Mengenang Priyo Sigit

Posted: Mei 21, 2014 in Obituari

Sahabat saya Denny Dardiri asal Malang memberi kabar dukacita : Priyo Sigit telah berpulang hari ini sabtu 28 November 2009.Sejenak saya terdiam.Jika mendengar nama Priyo Sigit pastilah ingatan saya akan kembali pada akhir era 70-an ketika sesosok lelaki bertubuh agak gempal dengan tatapan wajah yang nyaris keras melontarkan suara nyaris memiripi Demis Roussos,vokalis asal Yunani yang pernah sukses dengan kelompoknya Aphrodithe’s Child pada akhir 60-an hingga 70-an terutama dengan single “Rain And Tears”.
Di tahun 1978,muncullah album perdana Priyo Sigit dibawah label Jackson Records & Tapes milik almarhum Jackson Arief,bertajuk “Senyum”.Lagu lagu yang dibawakan Priyo Sigit auranya memang dibuat mendekati gaya lagu-lagu Demis Rousos seperti “Forever and Ever”,”Good Bye My Love Goodbye” atau “My Friend The Wind”.
Dan malam ini saya teringat dengan lagu “Senyum” yang disenandungkan almarhum Priyo Sigit :

Saat kau tersenyumpun
Sinar mentari mencium dan membelai
Bercahaya wajahpun seakan embun pagi
Dan hapuslah segala airmata di dalam sedih
Meskipun kau berduka mari coba tersenyum

Suara Priyo memang nyaris pleg.Melengking dan kadang menjulang dengan falsetto yang mengagumkan.
Priyo Sigit berasal dari Surabayal Jawa Timur.Priyo yang kerap dipanggil Pritje ini memulaii karirnya di tahun 1967 bersama kelompok AKA (Apotik Kali Asin) di Surabaya bersama Utjok Harahap,Toar Tangkau,Peter Waas dan Fendy.Pritje belum tergila gila pada Demis Roussos saat itu.Selain menyanyi Pritje bermain keyboards.
Namun dukungannya terhadap AKA itu tak lama karena harus menyelesaikan studinya.Di tahun 1972 Pritje mulai serius di dunia musik dengan membentuk band Black Power serta membentuk Casino yang selain rekaman juga bermain diberbagai night club terkemuka di Surabaya.

kaset Priyo Sigit yang dirilis Jackson Records and tapes

kaset Priyo Sigit yang dirilis Jackson Records and tapes

Sekitar tahun 1977 Pritje ke Jakarta dan dikontrak oleh Jackson Records & Tapes.Dalam album solonya Pritje didukung oleh Rudy Gagola dan kawan kawan .

Suara Pritje seolah terulang lagi menelusuri lirik yang menyentuh :

Dan hapuslah segala airmata di dalam sedih
Meskipun kau berduka mari coba tersenyum

Selamat jalan,Pritje………….Forever and Ever !!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s