Pesta Rakyat Robert Plant

Posted: Maret 25, 2013 in Liputan, Tinjau Acara
Tiket Timbre Rock and Roots 2013 (Foto Denny Sakrie)

Tiket Timbre Rock and Roots 2013 (Foto Denny Sakrie)

But the act that the 5,000-strong crowd was waiting for came up next – the 63-year-old lead singer of one of the most legendary bands on the planet, Robert Plant.

With his newest group in tow, The Sensational Space Shifters, a motley crew of collaborators from bands like Strange Sensation, Portishead and Jah Wobble, the old ‘witchdoctor’ is finally in Singapore to take us on a “questionably good time”.

                          Hey fellas have you heard the news ?

 

Robert Plant (65 tahun) menyapa sekitar 5000 penonton yang menjejali arena festival music Timbre Rock and Roots di Fort Canning Green Park  Singapore 21 maret 2013 lewat lagu Heartbreaker dari album Led Zeppelin II yang dirilis tahun 1969.Plant yang mengenakan kaos oblong abu abu masih memancarkan kharisma seorang god-rock.Rambutnya yang panjang keemasan menjuntai bagai surai singa yang gagah perkasa. Penampilan Robert Plant bersama bandnya bernama Sensational Space Shifter  dilatari backdrop bergambar wajah Robert Plant di sekitar tahun 1971 seperti mengingatkan kita di saat Led Zeppelin tengah merampas perhatian dunia pada era 70an.Kehadiran penonton malam itu memang ingin melepaskan kerinduan yang memuncak terhadap Led Zeppelin.Bagi Planty,sang singa tua, Singapore adalah negara yang tak mungkin dilupakan begitu saja.Negara yang dikenal dengan kesterilannnya ini pada paruh dasawarsa 70an pernah menolak kehadiran Led Zeppelin konser sebanyak dua kali karena alasan mereka memelihara rambut panjang.

Robert Plant saat akan tampil sebagai headliner di Timbre Rock and Roots 2013 ini bahkan masih diminta menyerahkan medical record  untuk mengetahui apakah Planty masih menggunakan narkoba.”Padahal saya hampir 35 tahun tak pernah menyentuh drugs lagi” ungkap Robert Plant di harian Straits Time Singapore. 

Festival tahunan Rock and Roots yang telah digelar empat kali ini diselenggarakan oleh Timbre Group Pte Ltd bersama Bluesfest Pty Ltd dan berlangsung selama dua hari 21 dan 22 Maret 2013.Selain Robert Plant,juga tampil Paulk Simon,Bonnie Raitt,Jimmy Cliff, Tedeschi Trucks Band, Rufus Wainwright dan Kara Grainger.

Penantian terhadap konser Led Zeppelin di Singapore setidaknya pupus dengan pemunculan Robert Plant yang malam itu banyak  menghadirkan repertoar Led Zeppelin meski dengan dimensi yang berbeda.8 dari 12 lagu yang dinyanyikan Robert Plant adalah dari katalog Led Zeppelin .Dari album Led Zeppelin II (1969)  ada Heartbreaker,Ramble On dan Whole Lotta Love . Dari album Led Zeppelin III (1970) ada “Friends” dan “Bron-Y-Aur Stomp” serta 3 lagu dari album Led Zeppelin IV (1971) yaitu Black Dog,Going To California dan Rock N’Roll.

Blues yang menjadi akar utama dari musik Led Zeppelin tak pernah terlewat sedikit pun oleh Robert Plant yang malam itu membawakan lagu “Spoonful” milik maestro blues Howlin Wolf .Plant juga  tak pernah melupakan Bukka White,pemusik blues yang digandrunginya saat remaja dulu dengan menulis lagu “Funny In My Mind” (I Believe I’m Fixin To Die) berdasarkan karya klasik Bukka White.Lagu yang direkam Plant pada album “Dreamland” (2002) dibawakan pula oleh Robert Plant malam itu dengan dilumuri atmosfer folk,psychedelic  dan world music, tiga genre musik yang dijadikan alas penataan musik Robert Plant bersama Sensational Space Shifter. 

Robert Plant yang banyak melakukan eksplorasi musik ke berbagai belahan dunia ini,juga menghadirkan dua komposisi Tin Pan Valley dan The Enchanter yang ditulisnya bersama Justin Adams,Skin Tyson dan John Baggot   dari album solonya “Mighty Rearranger” (2005)

Eksplorasi musik yang eklektik ini sebetulnya merupakan tradisi yang telah dilakukan Led Zeppelin pada era kejayaan mereka di tahun 1970an.Misalnya pola musik Timur Tengah yang terdengar pada komposisi lagu Kashmir pada album Physical Grafitti (1975) .

Robert Plant sendiri banyak terkesima dengan ragam musik yang berasal dari Timur.Umm Khultum,penyanyi wanita legendaries Mesir adalah inspirasi terbesar Robert Plant.Di tahun 1994 bersama gitaris  Jimmy Page, Robert Plant merilis album “Unledded” bersama sederet pemusik asal Marokko diantaranya poenyanyi wanita Najma Akhtar.     

Sosok Robert Plant bagai pengembara yang tak henti hentinya berkelana menyambangi pelbagai zona musik  Di tahun 2007 Robert Plant berkolaborasi dengan pemusik bluegrass Alisson Kraus pada album “Raising Sand”yang dianugerahi “Album Of The Year” pada Grammy Award ke 51 tahun 2008.

Semangat berkolaborasi dalam music  memang kerap ditunjukkan Robert Plant  dalam rekaman maupun pertunjukan.Ini pun terlihat jelas pada  saat Robert Plant tampil bersama kelompok Sensational Space Shifters kamis malam pekan lalu di Singapore. Konstruksi lagu-lagu Led Zeppelin bias berubah ke dalam berbagai dimensi dan nuansa yang tak pernah kita duga,semisal lagu Black Dog yang kental nuansa blues hingga Rock N’Roll yang menjadi encore justeru dimainkan dengan gaya rockabilly yang riuh.

Kelompok Space Sensational Shifter yang mengiringi Robert Plant terasa guyub dengan sosok Robert Plant yang tampaknya mengupayakan konsernya seperti sebuah pesta rakyat tanpa sekat antara penampil dan penonton.Pemusik Juldeh Camara mencuri perhatian dengan instrument Afrika Barat bernama Kologo yang mirip banjo. Juldeh Camara juga menggesek ritti sejenis biola Afrika dengan satu dawai.   Ragam instrument akustik ini bersenyawa dengan ambience elektronik yang keluar dari perangkat keyboard John Baggot, yang selama ini dikenal dalam beberapa proyek elektronik kelompok Massive Attack dan Portishead.

Robert Plant berhasil menghasilkan persenyawaan yang unik mulai dari lintas genre,lintas etnik hingga lintas era. Setidaknya dari musik,perbedaan mampu berbaur menjadi sebuah harmoni. Kisah kebrutalan para anggota  Led Zeppelin yang suka membuang televisi dari jendela hotel pada era lampau nyaris terlupakan saat melihat sajian musik Robert Plant yang membumi.

 

 

Bahkan lagu Rock N Roll yang dipopulerkan Led Zeppelin pada tahun 1972 dengan nuansa rock tegangan tinggi  itu kini seolah dikembalikan ke fitrahnya oleh Robert Plant sebagai lagu rock n roll dengan progresi 12 Bar Blues .

 

Let me get it back, baby, where I come from.
It’s been a long time, been a long time,

Denny Sakrie,Pengamat Musik

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s