Betulkah Manajer Band Adalah Nyawa Sebuah Band ?

Posted: Juni 3, 2013 in Uncategorized
The Beatles dan Brian Epstein

The Beatles dan Brian Epstein

Peter Grant bersama Robert Plant dan John Paul Jones

Peter Grant bersama Robert Plant dan John Paul Jones

Andrew Loog Oldham bersama Mick Jagger dan Keith Richard

Andrew Loog Oldham bersama Mick Jagger dan Keith Richard

Kolonel Tom Parker dan Elvis Presley

Kolonel Tom Parker dan Elvis Presley

Di paruh era 60an pernah terbetik berita perihal The Beatles ke 5.Siapakah yang dimaksud ? Setidaknya ada 3 nama yang kerap dijuluki The Fifth Beatles,pertama adalah George Martin,produser album album the Beatles,Billy Preston ,pemain keyboard Amerika  yang membantu rekaman The Beatles di akhir 60-an serta Brian Epstein,manajer The Beatles. Nah saya ingin berbagi kisah tentang peran penting seorang manajer dalam sebuah  band.Secara historik, manajer-manajer seperti Brian Epstein (The Beatles),Andrew Loog Oldham (The Rolling Stones) atau Peter Grant (Led Zeppelin) kerap dianggap bagian paling integral dalam band.Karena peran dan fungsi mereka identik dengan para anggota band itu sendiri,tak sekedar sosok manajer yang hanya mengurus tetek bengek atau adminsitrasi band saja.Mereka memiliki visi yang jelas dalam mengembangkan band sebagai produk kreatif.Mereka punya sejuta gagasan untuk keseimbangan karir band atau artisnya.Eksistensinya bahkan dianggap sama dewngan sang artis maupun band tersebut. Dan sosok manajer seperti itulah sosok ideal seorang manajer dalam mengelola karir sang artis maupun band.

Manajer ideal seperti  itulah yang sesungguhnya menjadi dambaan hampir semua anak band. Lalu tugas atau deskripsi pekerjaan seorang manajer itu sebetulnya seperti apa ? Wewenangnya apa saja ? Teritorial seperti apakah yang bisa dibawahi oleh seorang manajer artis ?.
Manajer dalam manajemen artis berfungsi mengendalikan serta mengelola karir artis atau band secara manajerial dalam lingkup musik maupun pengembangan bisnisnya secara integrated.
Sejalan dengan berkecambah dan berkembangnya music rock sejak paruh era 50-an,misal sejak era Elvis Presley dengan manajer legendarisnya Kolonel Tom Parker, maka galibnya manajemen artis terdiri atas Personal Manager,Business Manager serta Road Manager.
Dalam strata kepentingan maka kita melihat bahwa eksistensi sebuah band maupun artis banyak bergantung pada peran seorang personal manager yang terkadang pula merangkap sebagai business manager.
Dalam contoh  saya paparkan Kolonel Tom Parker,mantan promoter showbiz yang kemudian bertindak sebagai manajer Elvis Presley dari tahun 1955 hingga 1977 saat Presley menghembuskan nafas terakhir.Mungkin Tom Parker adalah manajer artis terlama yang ada di dunia.Kiprahnya melakukan negosiasi kontrak denga RCA Records sebesarf $ 35.000 yang mengakuisisi Elvis Presley dari label Sun Records pada 21 November 1955 merupakan peristiw a yang mengharumkan Tom Parker bagi perjalanan karir yang panjang Elvis Presley.Dibawah arahan Tom Parker yang memiliki intuisi bisnis mumpuni,bisa dianggap sebagai sosok yang melambungkan Elvis Presley sebagai megastar saat itu.Tom Parker juga yang mampu membuat Elvis Presley tetap berjaya di puncak ketenaran dunia hiburan,padahal Elvis Presley saat itu vacuum panjang selama dua tahun karena mengikuti wajib militer.Saat itu film-film Elvis Presley menjadi box office no.1 diseantero jagad.
Menariknya lagi Kolonel Tom Parker hanya berperan sebagai manajer Elvis Presley saja. Tom Parker Parker betul-betul mencurahkan seluruh kemampuannnya hanya untuk  si raja rock and roll Elvis Presley .
Prinsipnya seorang manajer artis memiliki otoritas dalam mengelola manajemen artis,termasuk menempatkan diri sebagai konsultan baik dari sisi manajerial serta sisi bisnis.
Seorang manajer yangt visioner seharusnya memiliki kemampuan melakukan strategi dan planning terhadap artis atau band yang dikelolanya secara jelas,detil dan akurat dalam sebuah konsepsi yang matang.
Hal hal itu terlihat disaat sang manajer membuat branding yang jelas untuk band atau artis yang dikelolanya.Bagaiman sikapnya saat ingin menjual  artisnya tanpa mengorbankan identitas dari artis/band-nya.Melakukan publikasi promotional di area bisnis.Menawarkan artisnya untuk kontrak rekaman pada label yang disasar dan pelbagai kegiatan yang pada dasarnya memberikan peluang bisnis kepada artis maupun bandnya.
Seorang manajer band atau artis yang mumpuni memang harus dilengkapi wawasan musik yang mumpuni pula.Dia berhak berdiskusi panjang tentang konsep musik yang akan di lempar ke khalayak maupun pasar .Ini mengisaratkan bahwa sang manajer mesti menguasai strategi bisnis dan visi musik  yang jelas dan kuat.
Kolonel Tom Parker,di era masa silam itu,menyusupkan nama Elvis Presley dalam berbagai medium yang dianggapnya menghasilkan laba tanpa harus mengaburkan jati diri sang penyanyi rock and roll legendaris itu.Singkatnya,Tom Parker melakukan sebuah revolusi  peran manajer dalam industri hiburan secara total yang tampaknya menjadi cetak biru pada manajemen artis hingga saat ini.
(Denny Sakrie)
Komentar
  1. Radit mengatakan:

    Jangan lupakan juga Paul McGuinness (U2).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s