Musical Box, Musik Lintas Generasi dan Lintas Genre

Posted: Februari 17, 2014 in Kisah, Opini

Tahun 2006 saya ditawari untuk siaran radio oleh Jaringan Delta FeMale Indonesia (JDFI) di radio FeMale dan Delta  yang saat itu melakukan siaran di Gedung Perkantoran  Ratu Plaza Jalan Jenderal Sudirman Jakarta. Disepakati saya siaran dari hari minggu hingga jumat mulai jam 22.00 hingga 24.00 WIB. Jadi saya rehat siaran hanya pada hari sabtu saja.

Saya siaran di FeMale radio Jakarta yang berada di lantai 20 Gedung Perkantoran Ratu Plaza Sudirman Jakarta dan di relay via satelit oleh Radio Delta yang berada di Jakarta,Bandung,Medan,Surabaya,Makassar dan Manado serta FeMale Radio yang bearada di Bandung ,Semarang dan Yogyakarta.

Disepakati acara radio yang saya pandu ini  100 persen membahas musik dan  diberi nama  Musical Box, yang diambil dari judul lagu progressive rock milik Genesis pada era 70an.Ella Su’ud dari JDFI yang mengusulkan untuk memakai nama tersebut.Alasannya, acara yang saya bawakan ini menampilkan musik yang berasal dari sebuah kotak musik.

Saat siaran Musical Box JDFI dengan tema  Musik Indonresia yang menghadirkan photographer dan penulis lagu "Burung Camar" Aryono Huboyo Djati

Saat siaran Musical Box JDFI dengan tema Musik Indonresia yang menghadirkan photographer dan penulis lagu “Burung Camar” Aryono Huboyo Djati

Musical Box memang menampilkan lintas genre musik dari lintas generasi, dari era 60an hingga 2000an. Ada tema Soundtrack Film yang membahas tentang soundtrack-soundtrack film.Lalu ada Musik Jazz yang mengetengahkan musik jazz dari era ke era, juga ada Classic Disco yang mengedepankan lagu-lagu disko-disko klasik mulai dari era 70an hingga 90an. Ada tema Soul R&B,Evergreen Hits dan yang tak boleh dilupakan adalah Khazanah Musik Indonesia.

Dalam setiap siaran Musical Box, saya diberi keleluasaan untuk mengundang narasumber dari berbagai kalangan yang memiliki wawasan yang kuat terhadap tema-tema yang telah disepakati. Talk show berbalut sajian musik ini bagi saya merupakan acara yang menarik, karena selain menyajikan musik dari berbagai angle yang berbeda juga berpeluang untuk melakukan sharing berupa insight dan wawasan terhadap musik.

Setidaknya acara Musical Box ini memang ingin membagi bunga rampai maupun pernak-pernik yang ada dan terjadi dalam musik populer.

Ketika ingin membahasa tentang orkestra, maka saya pun mengundang Addie MS dari Twilite Orchestra untuk berbincang-bincang dan mengulik serta mengupas habis tentang dunia orkestra.Begitu pun ketika saya membahas tentang keterkaitan sebuah produksi film dengan soundtrack lagu-lagunya, maka saya pun mengajak Mira Lesmana  untuk menjadi tamu saya.

Termasuk ketika saya membahas musiki iklan atau jingle iklan, maka yang ada dalam benak saya adalah Triawan Munaf,pakar periklanan yang di era 70an pernah tergabung dalam sebuah grup rock di Bandung.

Lalu ketika membahas kecenderungan life style disko,saya pun mengundang beberapa disc jockey atau DJ  legendaris seperti Sanny Djohan sebagai narasumber.

Dalam catatan saya .banyak juga tamu yang telah saya undang di Musical Box seperti Sys NS,Ari Tulang,Yockie Surjoprajogo,Helmie Chaseiro,Peter Gontha, Sekar Ayu Asmara,Jazz Pasay,Harry DeFretes,Prima Rusdi,Tantowi Yahya,Harry Sabar,Noor Bersaudara, EQ Puradiredja,Paul Dankmayer, Benny Soebardja,Dewa Budjana,Titik Hamzah, Glenn Fredly,I Wayan Balawan,Sore,Indra Aziz,Aghi Narottama,David Tarigan,Akmal N Basral, White Shoes and The Couples Company,The Upstairs,Dewi Lestari,Marcell Siahaan,Ekki Soekarno,Jelly Tobing,Petty Tunjung Sari,Sam Bimbo  termasuk berbagai komunitas musik seperti Komunitas Jazz di beberapa kota seperti Makassar,Semarang,Surabaya dan Yogyakarta,juga komunitas penggemnar Koes Plus Jiwa Nusantara,Komunitas The Beatles   dan masih banyak lagi lainnya.

Siaran Musical Box bersama singer/songwriter Dian Pramana Poetra

Siaran Musical Box bersama singer/songwriter Dian Pramana Poetra

Saya kian bersemangat membawakan acara Musical Box ini,terutama karena respon yang masuk lewat SMS yang sangat responsif perihal tema apapun yang tengah saya bahas.Apalagi respon dari pendengar ini justru berdatangan dari 10 kota yang menjadi bagian siaran dari sindikasi program JDFI ini.

Sayangnya Musical Box hanya bertahan sekitar 1 tahun dua bulan.Menurut para pengelola JDFI,meskipun respon acara ini cukup besar tapi pemasukan iklannya seret alias kering.Apa boleh buat, acara yang menurut saya cukup  lumayan membangun wawasan atau sedikit bernilai edukasi untuk dunia musik ini harus terkubur selamanya.Februari 2007 adalah terakhir kalinya Musical Box bergaung di radio-radio Jaringan Delta FeMale Indonesia.

Komentar
  1. kharis mengatakan:

    Bang Deny Sakri, kalo itu acara bernutri tinggu tuk generasi muda, kenapa gak di release episode di podcast? setidaknya sangat bermanfaat bagi saya pribadi. makasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s