Mengusik Musik Warkop

Posted: November 19, 2013 in Wawasan

kas

Warung Kopi Prambors Tahun 1979 (Foto Dokumentasi Warkop )

Warung Kopi Prambors Tahun 1979 (Foto Dokumentasi Warkop )

Oke selamat malam Jakarta Indonesia…inilah Warkop Bless” demikian teriakan Kasino berperan sebagai MC dengan aksen yang dibarat-baratkan.Inilah adalah tipikal panggung rock Indonesia di paruh 70-an yang ditiru Kasino.Lalu berdentamlah musik dengan gitar berdistorsi serta gebukan drums menghentak dinamis.Warkop Bless adalah plesetan dari God Bless,band rock Jakarta yang jika tampil sering dielu-elukan bak supergrup dari belahan bumi Barat sana.Introduksi music yang dimainkan Abadi Soesman dkk itu seolah ingin menyaingi “Highway Star” nya Deep Purple.Tapi ketika memasuki bait pertama,music berubah seketika,secara drastic menjadi irama langgam.Sebuah gaya keroncongan lengkap dengan aksentuasi cuk dan ukulele segala.Kasino lalu bertukar peran menjadi penyanyi.Meluncurlah dari mulutnya :”Jenang gulooo……..”.Penonton pun gerrrr berkepanjangan.
Sebuah penampilan musik dengan penjungkirbalikan.Sebuah parodi yang menggelikan.Telah ditampilkan Warung Kopi Prambors dalam rekaman kasetnya di tahun 1979 yang dirilis Pramaqua,sebuah label kongsi antara radio Prambors dan Aquarius yang kerap merilis album-album mancanegara. Ketertarikan Pramaqua ,yang sejak tahun 1975 merilis jenis musik yang hanya mensasar komunitas tertentu,semisal merilis album God Bless,Noor Bersaudara,Yockie Suryoprayogo,Jopie Item dan sejenisnya – merilis dua labum lawak warung Kopi pun kadang bagai sebuah paradoksal yang meruntuhkan logika.Kenapa Pramaqua mau merilis album lawak ? Yang posisinya dalam industry hiburan seolah berada di kasta terendah ?.”Saya memang tertarik dengan konsep lawakan Warung Kopi sejak mendfengarkan mereka siaran di radio Prambors pada tahun 1975.Ada yang menarik dari celutukannya.Bahwa mereka memilki visi yang jelas.Meluncurkan humor yang cerdas.Ya intelektualitas yang terjaga.Tidak mengumbar ejek-ejekan seperti cacat fisik seseorang.Atau slapstick.Itu tidak ada pada Warung Kopi.Makanya saya tertarik untuk merilis rekaman lawak mereka.Karena ternyata Warkop pun bernuansa musikal.Kasino,misalnya bisa main gitar sambil bernyanyi.Begitu juga Nanu .”komentar Johannes Suryoko yang saat itu menggawangi label Pramaqua.
Dalam pentas lawak nya Warkop senantiasa membumbui dengan selingan music.Mungkin karena mereka berasal dari tembok kampus yang rada kritis.Celutukannya memang kerap menyindir hal hal yang tak wajar dalam kehidupan sehari-hari mulai dari problematika kaum papa hingga konstelasi politik.Mereka cerkas dalam bertutur.Selain saling umpan dalam bingkai humor yang padat dan cerdas.Warkop juga banyak mencuatkan joke reading hingga penjungkir balikan nalar bermusik dalam bingkai satiris dan komikal tentunya.
Karkaterisasi humor Warkop yang berjelujur music itu pun sebetulnya juga sudah mencuri perhatian Mus Mualim,seorang pemusik yang dijejali pikiran kreatif.Ketika Mus Mualim diminta untuk mengemas sebuah gagasan tontona music khas remaja,suami Titiek Puspa ini lalu mendatangi Radio Prambors di Jalan Borobudur yang masih sekawasan dengan kediaman Mus Mualim di Jalan Sukabumi Menteng Jakarta.Disitulah awal pertemuan Mus Mualim dengan Sys NS anak muda yang men jadi kuncen Prambors Rasisonia saat itu.Pucuk cinta ulam tiba,terbersiutlah ide memanggungkan acara bertajuk “Terminal Musikal Tempat Anak Muda Mangkal” di TVRI.Sebuah variety show khas anak muda yang membaurkan tontonan musik dan komedi.Satu diantara pendukung tersebutlah Warung Kopi Prambors yang terdiri atas Nanu Muljono,Kasino,Wahyu Sardono dan Indro.
