Syech Abidin (1946 – 2013) Kepergian Di Bulan November

Posted: November 10, 2013 in Obituari

Menjelang Isya sabtu tanggal  9 November saya mendapat kiriman sms dan juga broadcast message : Telah berpulang ke rahmatullah Syech Abidin, drummer AKA dan SAS sekitar jam 18.30 WIB”.Seketika saya terkesiap dan terhenyak menyimak pesan pendek tadi.Seketika itu  pula berkelebat bayang ingatan saya tentang sosok drummer rock legendaris yang tak pernah melepaskan topi dari kepalanya itu. Di era 80an saat saya menjadi kontributor majalah Vista dan Gadis ,beberapa kali saya menulis liputan tentang SAS, trio rock yang terdiri atas Syech Abidin (drum,vokal ),Arthur Kaunang (bass,keyboard,vocal) dan Sunatha Tandjung (gitar,vokal) yang terbentuk di tahun 1976 setelah AKA mengalami hibernasi lantaran Ucok Harahap lebih banyak berkonsentrasi di luar kegiatan AKA.

Ada yang menarik bilWawancara Syech Abidina menyaksikan penampilan band terutama rock yang memiliki konsep three piece seperti SAS ini.Kenapa ? karena dengan format yang minimalis ini para pemusik pendukungnya mau tak mau harus melakukan semacam multi tasking yang berlangsung secara simultan dengan tingkat akurasi penguasaan instrumen musik yang tinggi.Di luar sana, banyak band rock berpola trio yang pantas dicatat mulai dari Cream,Jimi Hendrix Experience,Rush,ELP,Triumph,Grand Funk Railroad hingga The Police.Setidaknya,masing-masing personil mesti memiliki kemampuan yang maksimal.Dalam SAS sendiri Syech Abidin selain menggebuk drum,dia juga tampil sebagai penyanyi dan terkadang tampil ke depan sambil memetik gitar selain Arthur Kaunang yang jumpalitan mulai dari menggeber senar bass sambil memencet tumpukan perangkat keyboard.Di atas panggung riuhnya atraksi trio SAS ini merupakan pemandangan yang membuat saya takjub. Apalagi saat mereka bertiga dengan konsentrasi penuh membawakan repertoar dahsyat karya trio Emerson Lake and Palmer Karn Evil #9 First Impression Part 2 dari album “Brain Salad Surgery” (1973). “Biasanya sebelum membawakan lagu ini kami berdoa bersama dulu,agar lancar dan tidak salah” kisah Syech Abidin yang meniru persis pola drumming  Carl Palmer yang kompleks dan rumit itu. “Carl Palmer itu main drumnya susah ditebak,dia terkadang mencampur baurkan antara gaya rock dan jazz.Tapi justru disitu saya merasa tertantang” imbuh lelaki kelahiran Surabaya 10 Desember 1946 itu.

Di paruh 80an SAS kembali membawakan lagu milik Emerson Lake & Palmer “Pictures In An Exhibition”,sebuah tafsir rock atas karya komponis klasik Rusia Modest Mussorgsky, dengan iringan orkestra Idris Sardi di Balai Sidang Senayan Jakarta.

Syech Abidin  sendiri tak hanya menggandrungi musik rock saja, melainkan juga pop, klasik,jazz hingga musik langgam sekalipun.Dia juga mengagumi John Lennon,Wolfgang Amadeus Mozart dan Idris Sardi.Lalu  siapakah drummer rock yang menginspirasi ?.”Saya mengagumi Mitch Mitchell,Ian Paice dan John Bonham” tukas Syech Abidin.

Kiprah sebagai anak band  Syech Abidin dimulai saat bergabung sebagai drummer band Nefoni pada paruh dasawarsa 60an,disaat dunia tengah dilanda wabah British Invasion.Hingga akhirnya Ucok Harahap mengajak Syech Abidin bergabung dengan band rock yang dibentuknya pada 23 Mei 1967 dengan nama AKA yang merupakan akronim dari Apotik Kaliasin dengan formasi Ucok Harahap (vocal utama,keyboard),Syech Abidin (drums),Sunatha Tandjung (gitar) dan Peter Waas (bass) yang kemudian digantikan Lexy Rumagit dan muncul Arthur Kaunang di tahun 1969. Dengan masuknya bassist  Arthur Kaunang, pamor AKA semakin bersinar.Syech sendiri seperti menemukan soulmate ketika permainan drumnya selalu terjalin ritmik dan harmonis dengan permainan bass Arthur Kaunang.AKA formasi 1969 inilah yang kemudian mulai masuk ke studio rekaman dan menghasilkan beberapa album pada label Indra Record Surabaya dan di tahun 1974 AKA akhirnya dikontrak Remaco label rekaman terbesar di Indonesia di era 70an.Jika di panggung AKA selalu tampil dengan atraksi-atraksi teaterikal yang ekstrem,sebaliknya ketika merekam album AKA banyak melakukan kompromi antara lain dengan membawakan lagu-lagu dengan nuansa pop yang kuat.Salah satu hits terbesar AKA yang saat itu kerap diputar di radio-radio adalah “Badai Bulan Desember” maupun “Akhir Kisah Sedih” , keduanya adalah  pop ballad yang dinyanyikan Syech Abidin.Banyak yang mencibir AKA karena dianggap menyimpang dari genre musik rock yang telah ditegakkan sejak terbentuk pada akhir era 60an, namun AKA jalan terus.AKA bersikap mengambil jalan tengah secara 50-50, dalam arti memainkan musik rock tapi diimbangi dengan menulis lagu-lagu pop yang melankolia.Saat bergabung pada label Remaco Jakarta,AKA malah merilis album-album jualan    Pop Melayu,Pop Jawa hingga Qasidah Modern.Suara Syech Abidin yang merdu merayu yang banyak terdengar dari album-album AKA yang lebih memihak ke arah komersialisme itu.Bahkan dalam album AKA Qasidah Modern, hampir semua lagu dinyanyikan oleh Syech Abidin seperti Rukun Islam dan Pembawa Cahaya.

