Chamber Jazz – Cair dan Intim

Posted: November 22, 2013 in Konser

Iwan Hasan adalah nama yang kerap dikonotasikan dengan gerakan musik rock progresif terutama ketika dia bermain bersama kelompok yang dibentuknya Discus.Andien sendiri adalah nama yang selalu diingat orang ketika melantunkan lagu-lagu beratmosfer jazz pop.Keduanya lalu membaur dalam sebuah pertunjukan bertajuk “Chamber Jazz” yang baru berlangsung malam ini di Bentara Budaya Jakarta Kamis 17 Desember 2009.Baik Iwan maupun Andien juga didukung oleh pianis Merry Kasiman,seorang sarjana musik jebolan Insitut Musik Daya serta Enggar Widodo,peniup tuba sekaligus trombone.Tugas Enggar terasa berat karena dengan tuba,Enggar harus melakukan fungsi pengganti instrumen bass.

Chamber Jazz Iwan Hasan di Bentara Budaya (Foto Denny Sakrie)

Chamber Jazz Iwan Hasan di Bentara Budaya (Foto Denny Sakrie)

Jazz yang ditampilkan Iwan Hasan memang tidak ruwet.Cenderung manis,tertata rapih meskipun di panggung Iwan dengan kecanggungannya kerap menimbulkan tawa penonton.”Esensi jazz adalah improvisasi” kilah Iwan berapologi.Bahkan untuk lagu “Invitation” dalam latihan hingga reherseal sering nyaris dianaktirikan.Itu celoteh Andien dan Iwan dipanggung.Walhasil penampilan “Chamber Jazz” memang terasa cair bahkan intim.Penonton pun tampaknya terbawa dengan atmosfer semacam ini.
Dan tadi sederet komposisi standar dimainkan oleh Iwan Hasan dan kawan-kawan.”Kami senang diberi kesempatan main di Bentara Budaya ini” ungkap Andien sumringah.”Biasanya saya sering membawakan lagu-lagu yang ngepop,tapi ada kepuasan tersendiri membawakan musik semacam ini disini” imbuh Andien.”Ya musik musik yang nggak laku” tambah Iwan bercanda.
Andien pun mengalunkan “Invitation” karya Bronislau Kaper dan Paul Francis Webster yang terdapat dalam film “Invitation” (1952) yang dibintangi Dorothy McGuire dan Van Johnson.Atmosfer yang “lush” merendam permukaan lagu ini.Suara Andien patut di puji malam ini bersama “Chamber Jazz”.Vokal Andien hanya diiringi oleh gitar Gibson hitam yang dipetik Iwan Hasan.

ih2
“My Favorite Things” yang bermuasal dari soundtrack film “Sound Of Music” oleh Julie Anndrews (1965) dilantunkan dengan gaya yang menggemaskan oleh Andien .
Cream colored ponies and crisp apple streudels
Doorbells and sleigh bells and schnitzel with noodles
Wild geese that fly with the moon on their wings
These are a few of my favorite things
Penonton yang memenuhi ruangan Bentara Budaya pun memberi aplause.Termasuk ketika Iwan Hasan dengan gitar akustik berduet dengan tiupan trombone Enggar dalam komposisi “Blue Bossa” karya Kenny Dorham.Di lagu ini Iwan bahkan mencoba berscat singing sambil memetik gitar.Komposisi ini memang banyak memberikan ruang untuk berimprovisasi.Sebuah karya standar dengan kekuatan pada melodi yang ajaib.
Andien pun memperlihatkan kelenturannya menyanyikan lagu karya Alan Jay Lerner dan Frederick Loewe “My Fair Lady :Wouldn’t Be Loverly ?” :
All I want is a room somewhere
Far away from the cold night air
With one enormous chair
Oh, wouldn`t it be lovely ?

Lots of chocolate for me to eat
Lots of coal makin` lots of heat
Warm face, warm hands, warm feet
Oh, wouldn`t it be lovely ?
Di kesempatan lain Iwan Hasan pun memamerkan ketrampilannya memetik gitar harpa bersenar 21 yang dibuat khusus untuknya oleh John Doan,guru Iwan Hasan saat mengenyam pendidikan musik di Amerika Serikat.

IH3
Andien yang pernah lama dibimbing Elfa Secioria melantunkan dua lagu yang dipopulerkan Sergio Mendes yaitu “So Many Stars” dan “Water of March” dengan aroma musik Brazillian yang eksotis.Lagu “Water of March” itulah yang mengunci sajian “Chamber Jazz” di Bentara Budaya Jakarta.Sebuah sajian langka di tengah riuhnya belantara industri musik pop belakangan ini.Sekeluarnya dari ruangan Bentara Budaya Jakarta,terasa oase yang segara menyelubungi benak penonton.Bahwa ternyata Iwan Hasan tak harus dikonotasikan dengan musik yang komplikatif atau Andien tak mesti harus berdesah ala smooth jazz

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s