Ketika telah akrab dengan dunia hiburan di luar tembok radio Prambors,Warung Kopi memang mulai kerap manggung.Di tahun 1979 Warung Kopi banyak melakukan pentas pertunjukan di beberapa kota luar Jawa seperti Palembang,Pontianak hingga Makassar.Saat itu Warkop kerap bersanding dengan gitaris,vokalis dan komposer Chris Manusama yang baru saja berjaya ketika lagu karyanya “Kidung” yang masuk dalam deretan Dasa Tembang Tercantik LCLR Prambors 1978 mulai menjadi hit nasional.
Dalam pentas hiburan Warung Kopi plus Chris Manusama.Kasino kerap memplesetkan lagu “Kidung” menjadi :
“Tak selamanya Doris itu Callebaut nyatanya kali ini zoes Doris Inem Pelayan Sexy” dari kalimat lagu Chris Manusama : “Tak selamanya mendung itu kelabu nyatanya hari ini kulihat begitu ceria”.
Memasukkan anasir music dalam pola lawakan sebetulnya bukan ditemukan atau digagas secara orisinal oleh Warung Kopi.jauh sebelum Warkop menjadi isu nasional saat itu,Bing Slamet telah melakukan hal yang sama : memintal lawakan dalam sepotong music.Itu fakta manakala Bing Slamet bersama Drs Purnomo a.k.a mang Udel melawak sambil sesekali bernyanyi .Bing memetik gitar sembari bernyanyi dengan vocal baritonenya,ditingkahi permainan ukulele dari Mang Udel.Lagu “Keroncong Moritsko” hingga “Love Is A Many Splendored Thing” pun mengalun tapi tetap dalam koridor humor yang segar.
Hal semacam ini pun terulang ketika Bing Slamet bersama Eddy Sud,Ateng dan Iskak membentuk Kwartet Jaya.Bing yang kerap meniru aksen cadel bule biasanya menyanyikan lagu yang tengah hits semisal “Hey Jude” nya The Beatles tapi dengan gaya crooner yang menggelitik.
Jadi sebetulnya dalam penampilan sketsa humor yang mencuat dari sebuah ritual lawak,unsur music memang seolah menjadi simbiose mutualisme.Musik jadi jodoh dengan lawak yang serba gerrrrr…..
Warung Kopi sendiri dalam selusin kaset rekamannya pun selalu menampilan formula bersandingnya lawak dan musik.Menariknya lagi para pemusik yang mengiringi Warung Kopi termasuk mengendapkan kualitas.Misalnya musisi serba bisa Abadi Soesman yang mencampur adukkan berbagai genre music saat tampil mengiringiu Kasino dan rekan berdendang.Pada dua kaset yang dirilis Pramaqua,Abadi bereksperimen menggabungkan perangai music hard rock dan keroncong dalam “Jenag Gulo” bahkan menyusupkan gaya Dixieland lengkap dengan piano honky-nya dalam lagu “John Tralala”.Jahilnya Abadi bahkan meminjem intro lagu Billy Preston “Nothing From Nothing” untuk lagu “John Tralala”.Kasino bahkan mencoba meniru suara Louis Armstrong yang dibuat rada serak. Selain itu dengan dukungan OM Pengantar Minum Racun,Kasino pun menyanyikan lagu dangdut.Luar biasa.
Pada album ketiga bertajuk “Mana Tahan” yang dirilis Purnama Record,Warkop didampingi Yockie Suryoprayogo menyanyikan lagu ”Mana Tahan”.Yockie,seperti halnya,Abadi juga bertindak jahil dan usil antara lain memasukkan gaya glissando ala Patrick Moraz melalui Solina Strings pada interlude lagu dangdut tersebut.Setidaknya hal ini bisa disebut sebagai sebuah music humor.,Walaupun tidak sesinting music humor ala Frank Zappa,namun sajian music Warkop yang didukung sederet pemusik berkualityas adalah catatan tersendiri disepanjang karir Warung Kopi Prambors.
Dalam catatan saya beberapa pemusiki papan atas negeri ini telah ikut memberikan kontribusi dalam kaset lawak Warung Kopi diantaranya Rezky Ichwan,Dodo Zakaria,Narendra,Gilang Ramadhan,Mates ,Sonny Soemarsono,dan banyak lagi.
Bahkan di tahun I988 Harpa Record merilis album musik perdana Warung Kopi bertajuk “Kunyanyikan Judulku”.Warkop betul-betul bernyanyi.Ada 10 lagu yang dibawakan,dengan gaya dangdut,disko hingga blues sekalipun.Ditulis oleh Yan Roesli,Dian Soneta,Sonny Soemarsono,Oddie Agam dan lirik yang ditulis wartawan music Yudhi NH.
Rasa rasanya apa yang dicapai Warkop saat ini belum ada yang menggantikan saat sekarang ini.Bahkan kaset lawak pun tak pernah lagi diproduksi.Padahal kita masih membutuhkannya untuk sekedar tertawa…..gerrrrrr.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s