Di zona rekaman, musik rock memang belum memiliki pesona atau daya tarik saat itu .Jika mau jujur.musik rock sebetulnya lebih berkembang justru di panggung-panggung pertunjukan dimana sebagian besar band-band rock termasuk AKA didaulat untuk lebih banyak sebagai band cover version yang membawalan lagu-lagu rock seperti Black Sabbath,Deep Purple,Led Zeppelin dan lain sebagainya sepersis mungkin.

“Kami terpaksa mengerem keinginan kita untuk merekam lagu-lagu rock karya kita sendiri saat rekaman.Karena memang pasar untuk rekaman rock nyaris tak ada” urai Syech Abidin lagi.Walhasil band-band seperti AKA menjadi kelompok musik bermuka dua, demi memperpanjang nafas mereka di zona musik rock.

Jason Connoy, anak muda Toronto Kanada  yang memiliki label kecil Strawberry Rain terobsesi untuk menampilkan AKA sebgai band rock yang sesungguhnya.Jason lalu menyeleksi lagu-lagu AKA yang terdapat dalam 8 album yaitu album Do What You Like (1970),Refelection (1971),Crazy Joe (1972),Sky Rider (1973),Cruel Side of Suez War (1974),Mr Bulldog (1975),Pucukku Mati (1977) dan AKA In Rock (1979)  terutama yang memiliki karakter rock yang kuat seperti Suez War,Do What You Like ?,Reflection,Glenmore,Shake Me,Cruel Side,We’ve Gotta Work It Out,Groovy,Mr Bulldog,Sky Rider,Open Door  hingga Crazy Joe .

Lagu-lagu AKA yang bernafas rock itu lalu dikemas dalam kompilasi bertajuk “AKA Hard Beat” dan dirilis Strawberry Rain Record pada tahun 2011.Diluar dugaan ternyata album kompilasi AKA ini mendapat review positif di media cetak maupun media online diantaranya Mojo Magazine,Record Collector hingga situs musik ternama All Music Guide yang menuliskan komentar :   Still, it was all very intriguing while it lasted, and while these cultural curiosities and sporadic thrills aren’t enough to elevate AKA’s legacy to the same level as the great names in ‘70s hard rock,Hard Beat ,nertheless delivers a mind-blowing document for previously unaware occidental ears.

Ketika saya menyampaikan respon penikmat musik AKA di mancanegara ke Syech Abidin, dia hanya tersenyum seperti tak percaya.”Ah masa iya ? Wah saya jadi gak abis pikir.” sergah Syech Abidin. Yang jelas review yang dilontarkan dari belahan dunia sana bukanlah sekedar isapan jempol belaka, melainkan sebuah tinjauan yang jujur.

Dengan rilisan-rilisan back catalog semacam ini sebetulnya mengindikasikan bahwa karya-karya pemusik Indonesia tak seprimitif sangkaan kita sendiri.

Kepergian Syech Abidin akibat serangan jantung di kediamannya di Jln.Siaga Swadaya No.47 Jakarta Selatan ,, seperti yang dituturkan anaknya Fahim Abidin ini semakin menghapus impian saya dan juga impian teman-teman yang lain akan reuni SAS ,trio rock asal Surabaya yang memiliki musikalitas tinggi itu.

Sayup sayup saya mendengar senandung Syech Abidin yang khas dalam lagu Senyum :

Senyum….Senyumlah kasih….Meski daku….harus pergi…..

 

 

Iklan
Komentar
  1. saya baru tahu Bang…saya nangis nih… inna lillaahi wa inna ilaihi rooji’uun… selamat jalan Oom Syech Abidin… karya2mu bareng SAS selalu terhormat dihati kami para Baby Rock….

  2. Ovic berkata:

    Selamat Jalan Om Syech “AKA SAS”Abidin…
    Pnggebuk drum music Rock Lokal yg kharismatik…
    Beristirhatlah dgn tenang dan Damai dn d trina di SisiNYA… Ya Om…. Amiiieeenn….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s