Bersua (Kembali) Dengan Iwan Madjid

Posted: Oktober 25, 2013 in Sosok

Iwan Madjid adalah pemusik yang unik baik dalam karya-karyanya maupun perilakunya sehari-hari.Orangnya santai,suka bercanda dan baik.Sosok Iwan Madjid mungkin lebih tepat jika dideskripsikan sebagai seniman sejati yang menelusuri kehidupan dengan bebas tanpa beban.Gaya hidup semacam ini memang bagi beberapa orang tidak menemui titik temu.Ada yantg bilang seniman itu sensitive dan cenderung moody.Tapi toh saya selalu melihat dari sudut yang positif saja.Dan hingga saat sekarang ini saya masih tetap bersahabat dengan Iwan Madjid yang di tahun 1978 membentuk band art rock (saat itu belum dikenal istilah progresif rock) bernama Abbhama.Abbhama adalah nama ynag aneh,unik tapi catchy.”Apa makna Abbhama ?”, Iwan selalu tersenyum menjawab pertanyaan itu.”Gua sendiri gak tau arti Abbhama.Gua juga lupa siapa yang ngasih nama itu” tukasnya.

Bersama Iwan Madjid 22 Oktober 2013

Bersama Iwan Madjid 22 Oktober 2013

Abbhama sendiri tumbuh kembang di kampus LPKJ yang kemudian berubah menjadi IKJ yang berada dikompleks Taman Ismail Marzuki Cikini Jakarta.Personilnya adalah para mahasiswa jurusan musik yang menurut Iwan ingin menumpahkan ekspresi bermusik setelah berkutat dengan menelaah ilmu-ilmu musik di kampus .”Saat itu ada 23 mahasiswa yang sering kumpul-kumpul ngomongin musik sambil bermain musik”tutur Iwan mengisahkan cikal bakal Abbhama yang di era 2000an ini menjadi band yang dipuja puji penikmatnya di luar negeri diberbagai website dan blog-blog pribadi. Akhirnya Abbhama  mengkerucut menjadi Iwan Madjid (piano,synthesizer,mellotron,vokal),Darwin B Rachman (bass),Robin Simangunsong (drums),almarhum Cok Bagus (gitar),Dharma (flute),Hendro (oboe) dan Oni (keyboards).”Seingat gua Tonny Prabowo juga sempat ikut bantu juga” imbuh Iwan Madjid yang kini memutih rambutnya.

Iwan Madjid kemudian bersua Iwan Dharsono pengusaha sepatu yang suka musik dan memiliki studio rekaman bernama Tala & Co Jalan Kesehatan No.30 Jakarta  Pusat.Tanpa banyak birokrasi berbelat belit,Abbhama akhirnya masuk studio  Tala & Co yang digawangi dua sound engineer yaitu M.Hanifa dan  Tommy Wijanarko.

Iwan Madjid menggengam kaset Alam Raya - Abbhama yang tahun ini berusia 35 tahun

Iwan Madjid menggengam kaset Alam Raya – Abbhama yang tahun ini berusia 35 tahun

”Terus terang gua suka studio milik Iwan Dharsono ini karena ada instrument yang gua suka yaitu Mellotron.Band band art rock seperti King Crimson,Yes hingga Genesis semuanya menggunakan Mellotron “ tukas Iwan sambil menghisap rokoknya dalam dalam.Musik Abbhama memang mengingatkan kita pada era supremasi art rock di Inggris lewat band-band seperti King Crimsons,Yes,Genesis juga Procol Harum.Band-band ini menjejalkan jatidiri dengan menggabungkan musik rock dengan sentuhan musik klasik yang elegan.Abbhama memang laiknya sebuah band pseudo classic yang tertata dalam pola arrasemen kea arah simfonik.Menariknya selain menghasilkan bunyi-bunyian artifisial lewat instrument Mellotron mulai dari  suara choir hingga simfoni orchestra, Abbhama tetap tak melupakan instrumentasi akustik seperti gitar,piano,flute hingga obie.Sebuah kemempelaian yang sangat harmonis tentunya.Ada 10 lagu yang termaktub di album dengan sampul berwarna hitam dengan logo yang mengingatkan kita pada disain-disain surrealis ala Roger Dean untuk band-band progresif rock seperti Yes hingga  Greenslades.Perancang grafis Abbhama adalah Boedi Soesatio sahabat Iwan Madjid yang kemudian juga ikut mendisain sampul album Wow !, band Iwan Madjid bersama Darwin B.Rachman dan Fariz RM ditahun 1983 kelak.Boedi Soesatio yang kemudian menemukan Slank di awal 90an, adalah penggemar berat karya-karya Roger Dean.

