How Many Years Can Dylan Exist ?

Posted: Mei 24, 2013 in Ulang Tahun Pemusik, Uncategorized

Bob Dylan

Bob Dylan

How many roads must a man walk down,
before you call him a man?
How many seas must a white dove fly,
before she sleeps in the sand?
And how many times must a cannon ball fly,
before they’re forever banned?

Lirik lagu Blowin In The Wind yang ditulis Bob Dylan pada tahun 1962 dan direkam setahun kemudian dalam album “The Freewheelin’s Bob Dylan” dengan serta merta dibaptis sebagai  protest song lagu gugat pada zamannya.Di zaman,dimana kata damai seperti terkucil di pojok gudang tua tanpa satu pun orang pun yang ambil peduli.Lirik-lirik yang digurat Bob Dylan ini memajang pertanyaan retorika perihal damai,perang dan kebebasan.Tiga elemen yang menjadi isu paling hangat di Amerika,saat itu, dan diberbagai belahan dunia lainnya. Blowin’ In The Wind kemudian ditabalkan menjadi anthem gerakan civil right pada dasawarsa 60an yang nuansa musik serta budaya popnya beraroma psychedelia.   

Saya teringat dengan salah satu komentar dari penyanyi kulit hitam  Mavis Staples yang member komentar tentang Bob Dylan dalam film documenter Dylan “No Direction Home” besutan sutradara Martin Scorsese.Staples berucap seperti ini :”I could not understand how a young white man could write something which captured the frustration and aspirations of black people so powerfully”.

Dengan kata lain,Dylan sangat merasakan dan sangat memahami dera derita yang dirasakan kaum kulit hitam yang menjadi subyek diskriminasi di Amerika Serikat.

Dylan adalah turunan Yahudi yang memiliki kepekaan nan mendalam yang kemudian ditebar lewat lirik dan melodi lagu untuk selanjutnya mengetuk nurani penikmatnya.

Harin ini jumat 24 Mei 2013 saya memanggil ulang aura sensitivitas Bob Dylan, manakala saya mengetahui bahwa hari ini lelaki bernama lengkap Robert  Allen Zimmerman ini telah memasuki ambang senja usianya.Hari ini Bob Dylan genap 72 tahun.

Julukan ,protest singer melekat dibalik sosoknya yang sarat riap riap misteri.Namuni saya lebih suka menyematkan dia dengan sebutan penyanyi pengecam.Usia 72 tahun boleh jadi akan menimbulkan keraguan setiap orang akan tingkat kekritisan seseorang terhadap lingkung sosial maupun politik .Usia 72  tahun jelas merupakan usia mapan.Usia dimana seorang kakek hanya menjuntai-juntaikan kakinya di kursi malas,membaca headline Koran ditemani lagu-lagu nostalgia yang berpendar ke sudut ruang tamu. Bob Dylan memang telah beranjak tua.Kerutan di leher maupun di sebagian air mukanya menjelaskan semuanya.Lalu apa yang tersisa dari seorang Bob Dylan ?.Apakah Dylan masih gagah perkasa menyanyikan “The Time They Are A Changing”,”Like A Rolling Stones,Blowin’ In The Wind”,”Desolation Row” atau pun “Don’t Think Twice It’s Alright” termasuk juga lagu-lagu penanda zaman seperti “I Want You” maupun “It’s All Over Now,Baby Blue”.

Dylan memang tak pernah berhenti menata notasi dan menggurat lirik.Dylan masih tetap merilis album.Bahkan album-albumnya oleh sebagian besar majalah,media online maupun blog-blog pribadi direview dengan jumlah bintang yang bahkan mencapai 5 bintang.Itu terlihat jelas saat albumnya yang bertajuk Tempest dirilis pada tahun 2012 lalu. Bob Dylan pun masih tetap manggung.Ini memang luar biasa.Dylan seperti tak kehilangan energy dalam bermusik.Dylan menambah jadwal tur terbarunya mulai dari juni hingga agustus 2013.

