Betulkah Diskorina Majalah Musik Pertama Indonesia ?

Posted: Desember 23, 2013 in Kisah, Koleksi

Betulkah majalah Diskorina yang terbit di Yogyakarta pertamakali pada tahun 1958 adalah majalah musik pertama di Indonesia ? Boleh jadi iya,walaupun pada saat itu pada sampul depan Diskorina tertera tagline madjalah umum bagi para remadja tapi isi sebagian besar Diskorina adalah berita tentang yang berkaitan dengan penyanyi,pemusik dan kelompok musik baik lokal maupun internasional.Selain itu DISKORINA juga dilengkapi dengan lirik-lirik lagu baik Indonesia maupun Barat serta chart lagu terpopuler dunia saat itu dalam rubrik Puntjak Tangga Lagu2, dan nama ini berubah menjadi Top Hits pada tahun 1967.

Pada bagian tengah majalah Diskorina yang berukuran seperti buku tulis ini selalu terselip semacam pin-up dengan foto-foto berwarna (diwarnai ?) dari para penyanyi,pemusik dan bintang film yang lagi tenar saat itu.

Ini adalah foto yang terletak dibagian tengah majalah.Terlihat foto Rachmat kartolo dan Alfian (Foto Denny Sakrie)

Ini adalah foto yang terletak dibagian tengah majalah.Terlihat foto Rachmat kartolo dan Alfian (Foto Denny Sakrie)

Saat itu berita atau informasi tentang pemusik luar negeri sangatlah minim, apalagi saat itu rezim Orde Lama sangat tidak menyukai musik Barat yang oleh Presiden Soekarno disebut sebagai musik ngak ngik ngok.Jika ingin mendengarkan perkembangan lagu-lagu Barat terbaru maka harus rajin rajin nguping siaran radio luar negeri seperti ABC Australia,Hilversum Belanda atau VOA Amerika.Jika para remadja yang berada atau the haves mereka mungkin bisa menyimak melalui piringan hitam yang dibawa oleh para orang tua mereka yang berdinas atau melancong ke mancanegara.

Madjalah Diskorina edisi 3 tahun 1966 yang diterbitkan di Yogyakarta (Foto Denny Sakrie)

Madjalah Diskorina edisi 3 tahun 1966 yang diterbitkan di Yogyakarta (Foto Denny Sakrie)

Maka jadilah Diskorina sebagai satu-satunya majalah musik yang digandrungi oleh para remaja Indonesia.Ingat Diskorina ini justru muncul dari Yogyakarta, bukan Jakarta atau Bandung yang bisa dianggap sebagai kota yang paling duluan menyerap tren lifestyle atau musik.Ini tentu merupakan hal yang menatik yang patut dicatat.Bahkan menurut sahabat saya Pandu Ganesa majalah Diskorina terbitnya belumlah stabil :”terbitnya asal ingat saja, bisa bulanan, bisa 3 bulanan ,pernah juga setahun hanya terbit sekali “. Tapi yang mengagumkan Diskorina tetap bertahan hingga akhir era 60an.

Jadi bisa anda bayangkan pada zaman itu anak muda harus menunggu terbit majalah Diskorina dalam rentang waktu yang cukup panjang.

Ini adalah foto foto kelompok musik papan atas pada tahun 1966 yaitu Orkes Pendawa dengan drummer Fuad Hassan dan Orkes Pantja Nada pimpinan Enteng Tanamal (Foto Denny Sakrie)

Ini adalah foto foto kelompok musik papan atas pada tahun 1966 yaitu Orkes Pendawa dengan drummer Fuad Hassan dan Orkes Pantja Nada pimpinan Enteng Tanamal (Foto Denny Sakrie)

Saya mencatat satu perkembangan yang cukup mengagumkan dimana sejak majalah Diskorina edisi tahun 1967 dalam boks redaksinya tercantum nama-nama koresponden Diskorina yang berada di luar negeri misalnya Bambang Nirbojo S (India), PT  Tjhai (Australia), Elizabeth Schornac (USA), R. Huitink dan  Baby v. Hill (Holland).Sementara untuk koresponden dalam negeri ada nama-nama seperti Liz Musirlan Msd,. B.A., Soerono Sunartio, Ernie & Denny, Johny Tan, Henry Tjoa, Magda Tjio, dan  Juultje Tan.Salah satu dari mereka yang bernama Denny adalah Denny Sabri yang kelak di tahun 1967 merintis mendirikan majalah musik di Bandung dengan nama Aktuil.

Adapun majalah Diskorina yang saya pampangkan disini adalah edisi no.3 tahun 1966 dengan memakai foto Titiek Puspa sebagai cover depan.Harganya tertera Rp 5.Menariknya disetiap eksemplar majalah Diskorina tercantum semacam nomer registrasi, misalnya pada edisi tahun 1966 tercantum tulisan Nomor Saudara 270436, sesuatu yang tak ditemukan lagi pada penerbitan majalah di zaman sekarang ini.

Majalah Diskorina sekarang pada akhirnya menjadi barang antik yang banyak diincar orang.Saya membeli Diskorina ini seharga Rp 25.000 di kios buku-buku bekas/antik di basement Blok M Square.

Iklan
Komentar
  1. Tony Van Java berkata:

    Saya punya Majalah VISTA edisi nomor 072 Tahun 1971 yang berisi artikel tentang OMA IRAMA dan INNEKE KUSUMAWATI.

  2. patricia berkata:

    Kang Denny, setuju gak kalo sekarang ini kita tdk punya media cetak khusus musik? Seharusnya ada lagi media seperti ini yaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s