Iwan Madjid saat di studio Syailendra Jakarta Selatan

Iwan Madjid saat di studio Syailendra Jakarta Selatan

Kesepuluh lagu Abbhama itu adalah Kembali,Karam,Indonesia,Terlena,Ketiadaan Yang Ada,Alam Raya,Air,Malam,Indonesia dan Ibu dengan penulisan lirik yang cenderung bertutur tentang alam,lingkungan,kontemplasi,cinta Negara serta Ibu.

Ketika pertamakali mendengar album Abbhama ini telinga saya langsung mengasosiasikan karakter musik Abbhama dengan musik-musik yang dihasilkan para pemusik yang nongkrong di Jalan Pegangsaan hingga Harry Roesli dan Giant Step di Bandung.Namun Abbhama justeru lebih terdengar agak berbau akademik, mereka sangat terampil memainkan musik dengan perangai klasik semisal di era Baroque.Ada titian-titian nada ala Johann Sebastian Bach maupun Achille Claude Debussy.Sebuah penampilan musik yang sejuk tapi memiliki dinamika yang kadang tak terduga.Dengan timbre vokal yang tipis,polos tanpa bass sama sekali,saya kerap membanding-bandingkan suara Iwan Madjid dengan Jon Anderson,frontman kelompok Yes. Iwan Madjid sendiri mengaku sangat menggemari Yes.”Yes adalah band rock yang berani memasukkan unsure contapunk dalam komposisinya” puji Iwan Madjid. Saat mengajar musik,Iwan kerap member contoh dengan mengedepankan komposi-komposisi milik Yes yang fenomenal itu.

Saat saya bekerja di radio M97FM Classic Rock Station antara tahun 1995-2000 saya memutar beberapa komposisi dari Abbhama seperti Karam hingga Indonesia.Ditengah apresiasi pendengar radio M97FM yang mengelu-elukan kiprah musik Pink Floyd,Genesis,Yes hingga Emerson ,Lake and Palmer, ternyata mereka pun menerima dengan baik lagu-lagu Abbhama yang saya putar saat siaran.Apa boleh buat suara Iwan Madjid kerap disbanding-bandingkan dengan suara Jon Anderson sang vokalis Yes itu.

Kaset Alam Raya - Abbhama yang dirilis Tala & Co di tahun 1979

Kaset Alam Raya – Abbhama yang dirilis Tala & Co di tahun 1979

Hingga ketika M97FM Classic Rock Station menggelar acara bulanan Legend Of The Month dengan mengangkat karya-karya Yes di Hard Rock Café Thamrin tahun 1998, ingatan saya hanya tertuju ke suara Iwan Madjid.Saya berkhayal alangkah serunya acara Tribute To Yes nanti saat Iwan Madjid tampil menyanyikan lagu-lagu Yes seperti epic  And You and I atau Heart Of Sunrise ,paling tidak lagu Yes yang bernuansa hymne seperti Onward.Lalu bersama keyboardis Krishna Prameshwara yang kami pilih sebagai band yang memainkan repertoar Yes, saya berkunjung ke rumah Iwan Madjid di bilangan Jenderal Urip Sumohardjo Jatinegara.Kedatangan kami berdua ke rumah Iwan Madjid adalah mengajak vokalis Abbhama dan Wow ini tampil menyanyikan lagu-lagu Yes. “Wah gua tersanjung banget nih diminta menyanyikan lagu-lagu Yes, tapi mungkin gua Cuma sanggup menyanyi sekitar dua lagu saja.Lu tau kan gua udah lama nggak manggung” timpal Iwan Madjid.Akhirnya Iwan Madjid naik panggung bersama iringan keyboard Fariz RM membawakan dua lagu Yes yaitu Onward dan Soon.Penonton memberi  applause meriah atas penampilan Iwan Madjid dan Fariz RM.

