Genggong, Lintas Bahasa, Lintas Bangsa

Posted: Desember 20, 2013 in Musik Indonesia, Sosok

Ini adalah kelompoknya Sawung Jabo……..Genggong.”Genggong adalah kelompok lintas bahasa,lintas bangsa” ujar Sawung Jabo tentang Genggong yang terdiri atas Sawung Jabo,Ron Reevees,Kim Sanders,dan Reza Rachman.
Karena Genggong ,para anggotanya justeru terdiri dari para pemusik asal berbagai negara,seperti Indonesia, Australia, Turki, dan Bulgaria.

Kelompok Genggong

Kelompok Genggong

Genggong adalah grup kesekian dari pengembaraan Johan,nama asli Sawung Jabo,sejak Sirkus Barrock,Kantata Takwa,Swami,Dalbo dan entah apalagi.Almarhum Rendra yang membernya nama panggung Sawung.Rendra pula yang memberi nama Areng untuk Areng Widodo.
Genggong memang seperti pertemuan arus Barat dan Timur.Perangkat musik Barat teronggok seperti gitar, perkusi, drum, flute, saksofon, dan sebuah bagpipe yang melahirkan bunyi-bunyi nada mirip synclavier-instrumen musik khas Skotlandia siap untuk digaungkan bersanding dengan tabuh tabuhan perangkat tradisional Indonesia .
Di Genggong Jabo menyusupkan anasir humor yang bikin geli.
Semisal, sederet lagu yang dilantunkan Jabo seperti Garuk-garuk Sampai Ngantuk, Kontal-kantil Kentul, Sweet Kambing Guling, dan tak ketinggalan Tut-tat-tit-tut. Sebuah kenorakan yang kerap pula disuguhkan Frank Zappa.Ujung ujungnya memang menghibur namun juga mengendapkan sebuah renungan sebetulnya.
Genggong ditetaskan di Sidney,Australia.Genggong sebuah kelompok musik yang oleh Jabo selalu diartikan sebagai grup pemusik dengan tagline: Not Just Music.

Album Genggong yang dirilis Musica Studios

Album Genggong yang dirilis Musica Studios

“Main musik, itu jelas.Itu pasti.Tetapi, bagi GengGong, itu hanya merupakan satu fungsi saja. Lainnya adalah keinginan bersama untuk bisa mengembangkan musik tradisi-baik itu Barat, Aborigin, serta tentu saja Indonesia dan itu bagi saya berarti musik gamelan,” papar Sawung Jabo.
Terbentuk awal tahun 1999 di Sidney, GengGong lahir atas prakasa Jabo yang ingin mengumpulkan kembali sejumlah musisi Indonesia yang-katanya-suka “berkeliaran” tanpa arah di Australia khususnya di Sidney. Sejak permulaan, kata Jabo, GengGong sudah dikonsep sebagai sebuah grup terbuka yang mau menerima partisipasi para pemusik Barat. “Itulah sebabnya, sejumlah musisi Australia lalu bergabung bersama kami,” jelasnya.

Kini, setelah hampir dua tahun berkiprah di blantika musik Australia, GengGong dimotori Jabo pada gitar, perkusi, bedug, bonang, dan sebagai lead vocalist, Reza Achman (drum, perkusi, gendang Batak, dan vokal), Kim Sanders yang berdarah campuran Turki-Bulgaria (bagpipe, flute, saksofon), Ron Reeves (gendang Sunda, alat tiup Aborigin, vokal, dan perkusi), dan tak ketinggalan Monica Willy (penari Topeng dan vokal).

Cakram padat Genggong

Cakram padat Genggong

Lho kok ada penari segala ?
“Itulah yang dimaksud dengan Not Just Music.Gak hanya musik sejak awal kami sudah mengatakan, GengGong tak sekadar main musik alias not just music. Jadi, sekali naik pentas di panggung, kami bisa main musik, jejogedan nari, dan melucu,” jtukas Jabo tangkasi. Uniknyak, untuk urusan penggrarapan aransemen-semua anggota grup GengGong ini mengerjakan hal itu secara bersama-sama. Ada kebersamaan disitu tampaknya.
Menurut Jabo, sambutan publik Australia terhadap kehadiran GengGong cukup melegakan. Pernah, misalnya, GengGong diundang tampil di forum Wolrd Music Festival di New South Wales.
“Reaksi penonton luar biasa, karena di tengah permainan kami mereka nekat naik ke pentas untuk berjoged bersama kami. Lebih jauh, di antara mereka malah ada yang mulai menitikkan air mata karena tersentuh oleh musik GengGong,” tutur Jabo bangga.
Memempelaikan musik gamelan dan instrumen Barat. Inilah yang kini tengah dikerjakan grup musik Australia bernama GengGong pimpinan Sawung Jabo asli Indonesia.
Unsur paling menonjol pada musik GengGong adalah beat-beat sederhana dari musik tradisi Indonesia-dalam hal ini gamelan-yang kemudian dipadu dengan unsur-unsur musik tradisi lain dari belahan dunia di luar Indonesia.
“Genggong mengambil, unsur-unsur musik tradisi Turki, Bulgaria, dan Barat yang berarti Australia serta apa saja yang bisa kami lebur untuk kemudian dibuat komposisi-komposisi baru tanpa harus memaksakan, seperti layaknya pergaulan antar manusia pada galibnya,” jelas Sawung Jabo.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s