39 tahun silam……..9 Juli 1974

Posted: Juli 9, 2013 in Kisah, Sejarah

Kita kembali ke 39 tahun silam, tepatnya hari selasa 9 juli 1974 ketika Soman Lubis mantan pemain keyboard God Bless yang kuliah di ITB Bandung bertandang ke rumah vokalis God Bless Achmad Albar di Kalibata Jakarta Selatan.Lelaki Tapanuli yang pernah memperkuat The Peels,Sharkmove dan God Bless ini ingin melepas kerinduan dengan para personil God Bless terutama drummer Fuad Hasan.Sejak kuliah di Teknik Industri ITB,Soman mengundurkan diri dari God Bless dan posisinya digantikan Debby Nasution dari Young Gipsy. Pertemuan Soman Lubis dengan Achmad Albar,Donny Gagola serta Fuad Hasan Hasan betul-betul menghapus kekangenannya dengan band yang diakuinya membesarkan dirinya sebagai pemusik rock. Seusai makan siang ternyata God Bless ada jadwal latihan di Jalan Pegangsaan Barat 12 Menteng Jakarta Pusat.Tempat itu adalah kediaman keluarga Hasyim Saidi Nasution, ayah dari Nasution Bersaudara : Gauri,Keenan,Oding dan Debby Nasution. God Bless latihan di Pegangsaan karena disitu memang tersedia seperangkat alat band yang komplit dan terlebih lagi Oding Nasution (gitar) dan Debby Nasution (keyboard) adalah anggota God Bless yang menggantikan Ludwig LeMans dan Soman Lubis.
Begitu mendengar God Bless akan latihan di Pegangsaan,Soman Lubis semakin bersemangat.”Eh gua pengen ikut latihan nih, tangan rasanya gatal, udah lama nggak main oregan” celoteh Soman Lubis.Di kediaman Achmad Albar telah siap 4 mobil yang akan membawa mereka ke Pegangsaan, namun Fuad Hasan ngotot untuk naik motor.Camelia Malik,isteri Fuad pun khawatir jika suaminya pergi mengendarai motor, karena Fuad baru saja sembuh dari sakit.Bahkan Fuad sebetulnya malah ingin berboncengan dengan Camelia tapi Fuad malah mengajak Soman Lubis berboncengan motor ke Pegangsaan. Achmad Albar,Donny Gagola serta Camelia Malik berangkat lebih dahulu menggunakan mobil melalui Cawang.Fuad dan Soman naik motor ke arah Pancoran karena harus mengisi bahan bakar. Achmad Albar dan yang lainnya lama menunggu di Pegangsaan untuk latihan, tapi Fuad dan Soman tak kunjung terlihat batang hidungnya.Mereka mulai khawatir dan curiga.Hingga akhirnya dating orang yang mengabarkan bahwa motor Yamaha yang dikendarai Fuad dan Soman baru saja mengalami tabrakan dahsyat dengan sebuah truk besar. Mereka pun segera ke Pancoran, namun baik Fuad maupun Soman sudah tak terlihat di tempat kejadian.Dalam kepanikan mereka mencari info kiri kanan mengenai keberadaan Fuad dan Soman yang naas mengalami kecelakaan lalu lintas. Akhirnya terbetik kabar bahwa Fuad Hasan telah dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo di Salemba, sementara Soman Lubis dibawa ke RS Fatmawati Cilandak.
Donny Gagola bertutur bahwa Fuad Hasan meninggal saat terjadi tabrakan maut.Tubuh Fuad ikut terseret sejauh 23 meter oleh truk.Kepala Fuad berada disela-sela roda truk.”Untuk mengangkat kepalanya terpaksa rambut Fuad yang gondrong harus dipotong dahulu” ujar Donny. Adapun Soman Lubis terpental sekitar 12 meter dan 3 jam kemudian meninggal setelah dibawa ke RS Fatmawati.Pada saat kritis sebelum menghembuskan nafas terakhir, di dada Soman terpampang secarik kertas bertuliskan “Pemain band yang memerlukan darah”. Sesampainya di RS Ciptomangunkusomo ,Achmad Albar dan Camelia Malik mendapat kabar dari petugas rumah sakit bahwa Fuad telah berada di kamar mayat.