Usai acara itu,saya nyaris tak pernah bertemu denga Iwan Madjid lagi.Hingga suatu hari di tahun 2001 saya mendengar Iwan dijebloskan dalam penjara karena tertangkap tangan menggunakan narkoba.Yang saya sesalkan saya tak memiliki kesempatan mengunjungi Iwan dalam penjara,padahal saat itu Arry dan Eet Sjahranie mengajak saya untuk mengunjungi Iwan Madjid di penjara,tapi jadwal saya tak pernah akur.Lalu di tahun 2006 saya mendapat kabar dari Musya Joenoes,gitaris Wow ! bahwa Iwan Madjid dalam keadaan kritis karena komplikasi penyakit yang diidapnya.Lagi-lagi saya tak sempat mengunjugi Iwan Madjid yang tengah terbujur tak berdaya.Selama ini saya hanya mendengar berita-berita tentang Iwan entah dari Fariz RM maupun Eet Sjahranie atau Musya Joenoes. Karena merasa bersalah tak pernah menjenguk atau bersilaturahmi dengan Iwan Madjid, akhirnya tahun 2007 saya membulatkan tekad untuk mengunjungi Iwan di kediamannya di Jalan Jenderal Urip Sumohardjo.Niat saya menemui Iwan karena ingin mewawancara dia karena saat itu saya diajak majalah Rolling Stone menggarap proyek “150 Album Terbaik Indonesia” dimana album “Alam Raya” milik Abbhama terpilih sebagai salah satu album terbaik Indonesia sepanjang jaman.Album Alam Raya Abbhama berada diperingkat 70.

Album Alam Raya - Abbhama berada di peringkat 70 deretan 150 Album Indonesia Terbaik versi majalah Rolling Stone edisi Desember 2007.

Album Alam Raya – Abbhama berada di peringkat 70 deretan 150 Album Indonesia Terbaik versi majalah Rolling Stone edisi Desember 2007.

Ada yang tak biasa ketika kaki saya menjejak di halaman rumah Iwan Madjid.Rumah Iwan tampaknya baru saja direnovasi.Akhirnya dari tetangga Iwan saya diberitahu bahwa Iwan Madjid sudah pindah.Sayangnya tetangga Iwan tak mengetahui alamat rumah Iwan Madjid yang baru.Buru-buru saya menelpon Fariz RM menanyakan alamat rumah Iwan Madjid.”Iwan sekarang tinggal di Ciracas Den.Sekarang Iwan udah sehat dan bersih” ungkap Fariz RM melalui telpon genggamnya.

Sayangnya, saya belum memiliki waktu yang tepat juga untuk menemui Iwan Madjid dikediamannya yang baru.Lima tahun kemudian tanpa direncana dan tanpa diduga saya akhirnya bertemu dengan Iwan Madjid yang jalan bersama Tony Wenas keyboardis yang di era 80an bergabung dalam Solid ’80 dan Symphony .Kejadian itu berlangsung tahun 2012 lalu tepatnya 24 April 2012 saat konser Yes di Ritz Carlton Pacific Place. Peristiwa itu berkangsung sekitar jam 19.00 sekitar satu jam sebelum Yes menggelar konser di Jakarta.Tony Wenas mendatangi saya sembari berkata :”Den,lu masih ingat gak ini siapa ?” sambil menunjuk lelaki berambut pendek,agak gemuk dengan senyum yang kikuk.Saya terdiam berusaha mengingat siapa lelaki ini.Setelah lelaki itu menyapa dengan suaranya yang khas dan lirih baru saya tersadar :” Aaaaah Iwan Madjid………!”.Penampilan Iwan Madjid memang sangat berbeda.Saya jadi pangling tidak mengenalinya sama sekali.”Wah……ternyata Yes yang memperetemukan kita nih Wan” saya menimpali.Iwan hanya tersenyum. Karena konser Yes segera dimulai,saya tak bisa berlama-lama ngobrol dengan Iwan Madjid dan Tony Wenas.

