Didadaku Ada Dodo

Posted: Desember 7, 2013 in Obituari, Sosok
Kawan seandainya dunia ini tak lagi berputar 
yah, habislah kita  terkubur'
semua kembali menghadap yang Esa
lalu kemana kita akan  ditempatkan sebagai imbalan?
surga atau neraka?
coba tanyakan pada hati  yang paling dalam
sudah cukupkah bekal untuk kesana nanti?
 Penggalan lirik lagu Lalu Kemana yang ditulis dan dinyanyikan Dodo  Zakaria berduet dengan Vina
Panduwinta kembali terngiang-ngiang di kepala saya  manakala mendengar berita berpulangnya Dodo
Zakaria pada Senin 22 Oktober 2007,  jam 15.40 WIB di Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Lagu yang terdapat
pada album  solo perdana Dodo Zakaria bertajuk Malissa itu, tanpa terasa telah genap  21 tahun. 
 Almarhum Dodo Zakaria Sujadi yang dilahirkan 7 Juli 1960 itu patut diakui  acapkali menorehkan sejumput
lirik yang memiliki kedalaman makna, walau pun ia  terkadang menjejalkan lirik yang cenderung
berkonotasi jenaka. Contoh yang  paling tepat adalah tembang Lalu Kemana, yang seolah diciptakannya
untuk  mengiringi kepergiannya menghadap Sang Khalik.
 Tak syak lagi, Dodo Zakaria merupakan seniman musik yang terampil dan piawai.  Dia adalah pianis yang
mumpuni. Dia juga komposer yang andal. Lihatlah, nyaris  sebahagian besar penyanyi sohor negeri ini
telah menyanyikan karya-karya Dodo  mulai dari genre pop hingga rock sekalipun, seperti Vina
Panduwinta, Utha  Likumahuwa, Kiki Maria, Dian Pramana Poetra, Deddy Dhukun, Achmad Albar, Nicky 
Astria, Neno Warisman, Fariz RM, Malyda, Euis Darliah, dan Gito Rollies. Artis  lainnya yang juga
menyayikan karya almarhum, adalah Deddy Stanzah, Tika Bisono,  Lydia & Imaniar, Peter F Gontha,
Syaharani, Iis Dahlia, January Christy,  Andi Meriem Mattalatta, Chrisye, Grace Simon, Emiliia
Contessa, Irianti  Erningpraja, Ismi Aziz, Henry Manuputty, Molluccas, Glen Fredly, dan Ratu.  Sebagian
di antaranya 
 menjadi hit besar, seperti Di Dadaku Ada  Kamu dan Kumpul Bocah melalui Vina Panduwinata maupun Esokkan 
Masih Ada dan Mereka Bukan Kita dari Utha Likumahuwa.
 Bina Musika
Denting dan alunan musik telah menyita perhatian Dodo  Zakaria sejak kecil. Instrumen piano yang elegan
merupakan tambatan hati Dodo  dalam bermusik. Dodo tak hanya menyukai musik klasik, tapi juga menyimak
pop,  rock, bahkan yang beraroma tradisional. Kesenangannya terhadap musik kian  berbuncah, ketika Dodo
ikut bergabung dalam Bina Musika yang diasuh oleh Agus  Rusli dan Obby. Dalam Bina Musika, Dodo lalu
tergabung dalam sebuah Combo Band  yang sempat tampil secara berkala di TVRI. Formasi Combo Band ini
adalah  Dodo Zakaria (keyboard), Erwin Gutawa (bass,piano), Yoyok (saxophone), dan Cendy  Luntungan
(drum). Kelak, keempat pemusik belia ini menjadi bagian dalam kancah  musik tanah air.
 Beruntung, Dodo Zakaria memiliki orang tua yang memberikan restu bermain  musik pada anaknya. Ketika
masih duduk di bangku SMP, dia telah diajak bergabung  dalam grup rock asal Malang, Ogle Eyes, yang
didukung almarhum Mickey Michael  Merkelbach dan Lexy Rumagit. Dodo memang juga sangat menyukai musik
rock. Ia pun  sangat mengagumi jago keyboard, seperti Jon Lord dari Deep Purple, hingga Keith  Emerson dari
Emerson Lake & Palmer.
Di tahun 1977 Dodo Zakaria bergabung dalam Kaloka Band bersama  Opop (drums),Emmand Saleh (gitar),Jack Kasbi (bass)daYusuf Alwi (vokal).
 Tak hanya rock, Dodo pun mulai mencicipi musik jazz dengan bergaul dalam  komunitas Jopie Item, Abadi
Soesman, Wempy Tanasale, Alex Faraknimela, dan Karim  Suweilleh. ''Saya kagum dengan mereka. Mungkin,
karena mereka mampu memadukan  jazz dan rock dengan bagus,'' tutur Dodo Zakaria. Ketika duduk di bangku
SMA,  Dodo mulai bermain di klab-klab malam yang tumbuh bak jamur di Jakarta, seperti  Latin Quarter, LCC,
hingga Tropicana. Saat itu ia bergabung bersama Emmand Saleh  (gitar), Opop (drum), serta Roedy Damhudi (vokal).
 Suatu ketika, di saat manggung di klab LCC, tiba-tiba Dodo dikunjungi  pemusik Billy J Budiardjo yang saat
itu tengah mencari seorang pianis untuk  mendukung album perdana Ebiet G.Ade di tahun 1978. ''Saya
meminta pada Billy  agar dicarikan pemain piano yang memiliki nuansa klasik,'' tutur Ebiet G Ade.  Dan,
setelah melihat permaianan pianonya, Ebiet langsung merasa cocok. Jika Anda  menyimak permainan
akustik piano yang bening pada lagu Berita Kepada  Kawan, Camellia 1, dan Lagu untuk Sebuah Nama milik
Ebiet G  Ade, maka itulah permainan piano Dodo Zakaria.
 Sejak saat itulah, Dodo mulai banyak tampil sebagai pianis, arranger,  bahkan komposer pada sederet artis
yang bernaung di bawah bendera Jackson  Records & Tapes, seperti Kiki Maria, Vina Panduwinata, Utha
Likumahuwa,  Franky & Jane, Henry Manuputty, Dian Pramana Poetra, dan banyak lagi.
 Masuk jazz rock
Menguak dasawarsa 80-an, Dodo kembali terkait dalam  sebuah grup band. Kali ini sebuah band bernuansa jazz
rock dengan dominasi alat  tiup yang kemudian diberi nama Drakhma. Drakhma yang diambil dari nama mata
uang  Yunani ini terdiri dari Dodo Zakaria (keyboard), Dani Mamesah (drum), Ricky  Basuki (vokal), Rudy
Gagola (bass), Giedon Tengker (gitar), Wawan Tagalos  (trombone,flute), Chalik (saxophone) dan Eddy
(trumpet), serta sederet penyanyi  latar wanita: Rieta Amelia, Uce Anwar, Christine Budiardjo, Daisy
Maengkom, dan  Eva Diana Sari. Kelompok ini sempat merilis tiga album masing-masing bertajuk  Hari Esok,
Citra Bahagia, dan Tiada Kusadari.
 Sayangnya, memasuki 1985 formasi Drakhma yang juga sempat didukung Jelly  Tobing dan Ekki Soekarno, ini,
mengalami keretakan. Dani Mamesah dan Ricky  Basuki membentuk kelompok Niagara. Rudy Gagola dan Rieta
Amelia bersolo karier,  dan Dodo Zakaria diajak bergabung dalam grup rock God Bless. Sayangnya, ketika 
bergabung bersama Achmad Albar, Ian Antono, Donny Fattah, dan Teddy Sujaya, God  Bless lebih sering
menyanyikan lagu-lagu mancanegara milik Def Leppard, Kiss,  Bon Jovi, Van Halen, Autograph, Opus, dan
lain sebagainya. Karena tak memiliki  aura kreatif dalam berkarya, Dodo akhirnya mengundurkan diri dari
God Bless.
 Dodo akhirnya memang lebih intens dalam berkarya. Lagu-lagunya kian banyak  dinyanyikan penyanyi era
80-an hingga 90-an. Ia pun ikut aktif tergabung dalam  wadah Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan
Penata Musik Indonesia  (PAPPPRI). Kepeduliannya terhadap perkembangan musik pop Indonesia telah pula 
diwujudkannya dalam kompetisi bertajuk Indonesia Song Festival 2006  (Insof) yang digagasnya untuk
menjaring bakat-bakat baru dalam dunia karya cipta  lagu Indonesia.
 Dodo Zakaria memang telah pergi untuk selamanya. Namun, karya-karyanya tetap  menggema. Di dada kita ada
Dodo Zakaria. Di kejauhan terdengar harmoni vokal  Lydia dan Imaniar menyanyikan Ironi, lagu yang
ditulis Dodo Zakaria dan  sahabatnya James F Sundah :
Kucoba untuk dapat menerima semua kodrat  ini
sampai di batas waktu yang ku sendiri pun
tak pernah tahu.

