Setahun Di Radio Streaming

Posted: Mei 3, 2013 in Uncategorized

Siaran bersama Fariz RM disela sela rehearsal di Red White Loung Jazz Lounge Kemang (Foto Raben marketeers)

Siaran bersama Fariz RM disela sela rehearsal di Red White Loung Jazz Lounge Kemang (Foto Raben marketeers)

Siaran di studio MarketeersRadio (foto Bono)

Siaran di studio MarketeersRadio (foto Bono)

Ngobrol di Rumah Baba bersama pianis jazz Boby Limijaya (foto Bono)

Ngobrol di Rumah Baba bersama pianis jazz Boby Limijaya (foto Bono)

Bersama Indra Qadarsih di Palu Studio Jakarta (Foto Raben )

Bersama Indra Qadarsih di Palu Studio Jakarta (Foto Raben )

Mewawancarai Ridho Hafiedz dari Slank di kafenya Saffron Bistro Kemang

Mewawancarai Ridho Hafiedz dari Slank di kafenya Saffron Bistro Kemang

Ngobrol bersama Indra Lesmana di Red White Jazz Lounge Kemang (Foto Raben Marketeers)

Ngobrol bersama Indra Lesmana di Red White Jazz Lounge Kemang (Foto Raben Marketeers)

Hari ini tepat setahun saya siaran di radio berbasis live streaming Marketeers yang bisa diakses melalui www.marketeers.fm. Masih segar dalam ingatan,saya ketika Mei 2012 saya mulai kembali bercuap cuap di udara,memutar music di radio tapi dengan format digital,medium yang selama ini belum pernah saya sentuh.

Saya sendiri mulai berkiprah sebagai penyiar radio sejak tahun 1988 lewat radio Madama Makassar,yang tercatat sebagai Radio FM pertama di provinsi Sulawesi Selatan.Ketika awal 1990an saya pindah ke Jakarta, saya mulai memasuki beberapa stasiun radio swasta.Dimulai dari radio Suara Irama Indah, yang merupakan stasiun radio swasta pertama di Indonesia yang berada di jalur FM.Suara Irama Indah dibentuk oleh Soejoso Karsono atau akrab dengan panggilan mas Jos.Beliau ini sebelumnya telah mendirikan Radio Elshinta bahkan di tahun 1950 almarhum yang perwira Angkatan Udara ini adalah pendiri studio rekaman pertama milik pribumi dengan nama Irama.

Kemudian saya berpindah ke Prambors Group sebagai Music Continuity Officer di Prambors Radio Network serta jadi penyiar di FeMale radio dan seterusnya ke radio yang dikelola Prambors juga yaitu M97FM classic rock station.Sempat pula selama 5 bulan menjadi penyiar radio Trijaya FM lewat acara Galera Musik Indonesia bersama penyanyi Irianti Erning Praja.Lalu tahun 2006 diajak lagi jadi penyiar acara Musical Box di FeMale radio yang juga disiarkan bersama Delta FM ke 10 kota di Indonesia. 

Tapi ketika saya diajak oleh Waizly Darwin dan Alvin Yunata dari Mark Plus untuk menjadi penyiar di Marketeers Radio yang disiarkan secara streaming, ini merupakan sesuatu yang baru.Siaran menjadi lebih praktis.Tak ada lagi tumpukan kaset,piringan hitam atau CD yang menemani siaran saya.Semua lagu telah diformat secara digital.Bahkan siaran saya tak hanya dijangkau di Jabotabek saja, atau di 10 Kota saat siaran di FeMale radio 7 tahun silam, melainkan bisa lintas teritori,lintas benua.Suatu saat saya ketemu sahabat saya komposer James F Sundah yang kini bermukim di Amerika Serikat.”Den, gua tiap hari denger siaran lo”. Wow……suara saya ternyata telah melanglang buana.Hal yang tak pernah saya bayangkan saat mulai menggeluti dunia radio secara professional di tahun 1988.

Di Marketeers Radio,saya bisa siaran dimana saja,tak hanya berkutat di studio.Saya bias mengunjungi studio rekaman Indra Qadarsih untuk siaran bareng dan berwawancara.Juga saya bisa siaran di Red White Jazz Lounge yang berada di kawasan Kemang saat Indra Lesmana dan Fariz RM tengah melakukan rehearsal.Saya juga melakukan siaran di kafe bersama pianis Ananda Sukarlan bahkan siaran sambil ongkang ongkang kaki di Resto Saffron milik gitaris Slank Ridho Hafiedz..

Keberadaan radio streaming memang belum diatur dalam sebuah regulasi.radio streaming memang tidak berada dibawah naungan PRSSNI ( Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia ). Tapi toh, siaran memang jalan terus.

Dunia radio memang mengasyikkan.Betapa tidak,kita dengan santai bisa memadukan obrolan bersama sajian lagu yang tiada habis-habisnya.Sys NS salah seorang senior saya mengatakan bahwa siaran radio itu candu dan selalu nagih dan nagih.Betul juga.Karena dari saat pertama saya siaran di tahun 1988 hingga sekarang ini saya selalu nagih dan nagih siaran radio.

Tanpa sadar saya mengamini apa yang dilantunkan almarhum Freddie Mercury lewat lagu Radio Gaga :

When we grow tired of all this visual
You had your time, you had the power
You’ve yet to have your finest hour
Radio

    

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s