Symphony Band Yang Menyiasati Tren

Posted: April 16, 2014 in Kisah, profil

Banyak yang menyangka bahwa penggagas dan pendiri Symphony adalah Fariz RM.Sebetulnya Symphony ini tercetus atas gagasan dua alumni SMA 3 Setiabudi Jakarta yaitu almarhum Jimmy Paais dan Herman “Gelly” Effendy yang saat itu tengah kasak kusuk bikin band.Secara kebetulan baik Jimmy Paais maupun Herman Gelly menyukai music rock terutama yang bernuansa progresif rock.Keduanya semasa SMA ikut tergabung dalam kegiatan vokal group SMA 3 Setiabudi Jakarta. Jadi tak heran ketika membentuk Symphony yang terpikir dalam benak mereka dalah Fariz RM,alumnus SMA 3 juga dan sama-sama ikut aktif dalam kegiatan vokal grup SMA 3. Sekedar informasi,vocal grup SMA 3 ini didukung oleh sederet pemusik tenar Indonesia pada akhirnya seperti Fariz RM,Adjie Soetama,Raidy Noor,Addie MS dan Ikang Fauzi.Di tahun 1977 Vokal Grup SMA 3 ini mencetak prestasi mengagumkan,dimana 3 lagu karya mereka yang diambil dari sebuah opera karya mereka berhasil masuk 10 Besar dalam Lomba Cipta Lagu Remaja yang diadakan radio Prambors Rasisonia .

Symphony formasi pertama tahun 1982 dari kiri Fariz RM,Ekki Soekarno,Herman Gelly dan Jimmy Paais (Foto Koleksi Herman Gelly)

Symphony formasi pertama tahun 1982 dari kiri Fariz RM,Ekki Soekarno,Herman Gelly dan Jimmy Paais (Foto Koleksi Herman Gelly)

Ketika Jimmy dan Gelly menawarkan pada Fariz RM untuk bergabung dalam Symphony, Fariz yang telah tergabung dalam beberapa band seperti Badai Band hingga Transs, ternyata memenuhinya.Akhirnya Fariz RM pun bergabung dengan Symphony sebagai vokalis utama dan pemetik bass gitar.Selanjutnya Symphony mengajak drummer yang kental nuansa rock nya yaitu Ekki Akadhita Soekarno.Saat itu Ekki Soekarno juga berprofesi sebagai instruktur kursus drum di sebuah sekolah musik.
Tahun 1982 Symphony merilis album perdana bertajuk Trapesium.Kuartet ini tampaknya ingin menyusupkan tren musik yang tengah berkumandang di dunia.Pilihan jatuh pada gaya New Wave atau yang kerap juga disebut SynthPop.Di era awal 80an, band-band seperti The Clash,The Police,The Specials hingga Duran Duran tengah berada diatas permukaan industry music internasional.Musik reggae dan ska menjadi benang merah beberapa band new wave terutama The Police. Inspirasi ini lalu ditebar Symphony pada beberapa komposisinya seperti Astoria atau Sirkus Optik dan Video Game. Pengaruh dari band-band bergaya pop rock seperti Asia pun tersimak dalam karya-karya Symphony.Bahkan dalam komposisi instrumental bertajuk Sepertigapuluh Dua Symphony bahkan terlihat memasuki wilayah progresif rock.Komposisi ini mengingatkan saya pada tipikal musik progresif rock ala Emerson ,Lake and Palmer maupun kelompok epigon ELP asal Jerman Triumvirat.
Ekki Soekarno memperlihatkan kemampuannya dalam menghentak drum dalam pattern rock yang cenderung complicated, sepintas kita bisa merasakan bahwa Ekki meraup pengaruh dari gaya bermain drum dari Carl Palmer maupun Rod Morgenstein.Demikian pula halnya Herman Gelly yang melakukan solo keyboard baik piano maupun synthesizers ala Keith Emerson. Meskipun demikian Symphony tetap patuh menapak pakem industri musik antara lain dengan menulis komposisi lagu yang lebih kompromistis misalnya pada lagu Interlokal yang kemudian menjadi hits besar Symphony.
Symphony tampaknya bisa menyelaraskan antara idealisma dan komersialisme secara imbang dalam produksi albumnya.
Symphony menghasilkan 3 album yaitu “Trapesium” (Akurama,1982),”Metal” (Akurama,1983) dan “N.O.R.M.A.L” (1987).
Formasi Symphony sempat beberapa kali mengalami pergeseran.Saat merilis album kedua,Symphony menyertakan Tony Wenas,keyboardis dan vokalis Solid 80.Pada album N.O.R.M.A.L Symphony tinggal bertiga dengan mundurnya Tony Wenas dan Ekki Soekarno yang mulai sibuk dengan proyek solo albumnya.
Memasuki akhir 80an, formasi Symphony berubah lagi dengan masuknya Budhy Haryono (drums),Adi Adrian (keyboard) dan Sonny Subowo (keyboard programming).
Formasi Symphony era 1982-1983 yang terdiri atas Fariz RM,Jimmy Paais,Herman Gelly Effendy,Tony Wenas dan Ekki Soekarno sempat melakukan reuni tahun 2009. Saat itu mereka tengah merancang untuk tampil kembali secara utuh namun saying pada tanggal 2 Agustus 2010 Jimmy Paais sang penggagas Symphony telah berpulang kerahmatullah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s