Badai Pasti Berlalu Itu Signature Berlian Hutauruk

Posted: Juni 5, 2013 in profil
Berlian Hutauruk (Foto Reny Siregar)

Berlian Hutauruk (Foto Reny Siregar)

DIVA

Tak berlebihan jika sebagian orang menyebut lagu “Badai Pasti Berlalu” merupakan masterpiece dari Erros Djarot disepanjang karir musiknya.Ditunjang dengan busana musik yang classy dari tangan Yockie Surjoprajogo serta kualitas vokal Berlian Hutauruk yang extravaganza,menjadikan lagu ini pantas menyandang lagu pop Indonesia yang tetap hijau,tak pernah lekang dimakan zaman.

Aura dark dan gloomy memang mengungkung lagu “Badai Pasti Berlalu” yang dipagari dominasi instrument keyboard Yockie Surjoprajogo.Progresi akor yang kerap kita temui dalam kantata klasik era Baroque,periode seni  dan gaya seni yang berkecambah di abad 17 terasa jelas disini.Terasa ada pengaruh Johann Sebastian Bach. Mungkin ini karena kesukaan Erros Djarot terhadap musik klasik.

Suasana berbalut musik pseudo-classical  inilah Berlian Hutauruk dengan artikulasi sempurna meniupkan ruh terhadap kata demi kata yang telah digurat Erros Djarot.Lirik itu pun menjadi hidup,menyentuh sukma setiap yang mendengarkan dan memberi tafsir atas tema lagu : sebuah optimisme diatas puing puing kehancuran :

awan hitam di hati yang sedang gelisah
daun-daun berguguran
satu satu jatuh ke pangkuan
kutenggelam sudah ke dalam dekapan
semusim yang lalu sebelum ku mencapai
langkahku yang jauh

kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu
matahari segera berganti

gelisah kumenanti tetes embun pagi
tak kuasa ku memandang dikau matahari

kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu
matahari segera berganti

badai pasti berlalu
badai pasti berlalu

Sepertinya ErosDjarot memang menuliskan “Badai Pasti Berlalu” memang untuk Berlian Huaturuk dengan suara sopran yang melengking tinggi.Karena hanya versi Berlian Hutauruklah yang tetap lekat dalam ingatan penikmatnya.Ketika lagu “Badai Pasti Berlalu” diremake oleh penyanyi pria semisal Chrisye pada tahun 1999 maupun Ari Lasso di tahun 2007,maka imaji penikmat lagu ini pun seperti diusik.Karena secara verbal lagu ini bertutur tentang seorang wanita yang didera derita.Jadi terasa janggal dan aneh jika lagu tadi dinyanyikan seorang lelaki,walaupun Chrisye maupun Ari Lasso telah berupaya menyanyikannya seekspresif mungkin.

Yockie Surjoprajogo sebagai peñata musik  pun menyatakan kekagumannya dengan suara Berlian Hutauruk.”Suara Berlian Huaturuk itu sangat inspiratif  bahkan nuansa klasikal yang chemistry dengan nuansa arransemen musik yang saya bangun.” Ujar Yockie mengomentari qua vocal  Berlian Hutauruk.

Walaupun sebelumnya,almarhum Teguh Karya yang menyutradarai film “Badai Pasti Berlalu” merasa enggan dan keberatan suara sopran Berlian berkelebat menimpali adegan adegan dalam film yang dibesutnya itu.

“Teguh Karya  sangat keberatan ketika saya memperdengarkan contoh rekaman Berlian Hutauruk yang akan dipergunakan dalam soundtrack film Badai Pasti Berlalu.Suara apaan ini……kayak suara kuntilanak.Itu kata Teguh” kata ErrosDjarot mengisahkan peristiwa masa silam itu.

Bahkan sempat terjadi ketegangan antara Erros Djarot dan Teguh Karya perihal suara Berlian Hutauruk yang melengking lengking bak penyanyi seriosa itu.Teguh karya bersikeras ingin menggunakan suara penyanyi Anna Mathovani yang lembut seperti saat Anna Mathovani menyanyikan lagu “Cinta Pertama” karya Idris Sardi dalam film “Cinta Pertama “ (1975).Akhirnya Teguh Karya setuju memakai suara Berlian Hutauruk yang menyanyikan lagu “Matahari” dan “Badai Pasti Berlalu” dalam film yang digarapnya setelah Erros Djarot memberi semacam ultimatum padanya : “Kalo nggak setuju dengan konsep musik saya ini…..ya batalin aja semuanya” sergah Erros Djarot.

Terbayang sudah,jika seadainya lagu “Badai Pasti Berlalu” tidak jadi dinyanyikan oleh Berlian Hutauruk.Kita pun mahfum jika lagu ini telah menjadi sebuah  signature  bagi Berlian Hutauruk

badai pasti berlalu
badai pasti berlalu

Iklan
Komentar
  1. […] Hutauruk. Teguh Karya (sutradara film Badai Pasti Berlalu) sempat menentang pemilihan Berlian (suara sopranonya disamakan dengan suara kuntilanak!) dan lebih menyukai Anna Manthovani. Broery kemudian merekam lagu-lagu dari film Badai Pasti […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s