Memutar (Kembali) Kaset Badai Pasti Berlalu dan Guruh Gipsy

Posted: Desember 14, 2013 in Liputan

Bulan lalu seorang anak muda bernama Dimas Ario menghubungi saya.Dimas meminta kesediaan saya untuk menjadi moderator dari sebuah event talk show atau diskusi musik yang diberi tajuk “Putar Kembali Kaset Badai Pasti Berlalu dan Guruh Gipsy”.Lalu saya balik bertanya ke Dimas Ario sesbetulnya apa tujuan menyelenggarakan acara Putar Kembali ini ? Jangan-jangan nantinya hanya akan terjebak dalam nuansa nostalgia belaka. Dengan ligat Dimas yang saya kenal sejak paruh era 2000an saat meminta saya menyumbangkan tulisan di majalahnya ‘Still Loving Youth” lalu mengajukan argumen : Bukan ,ini bukan acara nostalgia.kami ingin saling share antara generasi musik masa lalu tentang pengalaman dalam menuangkan kreativitasnya bermusik kepada generasi sekarang.Dan ini juga sebuah upaya agar generasi sekarang mengenal karya-karya yang telah dihasilkan oleh para pendahulunya”.

Sabtu siang 14 Desember 2013 saat saya bersama Dimas Ario dan Natasha Abigail bertemu dengam Erros Djarot di kantornya NefoNews (Foto Asra Nur)

Sabtu siang 14 Desember 2013 saat saya bersama Dimas Ario dan Natasha Abigail bertemu dengam Erros Djarot di kantornya NefoNews (Foto Asra Nur)

Saya lalu menyetujui konsep acara diskusi musik yang digagas Dimas Ario dan kawan-kawannya itu.Disepakati acara Putar Kembali ini akan berlangsung pada hari minggu 15 Desember bertempat di sebuah kafe dikawasan Gandaria Jakarta Selatan.Lalu Dimas mengajukan nama-nama seperti Erros Djarot dan Yockie Surjoprajogo mewakili penggarapan kaset Badai Pasti Berlalu, serta Guruh Sukarno Putra dan Keenan Nasution.

Saya kemudian menawarkan diri untuk menghubungi keempat  narasumber.Akhirnya  narasumber yang menyatakan siap untuk berbicara adalah Yockie Surjoprajogo dan Erros Djarot.Keenan Nasution tidak bisa hadir karena telah mempunyai jadwal yang sama dengan penyelenggaraan diskusi musik.Dan yang paling susah untuk dihubungi adalah Guruh Sukarno Putra.Dimas Ario dan tim berkali-kali menyambangi Guruh di kediamannya di Jalan Sriwijaya No.26 Jakarta Selatan tapi  tetap tak berhasil.

Roni Harahap saat ditemui Dimas Ario dan Natasha Abigail pada kamis 12 Desember 2013 (Foto Dimas Ario)

Roni Harahap saat ditemui Dimas Ario dan Natasha Abigail pada kamis 12 Desember 2013 (Foto Dimas Ario)

Asisten Guruh beberapa kali mengajukan alasan bahwa Guruh belum memiliki kepastian tentang jadwalnya yang telah tertata.Dan sampai hari ini Guruh tetap belum memberikan kepastian iya atau tidak. Akhirnya saya mengusulkan ke Dimas Ario agar menghubungi Roni Harahap pianis Guruh Gipsy sebagai pengganti Guruh sekaligus Keenan Nasution yang berhalangan. Roni Harahap selain memainkan keyboard dan piano dalam kaset Guruh Gipsy, dia juga menulis dua lagu dalam kaset tersebut yaitu Indonesia  Maharddhika dan Chopin Larung.”Kedua melodi lagu itu gua yang tulis.Liriknya baru Guruh yang tulis” tukas Roni Harahap.

Sebelumnya ketiga narasumber yaitu Yockie,Roni Harahap dan Erros Djarot telah kami sambangi secara terpisah.Ini untuk lebih memudahkan alur pembicaraan dalam talk show tersebut pada hari minggu 15 Desember besok.Pada intinya ketiga narasumber sepakat untuk tidak terhanyut dalam arus nostalgia saat melakukan perbincangan tentang album Badai Pasti Berlalu dan Guruh Gipsy nanti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s