu lalu saya masih melihat Kan Yan tampil mengocok perut lewat lawak dan lagu di acara Zona Memori Metro TV.Bahkan selama ini sebetulnya sosok almarhum masih sering terlihat berkelebat di layar kaca TVRI Jawa Barat Stasiun Bandung memandu acara “Pasosore Edas ” bersama Aci Padmo.
Tapi yang tetap teringat di benak kita saat mendengar nama Yan Asmi adalah sosok berkulit coklat gelap dengan rambut panjang dikuncir,memetik gitar dan mulai meniru-niru suara suara penyanyi yang tengah ngetop saat itu di era 80-an seperti Ebiet G Ade (terutama),Jamal Mirdad,Tommy J Pisa atau Ade Putera.Secara kebetulan nama-nama yang saya sebut itu adalah penyanyi penyanyi yang mencoba meraih peruntungan dengan mendompleng gaya bernyanyi atau cengkok yang dipopulerkan Ebiet G.Ade.Dan sebelum semua orang senantiasa mengikuti gaya bertutur dan bernyanyi sarat cengkok ala Rhoma Irama,rasanya Yan Asmi lah yang duluan memulainya.
Menariknya Yan menguasai beberapa alat musik terutama gitar dan Yan juga terampil menulis lagu sendiri.Ini yang menjadi titik istimewa Yan Asmi.
Silat kata yang diperlihatkan Yan Asmi bersama dua rekannya dalam D’Bodors : Abah Us Us dan Mang Engkus a.k.a Kusye sangat terampil.Tentunya dengan aksen Sunda yang menurut saya sangat mudah memecah tawa penikmatnya.
Jelas D’Bodor adalah kelompok yang mengangkat sosok Yan Asmi di dunia hiburan.Di era 80-an saat TVRI masih memonopoli dunia pertelevisian negeri ini,D’Bodors nyaris mendapat porsi menguntungjkan tampil dalam berbagai acara hiburan yang dikemas TVRI semisal Aneka Ria Safari,Aneka Ria TVRI,Selekta Pop maupun Kamera Ria.
Dilahirkan dengan nama Uyan di Sukabumi.Seterusnya dia menggunakan nickname Yan Asmi.Asmi itu merujuk atas akronim Asli Sukabumi.
Lawakan atau bodoran yang ditampilkan D’Bodor memang unik teruatama karena menjumput atmosfer Pasundan dengan aksenya yang khas .Us Us yang di era 60-an kerap dijuluki Jerry Lewis Indonesia dengan cerdas memadukan antara lawakan dan musik humor .
Materi humor ala D’Bodor inilah yang kemudian memikat perhatian pengusaha rekaman .D’Bodor lalu digiring ke bilik rekaman.Lalu muncullah beberapa album musik dan lawak D’Bodor yang memunculkan serial gadis mulai dari “Gadis 4 Sehat 5 Sempurna” hingga “Gadis Manis Bau Jengkol” yang sempat tenar dimana-mana.Juga album bertajuk “Gadis dan Kumis”.Selain mengandalkan lagu “Gadis & Kumis” dengan humor bodor bernuansa Sunda,di album ini juga termaktub lagu bertajuk “Rock & Pong” yang merupakan perpaduan antara rock n’roll dan jaipong.Eksperimentasi ini walau sebatas menyerap unsur humor,tapi menurut saya merupakan bukti keseriusan Yan Asmi sebagai komposer sekaligus penata musiknya.
Dalam album “Gadis 4 Sehat 5 Sempurna” D’Bodors malah diiringi band rock Bandung Staccatto,yang dulu kerap mengiringi penampilan rocker kontroversial almarhum Deddy Stanzah
Di tahun 1992 D’Bodor sempat membuat album kolaborasi dengan Desy Ratnsari bertajuk “Sari” (Terminal Record) yang merupakan album soundtrack dari sinetron komedi “Jual Tampang”.
Tak sampai disitu,ternyata Yan Asmi mulai menyusup ke industri rekaman.Terbukti dengan dirilisnya beberapa album .Racikan musik yang ditampilkan didalam albumnya penuh warna. Ada yang ngepop, country serta dangdu yang berlumur aksen etnikal Sunda .

Aktifitasnya lumayan padat terutama sebagai pembawa acara, baik di stasiun televisi, seminar-seminar maupun di berbagai acara hiburan, belakangan ini Yan Asmi sedang sibuk sebagai pembawa acara pada panggung-panggung kampanye pilkada dan pemilu, tak heran apabila pergaulannya dikenal cukup luas dengan orang-orang dari berbagai kalangan.

Sejak dasawarsa 80-an Yan Asmi ternyata telah merintis semacam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang penyelamatan lingkungan dan alam dengan nama “Yayasan Kemasyarakatan Pepeling”.
Disat sebagian artis rekaman menikmati ranumnya rezeki dari ringbacktone (RBT),tanpa banyak yang mengetahui sebetulnya almarhum Yan Asmi pun telah melakukannya lewat lagu-lagu yang ditulis sekaligus disenandungkannya itu.Lagu lagu Yan Asmi yang dijadikan RBT antara lain seperti :”Super Sabar”,”Stir Star Stor”,”Gugal Gegel”,”Kokom”,”Ampun”,”To

gmol”,”Hayang Apel”,”Ojek Sedan” dan masih banyak lagi.Yan Asmi pun merilis berbagai VCD.Semuanya bernuansa Sunda.
Selamat Jalan kang Yan Asmi.Karya karyamu tetap membekas di benak dan hati.Image
Komentar
  1. agus mengatakan:

    saya adalah penggemar berat d’bodor tapi susah sekali mendapat video lawak d’bodor di internet

  2. Faiz mengatakan:

    lagu pepeling almarhum, tentang alam namun menusuk bagaikan lagu cinta…semoga diberikan ketenangan di alam sana….amin ya robal alamin.

  3. asep rohman mengatakan:

    inalilahiwainailaihi rojiun asal tialloh mugi mulih kaalloh nu kagunganana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s