Dan baru tanggal 22 Oktober 2013 lalu saya baru bisa mengunjungi kediaman Iwan Madjid di Kelapa Dua Wetan Ciracas setelah seminggu sebelumnya saya menghubungi Iwan melalui telpon genggam.Saya mengutarakan maksud saya untuk bertemua dia karena label Strawberry Rain di Kanada dan label Majemuk Record di Jakarta ingin merilis ulang album Abbhama Alam Raya  dalam bentuk vinyl,CD dan kaset. Para label itu meminta bantuan saya untuk meminta kesediaan Iwan Madjid memberikan izin untuk merilis ulang album Abbhama yang sejak tahun 2000 menjadi perbincangan penggemar musik progresif diberbagai belahan dunia melalui dunia maya maupun media sosial.Abbhama memang menjadi word of mouth, hingga akhirnya Jason Connoy dari Strawberry Rain yang pernah merilis ulang album AKA,Benny Soebardja dan Kelompok Kampungan tertarik dan berminat merilis kembali album milik Abbhama itu.

Hujan dan petir menemani perjalanan saya ke rumah Iwan Madjid bersama pemilik label Majemuk Record Agus dan Ridwan.Seperti yang sudah-sudah,bahwa selalu ada kejutan saat bersua dengan Iwan Madjid.Kini Iwan terlihat lebih menua,rambut yang memutih dan tubuh yang kurus.Iwan akhirnya bercerita bahwa kini dia lebih banyak menekuni spritualisme.”Tapi bukan klenik.saya menelaah dengan logika dan berdasarkan Qur’an” jelas Iwan  Madjid yang memiliki banyak murid yang ingin belajar spritualisme,bukan musik.”Tapi saya tidak meninggalkan music lho” ungkap Iwan.Dia lalu bercerita bahwa belakangan ini Iwan Madjid kembali menulis lagu bersama Fariz RM lagi.Iwan Madjid memang telah berubah.Ketika azan Maghrib berkumandang, Iwan pun dengan segera menunaikan sholat Maghrib.Usai sholat Maghrib,Agus dari Majemuk Record menyodorkan surat izin untuk merilis ulang album Abbhama.Sebelum menandatangani surat perjanjian,Iwan Madjid berucap :”Saya tidak melihat dari nominal yang kalian ajukan tapi terus terang saya merasa sangat bangga dan tersanjung karya-karya kami Abbhama dulu sering diledekin sebagai karya dari planet antah berantah kini mulai ada yang mengapresiasi”. Akhirnya saya tersadar bahwa album Alam Raya dari Abbhama ini telah menginjak usia 35 tahun.Dan musiknya masih tetap segar untuk disimak.Semakin yakin saya bahwa musik tak pernah mati walau zaman telah berganti.

Iklan
Komentar
  1. setiadharma berkata:

    berpuluh tahun mencari berita tentang iwan madjid….ketemu dari blog mas Deni S. thanks..Salut infonya dan support buat mas Iwan Madjid……Semoga semakin baik sampai kapanpun…Meski kalian tak mengenalku tapi saya seriang mendengarkan album Produk Hijau…ada yg masih saya cari lagi dari album pesta reuni instrumental tapi lupa judulnya…kalo nyari gimana ya?

    • dennysakrie63 berkata:

      Bisa dicari di basement Blok M Square, ada banyak kios musik yang jualan kaset-kaset lama disana

      • setiadharma berkata:

        btw mas iwan mbok “disuruh” bikin album “religi spiritual” sesuai agamanya tapi bersifat universal dan nuansa mas iwan madjid kayak produk hijau semisal lagu “untukmu”….orang jawa bilang..ngangeni…..top markotop….Salam…from Djokdja….

  2. Terima kasih, sudah memuat artikel ini, mas Denny. Saya, dan mantan tetangga-tetangga di Jl Jen Urip Sumohardjo lainnya, tentunya bersyukur mendengar kabar terakhir tentang Iwan. Saya sendiri sudah lama tidak bertemu beliau, terutama sejak berkeluarga.

  3. prana sustianto berkata:

    kerennnnnn
    om deny tahun brapa tuh foto om iwan?

  4. Muhammad arian berkata:

    wah saya baru tau malahan om ad band sehebat abbhama..saya baru tau pas liat2 twitter nya bang morrgth ( groom ) dari band rajasinga..salah satu idola saya..sedang melukis artwork buat band abbhama..:) jadi penasaran ingin cari tau tentang band abbhama ..:)j

  5. Hari ini Bang Iwan meninggal dunia. Selamat jalan…. selamat sampai ke haribaan Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s