Benyamin Sueb Menghidupkan Betawi

Posted: Desember 22, 2013 in Uncategorized

Ingin tahu budaya Betawi ? Simak saja rangkaian repertoar musik almarhum Benjamin Sueb mulai dari akhir era 60an hingga 70an.Bagi saya Benjamin tak hanya sekedar penyanyi yang doyan becanda dengan spontanitas yang tinggi dalam melahirkan karya-karya secara impromptu.

Duet Benjamin S dan Rita Zaharah (Foto Denny Sakrie)

Duet Benjamin S dan Rita Zaharah (Foto Denny Sakrie)

Tapi ada wacana atau gagasan-gagasan tentang kehidupan yang terendap dalam karya-karyanya.Benjamin bahkan menghidupkan budaya Betawi dalam konteks lagu-lagunya baik dalam nuansa pop,kroncong,gambang kromong bahkan blues rock sekalipun.

Duet Benjamin Sueb dan Ida Royani iringan The Bebi's (Foto Denny Sakrie)

Duet Benjamin Sueb dan Ida Royani iringan The Bebi’s (Foto Denny Sakrie)

Benjamin tak hanya ligat,dia pun  bukan sekedar tangkas, atau jagoan improvisasi kata  yang cerdas dari kenyataan sehari-hari kauim marjinal, namun juga sosok yang  kerap berpikir dalam bingkai logika yang jelas.

Album Benjamin S dan Rossy (Foto Denny Sakrie)

Album Benjamin S dan Rossy (Foto Denny Sakrie)

Bagi saya,setidaknya dalam benak Benjamin ada gagasan moral yang selalu dupayakan  untuk dirawat.

Benjamin adalah sosok yang apa adanya.Tanpa pernak pernik.Tanpa gincu.Caranya menulis lagu, yang bisa lahir di mana saja, barangkali bisa menjadi gambaran bahwa Benjamin berupaya tampil  tanpa bumbu-bumbu. Lirik-liriknya yang ngejeplak,  irama yang diketemukannya, dan kadangkala ke sentimentilan yang mencuat keluar dari lagu-lagunya, di samping merupakan ekspresi yang jujur juga merupakan satu cara supaya bisa komunikatif.

Album Brang Breng Brong (Foto Denny Sakrie)

Album Brang Breng Brong (Foto Denny Sakrie)

Berpiajk pada sudut-sudut  yang apa adanya itu, dalam lagu-lagunya  Benjamin lalu  mencoba menyodorkan  pesan moral. Banyak orang dengan tidak sengaja hafal lagu-lagunya. Barangkali mula-mula karena tertarik oleh kemungkinan-kemungkinannya untuk memberi asosiasi saru, tapi lama-lama ternyata Ben berusaha mengingatkan pada sesuatu tanpa kesan mendikte. Sampai di sini orang mau tak mau jadi berpikir bahwa di balik segala kelucuan  Benjamin yang sarat  spontanitas , tersimpan disiplin yang baik untuk melempengkan kenyataan yang timpang sehari-hari. Sebuah upaya mengetengahkan kritik sosial yang sebetulnya menampar atau menjewer tapi terasa bagai sebuah anekdot yang mengocok perut.Maka tak heranlah jika suatu kali  pemusik  Mus Mualim mengungkap kata : “Hanya satu yang tidak diketahui orang tentang Benyamin. Dia menghidupkan lagu Betawi yang nyaris mati, itu jasanya. Sebaiknya memang kepadanya diberikan penghargaan”. Benyamin sendiri tak bisa berkata-kata terhadap hal ini. Barangkali ia tidak tahu benar apakah dia menggali atau mengacaukan kebudayaan Betawi.

Album Tukang Delman (Foto Denny Sakrie)

Album Tukang Delman (Foto Denny Sakrie)

Tipikal kebiasaan orang Betawi memang tampak jelas dalam lagu-lagu yang ditulis sekaligus dinyanyikan oleh Benjamin.Pendek kata, Benyamin adalah orang Betawi yang ikut menggali kebudayaan Betawi. Walaupun itu dilakukan dengan caranya sendiri, tapi memang kebanyakan orang Betawi cara hidupnya seperti yang dinyanyikan oleh Benyamin : Sok keren, tapi tidak mau kerja. Di sinilah baiknya Benjamin. Ia tidak hanya menunjukkan kelakuan orang Betawi tapi juga memperlihatkan pada orang Betawi bahwa cara yang semacam itu bisa terlintas, zaman. Sebetulnya tidak fair jika kita hanya menyoroti sosok  Benjamin saja ,akan n tetapi  para penulis dan pengarang lagunya juga ikut berjasa.

ben6

Namun hal yang melegakan  bahwa Benjamin tetap bertahan dengan Kebetawiannya. Ia tidak tergoda menyanyikan lagu selain dengan gaya dan lagu Betawi. Walaupun iramanya hard rock tapi syairnya letap Betawi, bahkan lagu Melayu pun gayanya tetap Betawi. Itulah yang menyebahkan dia tetap bertahan di hati masyarakat Betawi.Rasanya memang tak berlebihan jika kemudian banyak yang berkata bahwa Benjamin adalah sosok penyaksi,yang kemudian potret-potret kesaksiannya itu diperam dalam bentuk lagu dengan musik yang cenderung eklektik.

Album Benjamin dan Rita Zaharah "Ngelamar" (Foto Denny Sakrie)

Album Benjamin dan Rita Zaharah “Ngelamar” (Foto Denny Sakrie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s