Berbagi Cerita di Pesta Ulang Tahun Guruh Sukarno Putra

Posted: Januari 16, 2014 in Kisah, Sosok, Ulang Tahun Pemusik

Majalah Tempo yang memuat tentang Guruh 35 tahun silam tepatnya tanggal 13 januari 1979 (Foto Denny Sakrie)

Majalah Tempo yang memuat tentang Guruh 35 tahun silam tepatnya tanggal 13 januari 1979 (Foto Denny Sakrie)

Minggu sore tanggal 12 Januari 2014 saya mendapat pesan pendek dari Hifdal, asisten Guruh Soekarno Putra :”Mas Denny,mas Guruh mengundang mas untuk datang ke acara ulang tahun di Sriwijaya Raya 26.Jangan lupa pakai batik ya mas ”.Alhamdulillah walaupun nyaris tiap hari seragam kebesaran yang kerap saya pakai adalah kaos musik berwarna hitam tapi saya masih menyimpan beberapa setel kemeja batik yang biasanya saya pergunakan untuk acara-acara seremonial,setidaknya resepsi pernikahan. Saya pun bersiap-siap untuk ikut berbaur dalam acara perayaan  ulangtahun Guruh yang bernama lengkap Muhammad Guruh Irianto Sukarno Putra, putra kelima Ir Soekarno,presiden pertama negeri ini dengan Fatmawati.

Kesepakatan dalam Kepekatan (Foto Denny Sakrie)

Kesepakatan dalam Kepekatan (Foto Denny Sakrie)

Seperti tahun-tahun sebelumnya,perayaan ulang tahun Guruh Sukarno Putra selalu dihadiri sejawatnya dari berbagai kalangan dan komunitas,mulai dari ranah politik,kesenian dan banyak lagi.

Tepat jam 18.00 saya sudah tiba dikediaman Guruh yang asri dan resik serta tertata rapi.Meskipun tanpa halaman,rumah peninggalan almarhumah Fatmawati ini memang bernunasa kesenian yang terasa disudut-sudut rumah, mulai dari ruang tamu hingga ke ruang tempat latihan tari serta perpustakaan yang penuh dengan tumpukan buku.Hifdal menemui saya sembari berkata :”Mas Guruh lagi beres-beres didalam”. Satu persatu tetamu mulai berdatangan,juga para awak media mulai dari media cetak hingga infotainment.Maklum biasanya di acara ulangtahun Guruh yang nyaris dirayakan tiap tahun selalu terlihat banyak pesohor, baik pesohor masa lalu maupun pesohor yang lagi hot-hotnya diberitakan di layar kaca maupun tabloid gossip.

Selepas maghrib,acara ulang tahun ini pun mulai berlangsung dengan suguhan banyak acara dari para tetamu yang memang berkutat di dunia hiburan.Usai memotong tumpeng Guruh Sukarno Putra yang pernah membuat rekaman music eksperimen di paruh era 70an Guruh Gipsy dan membentuk kelompok seni Swara Maharddhika itu menyampai seulas kata perihal perayaan ulang tahunnya yang ke 61.”    Saya sadar usia saya sudah tidak muda lagi. Misi saya sebagai manusia adalah semakin dewasa sudah seharusnya semakin bisa lebih religius lagi, terutama dalam menghadapi ajal. Semoga apa yang saya lakukan di dunia ini bisa bermanfaat bagi banyak orang. Khususnya karya-karya yang saya ciptakan,” kata Guruh.

Sosok Guruh Sukarno Putra memang tak bisa dilepaskan dengan karya-karya seni yang dihasilkannya mulai dari seni suara,seni musik hingga seni tari.Karya-karya seni Guruh memang sarat gemuruh.

Tandatangan Guruh Sukarno Putra pada bagian dalam sampul kaset Guruh Gipsy (Foto Denny Sakrie)

Tandatangan Guruh Sukarno Putra pada bagian dalam sampul kaset Guruh Gipsy (Foto Denny Sakrie)

Saat mas Guruh mulai santai menikmati sajian musik dari berbagai penjuru Nusantara,saya mendekati mas Guruh sambil menyodorkan beberapa karya-karya Guruh dalam bentuk kaset diantaranya kaset Guruh Gipsy yang lekat dengan pemeo Kesepakatan dalam Kepekatan.Saya meminta mas Guruh untuk membubuhkan tandatangannya yang mirip tandatangan sang ayah,pada bagian dalam sampul kaset Guruh Gipsy yang dirilis secara indie pada tahun 1977. Setelah itu saya menyodorkan majalah Tempo edisi 13 Januari 1979 yang sampulnya menampilkan sosok Guruh Sukarno Putra sedang mengacungkan tangan ke udara.Lalu tertera tulisan “Waduh Guruh”.Majlah Tempo saat itu menulis tentang kiprah pertunjukan seni Guruh Sukarno Putra yang berlangsung tanggal 6 dan 7 Januari 1979 di Balai Sidang Senayan Jakarta. Sebelum Guruh membubuhkan tandatangannya di sampul majalah Tempo itu, saya lalu melempar kata ke Guruh :”Mas ingat gak majalah Tempo ini dulu diedarkan pada hari senin tanggal 13 januari 1979.Persis sama dengan sekarang ini, pada hari dan tanggal yang sama.Bahkan tepat di tanggal kelahiran mas Guruh…..”.Guruh lalu mengangguk sambil menyungging senyum seraya berkata :”Iya ya…..bisa jadi begitu ya…..” ucapnya.Guruh lalu memanggil Indra Bekti yang malam itu berperan sebagai MC. “Tolong nanti kamu panggil mas Denny kedepan,dia punya cerita menarik tentang saya lewat majalah Tempo ini” pinta Guruh.

Saya diminta Guruh untuk bercerita tentang kiprah karya Guruh yang menjadi sampul majalah Tempo edisi 13 januari 1979 (Foto Denny Sakrie)

Saya diminta Guruh untuk bercerita tentang kiprah karya Guruh yang menjadi sampul majalah Tempo edisi 13 januari 1979 (Foto Denny Sakrie)

Saya pun akhirnya berdiri dihadapan para undangan berbagi cerita tentang kesamaan tanggal lahir Guruh Sukarno Putra dengan tanggal edar majalah Tempo yang memberitakan kiprah seni Guruh sekitar 35 tahun yang silam.Saya pun bercerita sedikit tentang kiprah seni Guruh Sukarno Putra yang selalu berselubung aura nasionalisme.

Usai berbagi cerita,Guruh lalu menyalami saya :”Terimakasih ya Den………”.Sejak paruh era 70an Guruh memang sosok pekerja seni yang selalu tertawan oleh kegemilangan budaya bangsa, bangsa negerinyab sendiri.Sebuah warisan dan titisan yang menurun dari sang ayah Soekarno.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s