Ayusitha Memaknai Embun Pagi

Posted: Maret 31, 2013 in Uncategorized

ayusithaEmbun adalah uap air yang lazimnya munculnya di saat dini hari atau pagi hari.Embun muncul mendahului sinar mentari, dibalik dedaunan yang hijau maupun di sela sela kaca jendela.Embun adalah awal langkah hari yang menyejukkan tapi membersitkan semangat.Menyimak album solo perdana Ayusitha ini seperti memaknai harafiah embun yang sejuk,yang bebas polusi industry,yang polos menawarkan keindahan dan kelembutan.Tamsil kata ini tak berlebihan jika kita telah menyimak rangkaian lagu-lagu yang termaktub di album bertajuk “Morning Sugar”.

Tak syak lagi,saya merasa terperangah manakala menyimak untaian lagu-lagu yang disenandungkan lirih oleh Ayushita yang sebelumnya saya kenal sebagai peraga untai-kata di layar kaca,juga peraga peran dalam sinetron maupun film layar lebar.Yang masih segar dalam benak saya adalah ketika Ayushita yang bernama lengkap Ayu Sita Widyastuti Nugraha bersama sederet pesohor belia seperti Dimas Beck, Raffi Achmad ,Laudya Chyntia Bella dan Chelsea Olivia Wijaya tampil dalam film “Bukan Bintang Biasa” (2007) dan kemudian menyatu dalam kelompok vokal Bukan Bintang Biasa yang digagas singer/songwriter Melly Goeslaw.Debut pertama Ayushita bersama BBB adalah mendampingi Melly Goeslaw dalam lagu Let’s Dance Together (2006).Setahun berselang kelompok vokal pesohor belia ini merilis sebuah album yang juga merupakan soundtrack film “Bukan Bintang Biasa” (2007).

Enam tahun berselang tanpa dinyana Ayushita muncul sebagai penyanyi solo lewat album debut “Morning Sugar”.Ada proses re-brand yang menyeruak dalam albumnya ini yang terasa saat melihat sampul albumnya lewat lukisan diri Ayushita .Ketika menyimak “Sehabis Hujan” yang merupakan lagu pertama album ini terasa atmosfer yang lain dan berbeda dengan jatidiri Ayushita sebelumnya yang riuh rendah saat bernyanyi bersama Bukan Bintang Biasa.Ada maturitas dalam gradasi vokalnya.Dia menjadi sosok yang tenang dan teduh.Timbre vokalnya yang berskala antara mezzo sopran hingga sopran ternyata menawarkan kelenturan dalam meniti notasi dan tata musik yang digarap oleh duo produser Ricky Surya Virgana bassist White Shoes and The Couples Company dan Ramondo Gascaro keyboardis yang pernah mendukung Sore dan kerap menggarap music score beberapa film nasional.

Indie Pop pada akhirnya menjadi pilihan yang tepat untuk proses re-brand Ayushita.

Kelenturan vokal Ayushita yang warmy lekat dalam pola melodi ke 7 lagu yang dikemas di album ini.

 Suara  Ayushita bersama latar suara  Ramondo Gascaro lewat lagu “Sehabis Hujan” maupun aroma crooner yang terendus saat berduet dengan Anda Perdana dalam “Didalam Rasa” adalah highlight yang menawan di album ini.Nuansa twee  pop berlumuran pada saat Ayushita menafsir ulang lagu karya Melly Goeslaw saat bersama Potret “Salah”.Detak samba pun tersimak mengiringi lagu Fufu Fafa.Ada string orchestra yang mengingatkan kita pada kedigdayaan Don Sebesky pada label CTI Record maupun termasuk romantisme Eumir Deodato saat menata irama Brasil di akhir 60-an hingga 70an.

Pendengar musik album Ayusitha ini bisa terlena bagai tengah menikmati kelebat adegan sinema.Mungkin karena tata musik yang dihadirkan di album ini kadang menyeruak lebih sinematis.

