Berpulangnya Para Penyanyi Pemuja Elvis Presley

Posted: Januari 23, 2013 in Obituari
Achmad Rafiq

Achmad Rafiq

Ini mungkin hanya sebuah kebetulan belaka.Sabtu 19 Januari 2013 saya mendapat dua kabar duka cita dari BBM dan WhatsApp saya.Pertama adalah berpulangnya penyanyi Johnny Killian,seorang pelopor impersonator Elvis Presley di Indonesia pada jam 14.45 WIB di Rumah Sakit Jakarta.Kedua,sekitar jam 16.00 WIB telah berpulang juga penyanyi dangdut A.Rafiq yang diawal karirnya pada akhir era 50an pernah pula menekuni karir musik sebagai impersonator Elvis Presley.

Elvis Presley adalah fenomena menarik dalam industri musik sejak berkembangnya musik rock n roll di era 50an.Rock n roll adalah sebuah kemempelaian antara blues dan country yang menawarkan kredo kebebasan yang meledak-ledak.Sebuah stigma yang pada akhirnya merupakan mazhab gaya hidup anak muda dari era ke era.

Pengaruh Elvis Presley memang sangatlah dahsyat karena berhasil membius anak muda diseantero jagad untuk menjadkikan rock n roll sebagai medium sarat pesan.Walaupun Elvis Presley bukanlah tokoh yang mempelopori lahirnya rock n’roll, tapi Elvis adalah ikon yang menghidupkan semangat rock n’roll itu sendiri.Bayangkan seorang remaja Inggris pun takjub dengan kemilau Elvis Presley yang “mencuri” kredo musik orang orang Afrika yang berimigrasi ke Amerika menjadi budak.Anak muda kelahiran tahun 1940 itu lalu mengepalkan obsesi ingin memainkan pula rock n roll.Obsesi remaja Inggeris asal Liverpool itu berbuah bukti saat dia,yang kemudian dikenal sebagai John Lennon, bersama band bentukannya The Beatles menginvasi Amerika Serikat pada tahun 1963.Ini semua karena daya pesona seorang Elvis Presley.

Di Indonesia sendiri Elvis pun menjadi panutan anak muda.Mulai dari sederet lagu-lagunya hingga fashion yang ditularkan Elvis melalui tata rambut hingga tata busana.Imprealisme rock n’roll ini toh pada akhirnya dibendung oleh Presiden Soekarno dengan melarang tingkah polah mazhab rock n’roll yang dianggap dekaden dengan istilah musik ngak ngik ngok.Film film rock n roll mulai dari Rock Around The Clock-nya Bill Halley and His Comets hingga film-film romantik Elvis Presley dilarang diputar di Indonesia.Saat itu Soekarno memang memancangkan sikap anti Barat lewat Manipol Usdek.Dengan lantang Soekarno menyerukan : Inggris kita linggis.Amerika kita setrika !. Bersama dengan beberapa seniman musik Indonesia,Soekarno menggali musik pop yang sesuai budaya bangsa.Akhirnya muncul tarian pergaulan Irama Lenso yang digali dari khazanah budaya Maluku di timur Indonesia.

Namun toh ada juga pemusik kita yang cerdas.Ketika Soekarno melarang musik Barat dalam hal ini rock n’roll, tiba-tiba mencuat lagu Bengawan Solo karya Gesang yang dibawakan penyanyi Oslan Husain dengan gaya rock n’roll ala Elvis Presley.Lagu Bengawan Solo ala Elvis Presley yang dikumandangkan Oslan Husain ini lolos dari pembredeilan.

Dengan larangan anti ngak ngik ngok itu,tak hanya Oslan Husain yang merancang strategi.Tapi banyak pemusik Indonesia terpicu kreativitasnya dengan larangan memainkan musik Barat ini.Kelompok musik Gumarang dengan pengaruh musik Latin Xavier Cugat menyanyikan lagu-lagu berbahasa Minang seperti Ayam Den Lapeh.Ini sebuah ironi,karena musik Latin toh bukan budaya Indonesia.Ironi ini juga terlihat ketika film film Hollywood dilarang untuk diputar dibioskop bioskop Indonesia, tapi sejak tahun 1952 impor film India justeru diperbolehkan.Namun larangan larangan memainkan musik Barat ini justeru membuat pemusik kita memutar otak agar bisa memainkan musik tanpa ada larangan sama sekali.Benyamin Sueb misalnya mulai memainkan musik blues dan funk yang dikawinkan dengan Gambang Kromong misalnya.

