Lou Reed (1942 – 2013) : Rasul Cutting Edge

Posted: Oktober 27, 2013 in Obituari

Lou Reed menghembuskan nafas terakhir hari minggu 27 Oktober 2013 dalam usia 71 tahun.Seorang ikon rock,seorang ikon pop culture telah berlalu tepat di hari minggu, seperti bunyi lirik dari lagu “Sunday Morning” yang dibawakan bandnya di era akhir 60an Velvet Underground :

sunday morning
brings the dawn in
it’s just a restless feeling
by my side

early dawning
sunday morning
it’s all the wasted years
so close behind

watch out the world’s behind you
there’s always someone around you
who will call
it’s nothing at all

sunday morning
and I’m falling
I’ve got {a} feeling
I don’t want to know

early dawning
sunday morning
it’s all the streets you’ve crossed
not so long ago

watch out the world’s behind you
there’s always someone around you
who will call
it’s nothing at all

watch out the world’s behind you
there’s always someone around you
who will call
it’s nothing at all

sunday morning…

Lou Reed

Lou Reed

Berpulangnya Lou Reed mendapat respon luar biasa dalam berbagai media sosial mulai dari twitter hingga Facebook.Lagu-lagu Lou Reed semasa dalam Velvet Underground hingga album solonya yang tersebar banyak di laman Youtube kembali dikunjungi orang .Kematian Lou Reed menghentak siapa saja termasuk para pemusik serta sahabat-sahabat terdekatnya seperti David Bowie yang lalu menyiapkan sebuah konser tribute untuk Lou Reed. David Bowie adalah pemuja Lou Reed, yang pernah menawarkan diri menjadi produser dari album solo Lou Reed bertajuk “Transformer” (1972)

Gitaris the Who Pete Townsend pun menulis komentar di situs resmi The Who :

Yesterday I heard about the passing of Lou Reed. I’d been thinking about him after meeting Jean Michel Jarre last Saturday. He is a friend of Lou and Laurie Anderson. My heart goes out to Laurie whom I met briefly when Lou played with me at Rachel Fuller’s ATTIC JAM at Joe’s Pub in NYC. Lou seemed to have fun that night, and it was wonderful and easy for me to perform with this clear-sighted musician who I had expected to be so difficult.”

Di twitter banyak sesama pemusik yang memberi komentar terhadap berpulangnya ikon pop cultur ini.Misalnya Billy Idol yang menulis twit :

R.I.P. Lou Reed & thank you & the Velvets. U were my inspiration in the ’70’s, 4 without you there would have been no punk rock!

Lou Reed tak sekedar seolrang pemusik yang bisa bermain gitar,bisa menulis lagu,bisa menyanyi.Tapi seorang inspirator terhadap paradigma musik rock hingga penggerak sebuah gerakan budaya pop yang menjadi virus dari era paruh 60an hingga sekarang ini.

Lou Reed

Lou Reed

Secara komersial,Velvet Underground kalah dalam kemilau rock yang menjadi partikel-partikel industrial,tapi dalam pola gagasan,Velvet Underground banyak melakukan pencapaian=pencapaian yang tak lazim dalam rock.Lou Reed dan kawan-kawan menghamba pada idealisme yang tak mau bersentuhan dengan kompromi.Hal yang tak mudah tentunya.

Mereka tak perduli olok-olokan orang tentang penjualan album Velvet Underground yang hanya mencapai jumlah 30 ribu keping itu.Tapi tampaknya Lou Reed dan Velvet Underground lebih percaya terhadap dampak musik yang mereka mainkan bisa menjadi virus budaya yang kemudian berubah menjadi sebuah paradigma.

Dan Lou Reed tetap konsisten dengan idealismenya,pun ketika Reed mulai melangkah ke jenjang solo karir.Tahun 1971 Lou Reed merilis album debutnya “Lou Reed” .Album yang dirilis RCA ini direkam di London Inggris yang antara lain didukung dua personil grup rock progresif Inggris Yes yaitu gitaris Steve Howe dan keyboardis Rick Wakeman.

Di tahun 1972 .Lagu Walk On The Wildside dari album Transformer yang digarap David Bowie sebagai produsernya mencuat sebagi hits .

Di tahun 1975 Lou Reed merilis album Metal Machine Music yang berlumuran aura eksperimentasi. Album yang banyak menjejalkan bunyi-bunyian distorsif hingga atonal.

Ini album yang sangat sukar untuk dinikmati dengan kuping telanjang.Sebuah pencapaian yang telah memasuki zona avant garde.

Lou Reed,beberapa waktu berselang mengomentari album solonya itu :”   “No one is supposed to be able to do a thing like that and survive.”. Dan memang betul apa komentar Lou Reed, nyaris tak ada pemusiki yang mampu melakukan hal semacam itu dan masih bisa tetap bertahan.

Lou Reed

Lou Reed

Harus kita akui karya-karya Loub Reed memang bukan karya mainstream.Ada  pendekatan tertentu untuk menerima pesan yang termaktub dalam karya-karya Reed baik ketika bersama Velvet Underground maupun saat melakoni solo karir.Pada akhir era 60an saat Velvet Underground muncul, sebagian besar anak muda Indonesia nyaris mengabaikan kehadiran Velvet Underground dan lebih menerima pesona The Beatles,The Rolling Stones,Led Zeppelin maupun Deep Purple yang secara kebetulan keempatnya berasal dari Inggris Raya.Pendek kata Lou Reed dan Velvet Underground tidak populer di Indonesia.

Ketika musik-musik  bernuansa punk revival hingga grunge melanda dunia pada awal era 90an,secara perlahan anak-anak muda Indonesia di kota-kota besar mulai menerima figur Lou Reed juga Velvet Underground.Mereka mulai berpetulang mendengar album-album Velvet Underground.Mulai menyimak album Transformer-nya Lou Reed.Bahkan mulai ngeband dengan memainkan repertoar repertoar Velvet Underground juga album solo Lou Reed.

Lou Reed

Lou Reed

Banyak juga yang mulai berkenalan dengan tokoh tokoh seperti Iggy Pop,David Bowie hingga Lou Reed melalui soundtrack film Transpotting  yang disutradarai Danny Boyle ditahun 1996 .

Lou Reed

Lou Reed

Di film Transpotting itu menyeruaklah lagu Perfect Day nya Lou Reed.Tak sedikit pula anak anak muda era 90an yang mulai mermakai kaos bergambar sampul Velvet Underground yang menampilkan buah pisang berwarna kuning garapan seniman art pop Andy Warhol yang juga menjadi bagian dari Velvet Underground. Era musik alternatif, itu istilah yang merebak di awal 90an, menggiring anak muda Indonesia menjadi pemuja Lou Reed juga Velvet Underground.Jika generasi pop erea 70an kerap menyindir suara Lou Reed sumbang atau tak bisa menyanyi, namun generasi 90an keatas justru menganggap suara Lou Reed memiliki jiwa dan ekspresif.

Mereka kemudian secara sadar menempatkan Lou Reed sebagai sosok panutan.Dimata anak muda sekarang Lou Reed dianggap memberi inspirasi mulai dari musik hingga pilihan dalam kehidupan : ingin tampak berbeda dan jujur .Dan Lou Reed adalah legitimasi dari norma-norma yang selama ini ditabukan oleh masyarakat, misalnya perilaku seksual dan penggunaan drugs . Gamblangnya, Lou Reed merupakan sosok rasul  cutting edge yang memberikan sabda-sabda budaya pop yang diimani oleh anak muda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s