Ketika Achmad Albar Berdangdut

Posted: Januari 8, 2014 in Kisah

Sebuah keputusan kontroversial telah dilakukan Achmad Albar disaat menerima kontrak senilai Rp 25 juta pada tahun 1979 untuk membuat album dangdut bertajuk “Zakia” yang dirilis oleh Sky Record.Saat itu Rp 25 juta adalah angka yang fantastik.

Para penggemar musik rock,terutama pencinta God Bless marah besar.Mencak-mencak.Tak terima.Namun sang rocker tetap melaju.Bahkan Achmad Albar pun mengajak Ian Antono dan Abadi Soesman untuk menggarap musiknya.

Pasal berdangdutnya Achmad Albar disebut sebagai pengkhianatan.Yang telah melacurkan jatidiri.

Lalu kenapa penggemar rock seperti kebakaran jenggot melihat ulah Achmad Albar ?Apakah sedemikian najisnya musik dangdut itu ? Apakah dangdut memang berada di kasta terbawah ?.Padahal ketika Achmad Albar menyanyikan lagu-lagu pop,toh tak ada hujatan sederas ketika dia memutuskan untuk berdangdut.

Album Dangdut perdana Achmad Albar "Zakia" dirilis Sky Record tahun 1979

Album Dangdut perdana Achmad Albar “Zakia” dirilis Sky Record tahun 1979

Saat itu memang,banyak orang yang naif,yang mengkotak-kotakan musik setara dengan status sosial.Dangdut konotatif dengan kelas bawah,working class,kaum papa,kurang pendidikan.Rock berada diatasnya,modern,lebih gaya dan lain sebagainya.

Bahkan pada paruh era 70-an sempat terjadi polemik yang berujung ke kuala pertikaian antara Benny Soebardja dan Oma Irama.Benny Soebardja yang dedengkot kugiran cadas Giant Steps menyebut Oma Irama dan dangdutnya adalah musik taik anjing (maaf !).Pertikaian ini kian memuncak ,apalagi setelah dikomporin oleh majalah Aktuil Bandung.

Namun ternyata hinaan dan sergahan dari zona rock malah menjadi tantangan bagi Oma Irama,yang kemudian menyusupkan elemen rock dalam musik dangdutnya.Sementara para rockers masih terbuai sebagai copy cat atawa impersonator band-band rock mancanegara.

Entah sengaja atau tidak,Oma Irama bahkan mengajak Ucok AKA Harahap dedengkot AKA menjadi lawan mainnya dalam film “Darah Muda”.Pertikaian antara rock dan dangut pun diangkat di film tersebut.Film ini memang sangat hitam putih.Dimana pada akhirnya musik rock yang diwakili Ucok Harahap dipatahkan oleh Oma Irama dengan Dangdutnya.

Pada era 80-an,giliran Ikang Fawzy yang diajak Oma eh Rhoma Irama bermain dalam film Menggapai Matahari dan Menggapai Matahari II (Firman Abadi Film ,1986) yang dibesut sutradara Nurhadie Irawan.

Disini Ikang Fawzy yang menjadi rockers harus tunduk pada Rhoma Irama.

Tapi entah kenapa,belum ada satu pun film film Rhoma Irama yang menampilkan sosok Achmad Albar dari God Bless.Apakah Iyek menolak “kalah” di ujung pedang dangdut Rhoma Irama ?.Nggak jelas.

Album dangdut kedua Achmad Albar tahun 1980

Album dangdut kedua Achmad Albar tahun 1980

Namun yang pasti Achmad Albar yang ayahnya adalah pemusik Gambus terkenal di zamannya itu,malah berduet dengan Elvy Sukaesih,mantan pasangan Rhoma Irama dalam berbagai album yang edar pada dasawarsa 70-an.Setidaknya Achmad Albar bermain dan berpasangan dengan Elvy si Ratu Dangdut pada film “Cubit Cubitan” (Rapi Film,1979) yang disutradarai oleh Maman Firmansyah dan “Irama Cinta” (Rapi Films 1980 disutradarai oleh Willy Willianto.

Kedua film ini memang bertema drama berlatar musik.Seperti melodrama film film India.Lihatlah film “Cubit Cubitan” yang diangkat dari lagu dangdut Koes Plus karya Murry yang bercerita tentang kisah rumah tangga suami isteri yang sudah tak seia-sekata lagi.

Syahdan.Hendra (A. Rachman Saleh,mantan Jaksa Agung RI) meninggalkan istri dan dua anaknya untuk pergi ke Jakarta. Di Jakarta dia sukses dan menikah lagi dengan sekretarisnya, melupakan anak istri di kampung. Ketika anak dan istrinya menyusul, malah diusirnya. Untung sang istri (Elvy Sukaesih) berjumpa dengan Achmad (Achmad Albar) anak muda yang akan rekaman. Jadilah Elvy rekaman dan sukses.

Film dangdut Achmad Albar dan Elvy Sukaesih "Cubit Cubitan"

Film dangdut Achmad Albar dan Elvy Sukaesih “Cubit Cubitan”

Waktu Hendra terpuruk, ia mencari anak dan istrinya. Namun anak-anaknya tidak mau menemui karena masih dendam. Mereka mau memaafkan setelah Hendra mendapat kecelakaan tertabrak mobil dan dirawat di rumah sakit.

Lalu film “Irama Cinta” sebetulnya yang menjadi pemeran utama adalah almarhum Farouk Afero dan Elvy Sukasesih,tapi entah kenapa dalam poster poster film tersebut justeru nama Achmad Albar yang sesungguhnya menjadi pemeran pembantu justeru ditongolkan laksana pemeran utama.

Film ini berkisah tentang penyanyi populerp Elvy (Elvy Sukaesih), memiliki kehidupan ganda.

Film Irama Cinta mempertemukan rocker Achmad Albar dan ratu dangdut Elvy Sukaesih (Foto Denny Sakrie)

Film Irama Cinta mempertemukan rocker Achmad Albar dan ratu dangdut Elvy Sukaesih (Foto Denny Sakrie)

Di panggung ia cemerlang,namun di rumah ia tidak bahagia karena suaminya terjerat judi dan terperangkap oleh hasutan kawannya yang ingin mengeruk harta Elvy. Rumah dan hartanya akhirnya berpindah tangan. Elvy yang sangat mencintai suaminya terguncang dan masuk rumah sakit jiwa. Sementa suaminya (Farouk) terlunta-lunta. Akhirnya Farouk minta maaf di pangkuan istrinya dan kembalilah mereka meniti hidup baru.

Memang film film dangdut diatas sangat stereotipikal.Tapi ini juga membuktikan bahwa seorang Achmad Albar ,penyanyi yang berlatar akting toh memperlihatkan kemampuan dalam zona dangdut.Lagu dangdut yang dinyanyikan Albar pun tak berkesan dipaksakan.Ibaratnya Albar memang berhasil menghidupkan sukma dangdut itu sendiri.

Lalu kenapa orang mencemooh rocker yang membawakan dangdut ? Padahal The Beatles sendiri punya lagu bernuansa “dangdut” lho dalam album Sgt Pepper’s Lonely Hearts Club Band (1967) lewat vokal George Harrison…….hayoooooo !!!!!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s