Mengenang Ellya Khadam (1928 – 2009)

Posted: November 21, 2013 in Kisah, Obituari

Suaranya meliuk-liuk.Kadang menukik tajam dan melesat.Penuh kelokan.Agak glissando.Dan pemilik suara itu adalah Ellya Agus,Ellya Harris dan terakhir lebih dikenal sebagai Ellya Khadam.Namanya konotatif dengan “Boneka dari India” yang diaku sebagai lagu ciptaannya.Tapi,sesungguhnya,Ellya yang memiliki nama asli Siti Alya Husnah ,hanya menulis liriknya saja.Karena melodinya jiplakan dari sebuah lagu India yang diambil dari soundtrack film India kesohor di paruh era 50-an. Hal ini dibenarkan oleh Munif Bahasuan, yang pernah menjadi partner duet Ellya Khadam pada era 60an.”Lagu Boneka dari India itu memang aslinya diambil dari lagu India” imbuh Munif Bahasuan.

ELLYA

Apa boleh buat lagu itu akhirnya menjadi lagu “tanda tangan” Ellya.Hal semacam ini lalu berulang lagi di paruh 70-an ketika A.Rafiq tetangganya di Citayam Bogor, mengaku sebagai pencipta lagu “Pengalaman Pertama” dan “Pandangan Pertama“,padahal seperti halnya Nyonya Khadam,lagu itu pun merupakan plagiat dari lagu India.Ya…..sekali lagi apa boleh buat ?.

Situasi politik Jakarta sejak akhir 1950-an sampai awal 1960-an dalam keadaan bergolak. Bung Karno, yang baru saja mengeluarkan Dekrit Presiden kembali ke UUD 1945 setelah mendepak demokrasi liberal, mengajak rakyat menjadi kekuatan progresif revolusioner.

Bung Karno pun menghujat kebudayaan Barat, seperti dansa-dansi di Ball Room, rock n’ roll, serta The Beatles yang diledek sebagai ngak-ngik-ngok.Koes Bersaudara dianggap dekaden dan terhempas tiada daya ke penjara. Semua yang berbau Barat dibabat habis habisan tanpa tersisa.

Walhasil, Orkes Melayu menjadi tontonan yang paling digandrungi khayalayak antara lain main di pelbagai pesta hajatan, mulai dari pesta pernikahan hingga khitanan. Disinilah mulai mencuatl penyanyi Melayu, Ellya Agus, yang setelah dipersunting seorang pria India lalu ganti nama menjadi Ellya Khadam.

Arkian, gadis Kampung Kawi, Pedurenan, Jakarta Selatan, itu mulai berkarir di dunia tarik suara bermuasal dari balik jendela.Kejadianyya berlangsung di di Kwitang, Jakarta Pusat, di rumah seorang keturunan Arab. Ellya tidak menyanyi di atas pentas, melainkan mikrofon diangsurkan padanya yang sedang duduk bersimpuh di balik jendela.Sosoknya pun kian sohor dan harum.Gadis kelahiran 1928 itu bahkan menaklukkan penyanyi sohor Melayu saat itu, seperti Johana Satar maupun Hasnah Tahar.

Albumnya bertajuk “Boneka dari India” yang berisikan lagu lagu seperti “Boneka dari India”,”Seia Sekata”,”Pandangan Menggoda” maupun “Harapan Hampa” menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kelas bawah negeri ini.

Ellya, yang mengaku mengilai lagu-lagu India seperti lantunan vokal dari Lata Mageskher, juga belajar bahasa India dari suaminya, Khadam, keturunan India. Ellya sejak 1955 sampai masa kejayaannya dalam tahun 1980-an telah merekam tidak kurang dari 400 lagu. Kecintaannya terhadap lagu-lagu berirama India terlihat dari lagu yang diciptakannya. Ia banyak meniru lagu dari film-film India yang kala itu banyak penggemarnya.Bahkan secara “tak sadar” melakukan penjiplakan atau plagiasi.
Ratusan lagu dan puluhan album telah dirilisEllya Khadam bersama iringan El Sitara,orkes Melayu yang dibentuknya pada era 70-an.
Tapi toh EllyaKhadam toh ternyata tak sendiri,Oma Irama pun melalui proses yang “konyol” itu pula,menjiplak lagu milik Ray D ev Burman hingga Laximant Pyarelal,komposer yang banyak menggubah lagu-lagu dalam film India.

Setelah lagu “Boneka dari India” jadi booming, Ellya lalu ” menciptakan” lagu Kau Pergi Tanpa Pesan yang konon sebagai ungkapan rasa rindu terhadap kekasihnya, seorang keturunan Arab, yang pergi meninggalkannya. Ellya semakin dikenal ketika bersama Orkes Malayu Chandraleka pimpinan Husein Bawafie turut mendampingi penyanyi M Mashabi dan Munif Bahasuan.. Ellya yang selalu menggubakan “sari” busana nasional India termasuk bindi itu pun terhanyut pula dalam bermain di sejumlah film nasional.Dan pada 2 November 2009 sekitar jam 20.00 WIB,   Ellya Khadam yang tak pernah lepas dengan bindi dan busana sarinya itu telah pergi untuk selamanya.
Sayup sayup masih terngiang suara khas Ellya Khadam yang terpengaruh penyanyi India legendaris Lata Maghesker :

Kemanakah ah…akan kucari
gelap terasa ah…dunia ini
bagai tiada matahari

Kau pergi tanpa pesan
kunanti tiada datang
Dimana kau kini.Dimana kau kini
aku tiada berkawan lagi
aduh du du du du…

Apakah kau tak sadar
janji suci kau katakan
Dimana kucari dimana kucari
aku tiada berdaya lagi
aduh du du du du du….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s