Mengenang Sekeping Peristiwa di bulan Desember 1983

Posted: Desember 5, 2013 in Kisah

Ketika membuka dan bongkar-bongkar tumpukan foto yang teronggok di box plastik di rumah saya,untuk dipilih sebagai ilustrasi buku saya nanti “100 Tahun Musik Indonesia 1905 – 2005” yang bakal diterbitkan GagasMedia, saya kembali menemukan foto penyanyi rock sohor era 70an Deddy Stanzah.Foto ini bukan hasil jepretan saya, bahkan hingga detik ini saya tidak tahu siapa fotografer foto Deddy Stanzah ini.Kenapa foto ini bisa ada ditangan saya ?

Nah, itulah yang akan saya tuturkan .Foto ini saya terima dipertengahan bulan Desember tahun 1982 di Makassar.Saat itu saya masih bermukim di kota Anging Mamiri, saya kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin.

Sampai saat ini saya belum mengetahui siapakah fotografer yang membuat foto tentang almarhum Deddy Stanzah ini.(Dokumentasi Denny Sakrie).

Sampai saat ini saya belum mengetahui siapakah fotografer yang membuat foto tentang almarhum Deddy Stanzah ini.(Dokumentasi Denny Sakrie).

Saat itu saya dan teman-teman dari alumni SMA Negeri 1 Makassar angkatan tahun 1982 mengadakan sebuah konser rock tutup tahun yang berlangsung selama dua malam berturut-turut yaitu tanggal 31 Desember 1983 dan 1 Januari 1984 di Gedung Olahraga Mattoanging di Jalan Cenderawasih Makassar.Konser rock itu selain menampilkan band-band lokal seperti Ground Fire dan Dekres, juga mengundang band-band rock dari Jakarta dan Bandung, ada Acid Speed Band yang membawakan lagu-lagu The Rolling Stones, ada Tony Wenas yang mewakili Solid’80,juga ada Aba Bong dari Bandung serta duo legendaris Deddy Stanzah dan Gito.

Saat itu saya kebagian tugas sebagai Humas.Lalu saya membuat press release untuk acara tersebut,serta menulis sejumlah artikel tentang acara tersebut di koran-koran lokal seperti Pedoman Rakyat,Tegas  dan Harian Fajar.Dari setiap pemusik dan band yang tampil telah menyertakan foto-foto untuk keperluan promosi acara.

Salah satu foto tersebut adalah foto Deddy Stanzah tengah berpose santai dengan tatapan yang tajam.Foto inilah yang kemudian dipakai untuk pembuatan leaflet serta dipakai sebagai illustrasi tulisan-tulisan saya yang dimuat di koran-koran Makassar saat itu. Jelas foto Deddy Stanzah ini banyak menyimpan kenangan yang tak mungkin terlupakan sepanjang hayat dikandung badan. Hingga akhirnya saya menemukan foto itu kembali  di bulan Desember 2013, tepat 30 tahun yang silam.

Iklan
Komentar
  1. dizal berkata:

    jari dan jempol tangan digoyang, jari dan jempol tangan digoyang, sertaa kepalamuuu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s