Pada era 2000an.disaat dunia dilanda krisis global dalam ekonomi dan politik,Dylan merilis album juga seperti “Love & Theft” (2001),”Modern Times” (2006) hingga “Together Through Life” (2009).Memang sangat tak bijaksana jika membandingkan ketiga album yang masih dipuja kritikus musik itu dengan pencapaian artistic Dylan di era 60-an hingga 70-an.Tapi setidaknya kesan bahwa energi Dylan melemah itu memang tak mencuat.Tak ada bayangan bahwa karya-karyanya mengesankan seseorang yang siap melangkah ke liang lahat.

Prasangka orang akan memudarnya karya Dylan saat merilis album “Oh Mercy”(1989) yang merupakan comeback-nya Dylan ke dunia rekaman toh tetap tak berbuah bukti. Saya masih terkesima dengan deretan lirik yang digores Dylan dalam lagu yang berada di urutan pertama album “Oh Mercy” bertajuk “Political World” :

 We live in a political world
Wisdom is thrown in jail
It rots in a cell
Is misguided as hell
Leaving no one to pick up a trail.

We live in a political world
Where mercy walks the plank
Life is in mirrors
Death disappears
Up the steps into the nearest bank.

Pemunculan pertama Bob Dylan di tahun 1962 memang seperti merupakan estafet dari charisma Woody Guthrie.penyanyi folk Amerika yang banyak menyirami sekujur pikiran Dylan dengan inspirasi.Usia Dylan yang berdarah Yahudi saat itu 21 tahun.Dylan yang datang dari wilayah Duluth Minnesota ini memang tergila-gila dengan Woody Guthrie yang selama ini dikenal sebagai juru bicara generasi. Dylan tahun itu mengunjungi Woody Guthrie yang tengah terbaring tak berdaya di sebuah rumah sakit,seraya menyanyikan lagu-lagu karyanya sendiri.Tak lama berselang sosok Dylan menjadi terdepan dalam scene musik folk di Greenwich Village New York bahkan kemudian melambung lebih jauh ke tingkat dunia.

Tak berlebihan jika saya menyebut bahwa khazanah musik karya lelaki yang bernama asli Robert Zimmerman ini merupakan soundtrack yang melatari gelegak hiruk pikuk dunia di separuh abad ke 20 mulai dari gonjang ganjing politik dan sosial.Dimana ada peristiwa penting dan genting maka disitu jua lah menyelusup lagu-lagu  karya Bob Dylan,setidaknya pada 5 dasawarsa. Bob Dylan menguak karir musiknya yang panjang dan tak berkesudahan itu dengan lagu lagu protest yang beratmosfer anthemic di sepanjang era 60-an.Lalu beringsut ke tematik rock psychedelic yang puitik.Berlanjut ke intensitas lirik yang cenderung personal termasuk tentunya lirik lirik yang menakwilkan pesan bernuansa introspektif serta periode religius.

Dylan sendiri mengaku telah menulis sekitar 1000 lagu,bahkan dalam tercatat pula bahwa lagu-lagu karya Dylan telah dinyanyikan sebanyak 32.000 versi. Di usia yang ke 72  tahun,Bob Dylan yang konon pertamakali memperkenalkan psikotropika pada anggota the Beatles masih terlihat sehat walafiat.

Di usia yang ke 72 ini,Bob Dylan telah menapaki pelbagai lini kehidupan dalam era yang beda warna tapi tetap dengan dua wajah dunia yang  sama yang tak pernah berubah : yang baik dan yang buruk.

How many times must a man look up,
before he sees the sky?
And how many ears must one man have,
before he can hear people cry ?
And how many deaths will it take till we know,
that too many people have died?

The answer my friend is blowing in the wind,
the answer is blowing in the wind.

Bob Dylan tak hanya sesosok pengecam yang kerap menggemerutuk,tapi seorang saksi zaman dan saksi peradaban.

Happy Birthday Mr Zimmerman !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s