Album “Morning Sugar” ini didukung sederet pemusik belia berbakat seperti Ricky Surya Virgana (bass,gitar,glockenspiel,cello,electric piano),Ramondo Gascaro (keyboard,gitar,vibraphone,suara latar),John Navid (drums),Riza Arshad (akordeon),Indra Dauna (trumpet),Doni Yusran (keyboard,pianica),Saleh Husein (gitar),Harry Winanto (flute),Adink Permana (gitar elektrik),Aprimela Prawidyanti (viola),Belanegara  Abimanyu (perkusi),Tony Hade (trombone),Denny Yurika (violin),Panjita Krisna (violin ) serta Karina dan Rebecca Theodora (suara latar).

 

1,Sehabis Hujan (Ramondo Gascaro)

    Dengan ritme cha cha dan lirik romansa yang era silam ini ,lagu yang ditulis Ramondo Gascaro  ini memang membuai penikmatnya.Sebuah keriangan saat rintik hujan mereda.Gitar elektrik yang dipetik Adink Permana menyempalkan aksentuasi jelang lagu berakhir.

2.Morning Sugar (Ricky Surya Virgana/Jim Powers)

Saat bangun pagi,bukalah jendela kamar anda sambil menghirup udara segar lalu memulai dialog pagi sembari sarapan pagi.Nuansa semacam inilah yang terserap saat menyimak lagu yang ditulis Ricky Surya Virgana dan Jim Powers.Arransemen string Ramondo Gascaro mengingatkan saya akan gaya Eumir Deodato yang impulsif.

 

3.Fufu Fafa (Ricky Surya Virgana /Aprillia Apsari)

 

Ritem gitar akustik dan perkusi melatari vokal Ayu yang tengah dirasuk ritma samba.Eksotisme Brazillian music yang eksotis terkuak di lagu ini.Ada paduan solo gitar akustik Saleh Husain dan tiupan flute Harry Winanto.Sebuah lagu menyongsong rasa bahagia yang menghipnotis penikmatnya.

 

 

 

4.Cerah Nanti (Ricky Surya Virgana/Bin Harlan)

Sebuah jazz ballad yang lirih dan bernuansa laid back.Disini Ayushita berduet dengan Anda Perdana meggamit pendengaran kita ke era crooner yang elegan pada beberap dasawarsa silam.Maturitas vocal Ayushita teruji disini saat memempelaikan suaranya dengan timbre vokal Anda. Dan Harlan Bin mengubgkap ekspresi romansa lewat jajaran kata bersahaja sarat makna.

 

5.Salah (Melly Goeslaw)

Lagu karya Melly Goeslaw ini dipopulerkan oleh Potret.Ricky Virgana menata ulang arransemennya dengan memasukkan beberapa instrument seperti glockenspiel yang ditabuhnya  serta trumpets dari Indra Dauna yang dilatari arransemen suara latar yang lebih harmonal.Lagu ini seperti strukturisasi ulang dari versi orisinalnya.

6.Tonight Is Mine (Ricky Surya Virgana/Jim Powers)

Introduksi lagu ini merupakan dialog antara permainan akordeon Riza Arshad dan trombone Tony Hade yang berkesan romantik.Jangan salah jika yang menyimak lagu ini pasti merasakan aura White Shoes and the Couples Company, karena lagu ini ditulis Ricky Surya Virgana, basssit White Shoes and The Coupes Company.

7.Didalam Rasa (Anda Perdana)

Lagu yang ditulis Anda Perdana ini bernuansa folkie pop.Dengan vokal yang polos tanpa ornamen Ayushita justeru mengimbuh ekpresi yang kuat disini.Apalagi solo cello yang dimainkan Ricky Surya Virgana pada interlude memberikan  anasir mistis pada lagu ini.Interlude cello rasanya amat jarang dimainkan dalam gugus musik sekarang ini  .

Dan album solo Ayushita “Morning Sugar” ini adalah embun yang menandai datangnya pagi, sebelum munculnya sinar mentari.

Selamat mendengarkan !

 

Denny Sakrie

 

Iklan
Komentar
  1. Fierza Fahmi Fajri berkata:

    udh denger om, kereeeeeeeeeeeeeeen 😀 om saya mau tanya, dari sekian banyak ilmu musik yg om punya, apa yang menurut om paling penting ?

  2. iman berkata:

    suka banget ama albumnya…. keren, sungguh. Transformasi yg luar biasa dari ayu sitha

  3. dennysakrie63 berkata:

    Thanks udah berkomentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s