Tika Penyanyi Oposisi

Posted: Desember 20, 2013 in Sosok, Tinjau Album

Jika anda tak mengenal sosok Tika itu berarti anda kerap terbuai musik-musik bergula yang bertebaran di tabung tabung televisi.Tika seperti anti hero. Tika selalu menentang arus.Dia selalu menghardik kelaziman.Itu yang saya tahu sejak menyimak album perdananya dulu dengan tajuk Frozen Love Songs yang kemudian bermetamorfosis menjadi “Defrosted Love Song“.Tika bertikas gelap,muram,galau dan meradang.
Sosok Tika seolah beroposisi dengan gemerlapnya para diva palsu yang mengumbar glamour dan sensasi imitasi.Tapi saya seperti disergah dengan penampilan Tika yang lebih mempanglimakan suara lirik dan dentam musik.

Tika (Foto Komunitas Salihara)

Tika (Foto Komunitas Salihara)

Tika tak ubahnya ikon yang tergurat disampul albumya “The Headles Songstress”…….bidadari tanpa kepala yang menyandang pengeras suara di tangan kanannya.Takwilnya adalah,sesungguhnya suara lebih penting dari wajah nan berpupur kepalsuan.
Lihatlah bagaimana Tika menempatkan lagu diurutan pertama pada lagu yang sama sekali terbebas dari beat bahkan terlepas dari iringan instrumen musik.Simaklah “Tentang Tirani” sebuah lagu dengan lirik yang nyata provoke dengan pola a capella yang mengingatkan saya pada eksplorasi Laurie Anderson di era silam.Di lagu ini Tika seperti ingin membuktikan bahwa suara atau resonansi mulut adalah instrumen musik tertua di dunia yang dipergunakan manusia.
Eklektika bermusik masih tetap terpancang di album ini.Pertanyaan dungu : apa sih aliran musik Tika ? justeru akan terjawab disaat kuping anda memahami ekspresi musiknya secara arif.Setidaknya disini akan terdengar ragam rentak blues,rock,jazz,march,tango,waltz,klasikal dan entah apalagi.
Begitupula dengan keragaman tema yang ditawarkan dalam lirik Indonesia dan Inggeris.Terdengar sangat provokatif.Tika tak lagi galau atawa gundah tapi dia berani menerjang dan menyergap berbagai isu yang terpampang tiap hari di sudut mata kita.

Tika - The Headless Songstress

Tika – The Headless Songstress

Ambil contoh lagu “Polpot” dimana Polpot sendiri mungkin merupakan konotasi terhadap sebuah pembantaian tak berperi kemanusiaan.Di lagu yang dikemas dalam tempo tango serta diimbuh tiupan trumpet bernuansa Spanyol,Tika ingin mengungkit perihal pembantaian intelektualitas massal oleh the magic box a.k.a televisi. Sebuah metafora yang cerdas :

Lady drama queen is getting hair and make up
Jerk you off with her tears
And redemption is for sale on channel 9
Heaven on channel 2
Loved into hyper reality

Lalu pandangan stereotipikal masyarakat terhadaphomoseksualitas yang terekam gamblang dalam lagu “Clausmophobia” : hipokrisi.
Tika pun menyindir perihal pola tingkah pseudonomik para selebritis yang dahaga popularitas dalam lagu “Red Red Cabaret” dengan ditingkahi style musik era 1930-an :

Yes,I’m the starring role
You ain’t got nothing on me

Ini masih ditambah lagi dengan lagu bernuansa provokatif “Mayday” yang cenderung ke zona kaum buruh.
Simaklah liriknya yang lugas dan gamblang :

And we are the one who who work their fields
And we are the one who who fight theirwars
And we are the one who who drop their bombs
And we are the one to cut this crap
And we are the one to bring the hell
Labour of the world unite

Tapi Tika tetap pula menyodorkan tema romansa namun dengan pola penulisan lirik yang tak seragam.Idiomnya beda .Simak “Waltz Muram” :

Ku dilanda badai rindu
Oh logika lindungi aku
Beri aku amnesia
Ku tak mau ingat dia.

Sebuah kepedihan cinta yang tak dangkal tentunya.
Menyimak album ini,kita seolah bertualang pada megarnya rimba lirik yang ekspresif serta musik yang beratmosfer jelajah,menelusuri sekat genre yang sarat jurang mengangang di kiri kanan.
Ah,siapa bilang pemusik Indonesia kualitasnya menurun ?

Tracklist

1.Tentang Tirani
2.Polpot
3.Venus Envy
4.20 Hours
5.Uh Ah Lelah
6.Red Red Cabaret
7.Ol’ Dirty Bastard
8.Infidel Castratie
9.Waltz Muram
10.Tentang Perang
11.Mayday
12.Clausmophobia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s