Yok Koeswoyo Dalam Dimensi Musik Berbeda

Posted: April 15, 2014 in Koleksi, Tinjau Album

Mungkin banyak yang tidak mengetahui keberadaan album ini.Mungkin ini adalah album solo dari bassist sekaligus vokalis Koes Bersaudara atau Koes Plus Yok Koeswoyo yang berbeda dengan konsep musik Koes Plus.Tajuk album ini yaitu “Nyanyian Hitam” agaknya telah menyiratkan isi lagu-lagu dalam album ini yang merupakan kolaborasi antara Yok Koeswoyo dan novelis Teguh Esha.Sosok Teguh Esha mulai diperbincangkan anak muda pada paruh era 70an saat meluncurkan novel Ali Topan Anak Jalanan yang kemudian dilayarlebarkan pada tahun 1977.

Album solo Yok Koeswoyo di tahun 1982 "Nyanyian Hitam" berkolaborasi dengan novelis Teguh Esha dan musik oleh Maroesja Naninggolan (Foto Denny Sakrie)

Album solo Yok Koeswoyo di tahun 1982 “Nyanyian Hitam” berkolaborasi dengan novelis Teguh Esha dan musik oleh Maroesja Naninggolan (Foto Denny Sakrie)

Teguh Esha juga dikenal sebagai penyebar istilah bahasa Prokem di kalangan anak muda terutama lewat narasi novel Ali Topan Anak Jalanan.
Syair-syair lagu yang ditulis Teguh Esha memang berkesan lugas dan terkadang gelap.Tersimak elemen protes maupun kritik sosial dalam karya-karya Teguh Esha, ambil contoh misalnya saat Teguh Esha berkolaborasi dengan penyanyi Mogi Darusman di tahun 1978 lewat album Aje Gile yang kemudian dibreidel pihak berwajib karena lirik-lirik lagunya yang mengkritik Pemerintah tanpa tedeng aling aling semisal pada lagu Rayap-Rayap yang liriknya mengkritik para koruptor di negeri ini.
Nah, nuansa seperti itulah yang tertuang dalam 9lagu yang ditulis Yok Koeswoyo bersama Teguh Esha pada album yang dirilis Purnama Record.
Lagu lagu itu adalah ,Lagu Anak Gedongan,Nyanyian Hitam,Balada Pondok Indah,Optimisme,Selamat Pagi Bunga Muda,Teratai Ditengah Luka,Buanglah Dukamu,Buku Biru dan Percintaan Selesai
Dari departemen musik sendiri album ini juga mengedepankan warna musik yang tak lazim dimainkan Yok Koeswoyo saat bersama Koes Bersaudara maupun Koes Plus.Di album ini,aransemen music digarap oleh pianis dan komposer klasik/kontemporer Maroesja Nainggolan dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Maruiesja yang khatam bermain piano klasik itu mengajak rekan-rekannya sealmamater dari IKJ ikut mendandani album Nyanyian Hitam Yok Koeswoyo ini.Mereka adalah Harry Sabar Tobing yang bermain drum dan perkusi,Robin Simangunsong juga bermain drum dan perkusi serta Jose memetik gitar dan menggesek cello.Baik Robin dan Jose adalah mahasiswa jurusan ilmu seni musik di IKJ dan juga anggota dari band progresif yang dibentuk Iwan Madjid yaitu Abbhama. Maroesja sendiri selain menjadi music director,menulis arransemen juga memainkan berbagai perangkat keyboard mulai dari piano hingga synthesizers.

Sayangnya album solo yang memikat ini ironisnya nyaris tak dikenal orang.Popularitas lagu-lagu Koes Plus yang massive agaknya menutup permukaan album Nyanyian Hitam ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s