Menemui Lionel Richie Di Belakang Panggung Konser

Posted: April 5, 2014 in Kisah

Rencananya pada tanggal 2 April 2014 dijadwalkan Lionel Richie akan melakukan konperensi pers di depan media sehubungan dengan konsernya bertajuk “All The Hits,All Night Long World Tour 2014”.Pihak promotor Black Rock Entertainment meminta saya untuk menjadi moderator konpers Lionel Richie tersebut.Tentunya saya sangat antusias menerima ajakan promotor yang beberapa waktu sebelumnya menggelar konser Metallica di Gelora Bung Karno.

Saat berbincang dengan Lionel Richie di be lakang panggung 3 April 2014 (Foto Denny Sakrie )

Saat berbincang dengan Lionel Richie di be
lakang panggung 3 April 2014 (Foto Denny Sakrie )

Saya akui masa remaja saya diisi oleh beberapa hits dari Lionel Richie termasuk lagu-lagu saat penyanyi,komposer,pianis dan saxophonis ini bergabung dalam kelompok musik soul funk The Commodores yang bernaung dibawah lable Motown Record.Lagu lagu yang saya sukai saat duduk dibangku SMP hingga SMA itu kebanyakan bertema ballad atau anak-anak muda sekarang menyebutnya lagu-lagu galau mulai dari Three Times A Lady,Still,Sail On,Oh No termasuk Easy yang pernah dicover oleh band Faith No More.Di era 80an,setelah Lionel mundur dari Commodores, popularitasnya seperti tak terbendung lagi lewat lagu-lagu ballad yang romantis seperti Endless Love yang berduet dengan Diana Ross, Truly,My Love,Stuck On You,Hello dan banyak lagi.Dan jangan lupa Lionel Richie kian berkibar ketenarannya terutama saat menyanyikkan lagu All Night Long yang diiringi sejumlah para penari breakdance menutup Olimpiade Los Angeles tahun 1984. Lionel juga menulis lagu We Are The World yang fenomenal bersama Michael Jacksons untuk proyek kemanusiaan membantu korban kelaparan di Ethiopia lewat USA For Africa.

Singkat cerita,saya cukup akrablah dengan karya-karya Lionel Richie.Makanya saya agak antusias diminta menjadi moderator konpers Lionel Richie tersebut.Saya bahkan telah menyiapkan 4 piringan hitam untuk ditandatangani Lionel Richie. Namun ternyata rencana berubah karena Lionel terjebak macet dalam perjalanan dari Bandara Cengkareng ke Ritz Carlton Pacific Place Sudirman tempat dia menginap.Akhirnya konpers batal dihadiri Lionel Richie, melainkan hanya diwakili pihak promotor dan agen dari Lionel Richie.

Seusai konperensi pers saya berencana ingin menyambangi Lionel Richie di Ritz Carlton,tapi karena kemacetan yang luar biasa akhirnya saya memutuskan mengurungkan niat saya itu.”Toh besok masih bisa bertemu Lionel ” batin saya dalam hati.

Tayek Mansur dari Black Rock mengatakan pada saya :” Besok aja mas Den di acara meet and greet sebelum Lionel manggung”.

Akhirnya saya mendapat privillege untuk menemui Lionel Richie dibelakang panggung sebelum konser digelar pada jam 20.00 WIB.

vinyl

Pihak Black Rock memang menyiapkan meet and greet secara terbatas yang hanya dihadiri sekitar 20 orang saja.Kesempatan ini tentunya saya pergunakan dengan sebaik-baiknya.Sekitar jam 19.15 Lionel yang menggunakan T Shirt dan celana hitam telah hadir ditengah-tengah kami yang telah menunggunya sejak jam 18.00. Lionel orangnya ramah,mudah bergaul dan humoris.

 

Lionel Richie sempat kegirangan bercampur haru saat saya menyodorkan 4 album milik saya yaitu dua album solonya yaitu “Lionel Richie” (Motown 1981) dan “Can’t Slow Down” (Motown 1983) dan dua album Commodores yaitu Natural High (1978)  yang berisikan hits “Three Times A Lady” serta album “Midnight Magic” (1979) yang berisikan hits Still dan Sail On.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s