 Diskografi
 Album Solo
1.Malissa (Aquarius Musikindo 1986)
2.D.D.O (Atlantic  Records 1990)
3.20 Karya Sukses Dodo Zakaria (Union Artist 1990)
4.A Touch  Of Dodo Zakaria (Target Pop - Unreleased)
 Bersama Drakhma
1.Hari Esok (Sky Record 1980)
2.Citra Bahagia  (Sky Records 1982)
3.Tiada Kusadari (RCA Records 1984)
 Penata Musik
1.Pelangi - Deddy Stanzah (Sky Record 1979)
2.Citra  Pesona - Vina Panduwinata (Jackson Records 1983)
3.Aku - Rieta Amelia (Union  Artist 1984)
3.Lorong-lorong Hitam - Jayanthi Mandasar (Bens & Olympindo  1985)
4.Imajinasi Titi Dwijayati (Jackson Records 1985)
5.Esok Milik Kita  - Kiki Maria (Jackson Records 1985)
6.Catatan Si Boy (Team Records  1987)
7.Goyah - Gito Rollies (Sokha 1988)
8. Duet Plus (Eka Records  1988)
9. Dengar-dengarlah, Jawab-jawablah (Atlantic Record 1989)
10  Kolaborasi- Peter F Gontha (HP Records/Musica Studio 2000)
 Album Kompilasi 
1.Festival Lagu Populer Indonesia 1982 (DD  Records)
2.Festival Lagu Populer Indonesia 1985 (Irama Asia  Records)
3.Kharisma Indonesia (Atlantic Records 1989)

Music Score
1. Idola Remaja, PT Rapi Film (1985)
2. Catatan Si  Boy, PT Bola Dunia Film (1987)
3. Tatkala Mimpi Berakhir, PT Virgo Putra Film  (1987)
4. Cinta Anak Zaman, PT Virgo Putra Film (1988)
5. Terang Bulan di  Tengah Hari, PT Rembulan Semesta (1988 )
(Denny Sakrie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s