Penyanyi A.Rafiq yang berasal dari Semarang dan kemudian mengejar karir musik di Surabaya,mulai menanggalkan kebiasannya menyanyikan lagu-lagu Elvis Presley.A.Rafiq yang pada tahun 1969 bergabung dengan Orkes Melayu Sinar Kemala pimpinan A.Kadir mulai menyanyikan lagu-lagu yang berasal dari khazanah soundtrack film-film India yang tumbuh subur di negeri ini disamping lagu-lagu dari khazanah Timur Tengah.Uniknya A.Kadir bereksperimen dengan menggabungkan begitu banyak kecenderungan budaya dalam penampilan musik OM Sinar Kemala antara lain memadukan Irama Melayu dengan musik India dan Timur Tengah tapi para penyanyi dan pemusiknya menggunakan busana ala Barat.A.Rafiq salah satu penyanyi yang pernah berada dibawah naungan dan bimbingan A.Kadir menerapkan pola serupa saat merintis solo karir di Jakarta pada awal era 70an.A.Rafiq membuat musik dengan pengaruh musik India yang kuat tapi tampil dengan busana atau fashion yang mengambil inspirasi dari Elvis Presley terutama gaya busana Elvis Presley di era Las Vegas pada dasawarsa 70an dengan mengenakan kerah kemeja yang tegak berdiri.Sekujur kemeja hingga celana berlumurkan payet payet yang mengkilap serta celana cutbray serta rambut jambul dan cambang.Menariknya saat mengenakan busana ala Elvis Presley tersebut A.Rafiq justeru menemukan jatidiri penampilannya sebagai penyanyi dangdut tersohor.Saat itu celana cutbray ala Elvis Presley itu malah disebut orang sebagai celana Rafiq.

Memasuki orde baru,musik Barat tidak lagi dianggap sebagai budaya yang diharamkan.band band rock mulai bermunculan.Dan pesona Elvis Presley pun tak pernah luntur.Mulailah muncul para impersonator Elvis Presley di Indonesia seperti JW Errol,Mukti Wibowo,Johhny Killian,Gatot Soenyoto,Is Haryanto,John Phillips dan banyak lagi.Fenomena ini memang menjadi global,karena hampir semua Negara di seantero jagad memiliki para impersonator Elvis Presley.

Di Amerika Serikat sendiri impersonator Elvis mulai muncul di pertengahan era 50an,sesaat setelah Elvis memulai debut karirnya di zona musik.Tahun 1956 Jim Smith seorang remaja berusia 16 tahun memulai debut sebagai peniru Elvis .Smith tercatat sebagai impersonator Elvis pertama di dunia.Jumlah impersonator Elvis Presley kian membengkak setelah berpulangnya Elvis Presley pada 16 Agustus 1977.

Banyak impersonator Elvis Presley,yang menggunakan atribut Elvis ini hanyalah sebuah batu loncatan ke dunia hiburan.Salah satunya adalah aktor komedi Andy Kaufman yang memulai karir dunia hiburan sebagai peniru Elvis, namun setelah karirnya di dunia hiburan terbuka lebar,Kaufman lalu menanggalkan dan meninggalkan semua atribut Elvis Presley yang pernah dikenakannya.

Ketika mulai meraih popularitas luar biasa lewat lagu Pandangan Pertama dan Pengalaman Pertama, A.Rafiq memang telah lama tak menyanyikan Hound Dog atau Jailhouse Rock-nya Elvis Presley namun pengaruh busana Elvis Presley era Las Vegas masih dikenakannya di panggung pertunjukan maupun saat berakting dalam film layar lebar.

Pada akhirnya kita layak mahfum bahwa dalam dunia hiburan selalu ada peniruan peniruan dan premis orisinalitas sudah tak berlaku lagi.Elvis Presley yang ditiru jutaan orang itu pun meniru pemusik lain juga.Jadi buat apa ngotot soal orisinalitas ?

Johnny Killian

Johnny Killian

Iklan
Komentar
  1. andriansah berkata:


    bengawan solo versi oslan husein

    Terima kasih mas denny, saya jadi tambah pengetahuan tentang musik indonesia.

  2. The Beatles bukan terinstinpirasi oleh Elvis, melainkan dengan The Tielman Brothers, perintis band rock n roll asal Indonesia (timor timur) yg tinggal di Belanda. Sekawanan gembel asal Inggris ini terinspirasi karena menyaksikan penampilan The Tielman Brothers

  3. dennysakrie63 berkata:

    Oke terimakasih sudah melontarkan komentar di blog saya.Sayang anda melontarkan info info yang sama sekali akurat,hoax dan menyesatkan.Dari mana anda dapat info semacam itu ? Dari data aja anda salah Tielman Brothers bukan dari Timor Timur.Mohon penjelasan jika anda punya data yang sahih.Ketika Andy Tieleman datang ke Jakarta dalam rangka konser di acara Jakarta Rock Parade dia sama sekali membantah perihal the Beatles terpengaruh Tieleman Brothers.Bahkan dari pengakuan alamrhum Andy mengatakan bahwa sebetulnya yang datang melihat Tieleman Brothers itu hanya George Harrrison.Jadi tolong anda jangan menyebarkan info sesat berdasrkan copy paste dari info2 yg anda baca di internet ataupun youtube.
    Saya tantang anda untuk memperlihatkan bukti otentik opini anda yang ngawur itu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s