Sekeping Fragmen Kehidupan Pance Pondaag

Posted: November 16, 2013 in Obituari

Engkaulah mutiaraku
Tempat curahan kasih sayangku
Engkau mahligai cintaku
Tempat pengharapan yang terakhir

Dalam hatiku berdoa selalu
Semoga kekal abadi
Cintamu cintaku milikmu jua
Sehidup semati kita

Lagu melankolis dengan tempo 3/4 ini judulnya “Mutiaraku” hampir tiap hari muncul di acara TVRI “Mana Suka Siaran Niaga” di tahun 1977 .Suara penyanyinya agak aneh.hampir tanpa bas samasekali.Melengking dan cenderung mirip ambitus suara wanita.Tubuhnya gemuk dengan pipi yang tembem serta rambut yang gondrong tanggung.
Terus terang saya tidak suka mendengar lagunya.Apalagi suaranya yang melengking tinggi itu.Tapi entah kenapa saya jadi bisa hafl lagu itu.Mungkin karena lagu ini menjadi semacam heavy rotation oleh TVRI.Saat itu Yukawi,label milik Dharmwan yang berada di Bogor bersaing ketat denga Remaco milik Eugene Timothy yang saat itu tengah terjebak mendagangkan kaset 1000 Tiga nan fenomenal itu.
Dan oh iya akhirnya saat itu saya pun mulia hafal dengan namanya : Pance.Tak lebih tak kurang.Hanya satu kata saja.Saat itu Pance belum menyertakan marganya dibelakang namanya.darfi pemberitaan koran akhirnya saya mengetahui siapa itu Pance.
Lelaki Manado ini bernama lengkap Frans Pondaag dan kerap dipanggil Pance.Dia mulai meniti karir musik di Ujung Pandang.Bahkan kemudian Pance pun menemukan jodoh seorang gadis Ujung Pandang.
Penampilan perdananya melalui album yang dirilis Yukawi itu ternyata meledak.Disaat yang bersamaan,dengan perangai musik yang berbeda muncul ke permukaan nama Chrisye yang baru saja ngetop lewat “Lilin Lilin Kecil” dan album “Badai Pasti Berlalu”.
Gebrakan Pance ternyata hanya pada album debut dengan lagu andalan yang ditulisnya sendiri “Mutiaraku”.Nama Pance pun tak terangkat tinggi tinggi.Kata orang mediocre lah.
Setelah itu nama Pance yang kini ditulis lengkap Pance Pondaag mulai berkibar justeru sebagai seorang hitmaker yang seolah membayangi Rinto Harahap yang telah menjadi raja musik pop lewat label Lolipop Record.
Pance pun membayani Rinto lewat sederet hits yang dinyanyikan sederet penyanyi wanita cantik yang bernaung dibawah label JK Record milik Judhi Kristanto.
Pance saat itu tak ubahnya Raja Midas mitologi Yunani.Setiap yang disentuhnya berubah menjadi emas.Lagu lagu Pance mulai berkibar dikerongkongan Dian Piesesha,Meriem Bellina,Chintami Atmanegara dan banyak lagi.Susah untuk ngingetnya.Yang saya ingat lagu “Tak Ingin Sendiri” merupakan hits terbesar Pance yang dinyanyikan Dian Piesesha.Kabarnya album yang dirilis JK Record itu berhasil tembus pada penjualan diatas 1 juta keping .Luar biasa.
Singgasana Rinto pun mulai terbagi ke Pance dan juga seoarng follower Rinto bernama Obbie Messakh.Baik Pance maupuh Obbie banyak memberi lagu-lagunya ke label JK Records.
Di era paruh 80-an itu,setidaknya triumvirat penguasa industri musik pop “cengeng” dipegang oleh Rinto,Obbie dan Pance.
Pance pun kian giat menghasilkan hits.Apalagi setelah Pance membagun studio mewah miliknya yang diberinama Ramsa.
Tapi sayang ending perjalanan seniman hiburan negeri ini selalu berakhir dengan nestapa.Kegemilangan yang berhasil diraih seolah cepat sirna dengan sekejap saja.
Dalam kerentaannya Pance bahkan mengalami 9 kali stroke.Ah sebuah antiklimaks yang kerap terapmapang dimuka kita dari dunia hiburan yang penuh silau kegemilangan.
Dan tadi sore saya pun terperanjat dengan berita duka cita berpulangnya Pance,seniman musik yang telah banyak memberikan inspirasi bagi jutaan orang yang nelangsa menghadapi cobaan hidup,dikhianati pasangan,sosok yang dilanda kerinduan karena kekasih terpisah jarak lewat tema tema lagunya yang oleh sebagian orang “pintar” dipojokkan sebagai karya cengeng atau menye menye kata anak jaman sekarang.
Selamat Jalan bung Pance……..Karya karyamu sudah pasti tak mungkin terhapus pergeseran waktu dan jaman.
Dan saya merasa lagu Pance yang sekarang terdengar di sebuah stasiun radio ini sama sekali tak terbersit kecengengan.Tetapi adalah sekeping fragmen kehidupan yang bisa jadi banyak dialami banyak orang :

Mengapa harus begini
Tiada lagi kehangatan
Memang ku sadari sering kutinggalkan
Kau seorang diri

Bukannya aku sengaja
Meninggalkan kau sendiri
Aku menyadari
Bukan sandiwara kasihku kepadamu

Tiap malam engkau ku tinggal pergi
Bukan, bukan, bukannya aku sengaja
Demi kau dan si buah hati
Terpaksa aku harus begini
Tiap hari hingga malam berakhir
Ku tahu kau tersiksa karena diriku
Sejujurnya aku katakan
Tiada satu pengganti dirimu

Bukannya aku sengaja
Meninggalkan kau sendiri
Aku menyadari
Bukan sandiwara kasihku kepadamu

Tiap malam engkau ku tinggal pergi
Bukan, bukan, bukannya aku sengaja
Demi kau dan si buah hati
Terpaksa aku harus begini
Tiap hari hingga malam berakhir
Ku tahu kau tersiksa karena diriku
Sejujurnya aku katakan
Tiada satu pengganti dirimu

Album solo pertama Pance Pondaag pada label Yukawi Record di paruh era 70an

Album solo pertama Pance Pondaag pada label Yukawi Record di paruh era 70an

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s