Kejadian di hari selasa 9 juli 1974 ini sangat tragis dan naas.Musik rock Indonesia kehilangan dua pemusik terbaiknya, Fuad Hassan berpulang dalam usia 32 tahun dan Soman Galangan Gahara Lubis berpulang dalam usia 22 tahun. Majalah Aktuil Bandung lalu menyematkan predikata Pahlwan Musik Pop kepada kedua pemusik berbakat itu.Bahkan dalam majalah Aktuil No.149 edisi Agustus 1974 menempatkan foto Fuad Hasan dan Soman Lubis di kover depan.Berita tentang berpulangnya Fuad dan Soman ditulis sebanyak 9 halaman. Saat itu saya masih duduk di kelas 5 SD, membaca sampai habis seluruh tulisan yang ditampilkan majalah Aktuil dengan seksama. Meskipun saya yang masih kecil belum pernah nonton konser God Bless sekalipun tapi saya merasa sangat kehilangan dua tokoh musik rock penuh bakat ini.
Dari majalah milik paman saya itu saya mengetahui sepak terjang Fuad Hassan yang luar biasa dalam kancah musik. Fuad Hasan adalah salah satu drummer terbaik Indonesia mulai dari era 60an hingga 70an.Musik yang dimainkanya pun beragam mulai dari pop hingga rock.Pemusik turunan Arab ini juga dikenal sebagai penggemar sepakbola.Mulai bermain drum saat bergabung dengan band Pandawa di tahun 1962 atas ajak Amin Ivo .Setahun berselang Zaenal Arifin mengajak Fuad ikut bergabung dalam Zaenal Combo dan menjadi band pengiring dalam berbagai rekaman maupun tampil di pentas pentas pertunjukan.Di tahun 1964 bassist Dimas Wahab mengajak Fuad bergabung dalam band Medenaz yang antara lain mengiringi penyanyi pop Ernie Djohan dan Liesda Djohan di album rekaman. Tahun 1965 Fuad bergabung bersama May Sumarna dan Imran dalam band Diselina.Band ini merupakan cikal bakal dari The Steps kelak. Tahun 1966 hingga 1968 kembali Dimas Wahab mengajak Fuad Hasan menjadi drummer dalam The Pro’s, band yang dibentuk Dimas dan didukung oleh Pertamina.Bersama The Pro’s Fuad ikut mengiringi Bob Tutupoly dan Broery Marantika di bilik rekaman.Tahun 1968 Fuad Hasan bertolak ke Eropah, ketika bermukim di Italia Fuad sempat menjadi drummer band Black Bird. Tahun 1971 Fuad Hasan kembali ke Jakarta dan nongkrong di rumah Keenan Nasution di Jalan Pegangsaan Barat 12 A Menteng Jakarta Pusat.Saat itu Fuad sering ikutan bermain bersama Gipsy Band. Bahkan kerapkali Gipsy tampil dengan dua drummer yaitu Fuad Hasan dan Keenan Nasution. Di tahun 1971 Fuad membentuk Abstract Club Band dan mengajak penyanyi jazz Margie Segers sebagai vokalis utama.Di album Abstract Club Band yang dirilis Remaco ini, Fuad tak hanya bermain drum tapi menulis beberapa komposisi lagu seperti Manisku,Angin Selatan ,Pantai Sanur,Malam Sunyi.Fuad pun menulis lagu bersama Margie Segers bertajuk That’s Life. Tahun 1973 Achmad Albar yang baru kembali dari Belanda mengajak Fuad bergabung dalam God Bless, grup rock yang terdiri atas Achmad Albar (vokal),Donny Gagola (bass),Yockie (keyboard) dan Ludwig LeMans.Di tahun 1973 Deddy Dorres mengajak Fuad Hasan mendukung band The Road yang terdiri atas Donny Gagola dan Ludwig LeMans.The Road sempat rilis satu album bertajuk “Tinggal Kenangan” di tahun 1973 pada label Purnama Record.
Soman Lubis sejak kecil telah memperlihatkan bakat musik yang cemerlang.Saat SD membentuk band bocah bernama The Quizet.Di tahun 1967 bersama Buce Garna,Deddy Garna dan Gumilang membentuk The Peels yang kemudian merekam album di Singapore.The Peels antara tahun 1969-1970 dikontrak bermain di Singapore.Tahun 1973 The Peels membubarkan diri.lalu Benny Soebardja kembali mengajak Soman Lubis bergabung dalam Sharmove yang menghasilkan album “Gedechokra’s” (1973) yang kemudian di rilis ulang oleh Shadoks Record Jerman pada tahun 2007 lalu. Di tahun 1973 Achmad Albar yang sempat mengintip permainan keyboard Soman Lubis lalu merekrutnya bergabung di God Bless menggantikan posisi Deddy Dorres.

Aktuil menuliskan laporan tentang berpulangnya Fuad dan Soman (Foto Denny Sakrie)

Aktuil menuliskan laporan tentang berpulangnya Fuad dan Soman (Foto Denny Sakrie)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s