Menyatunya Muchsin Alatas dan Abadi Soesman

Posted: Mei 21, 2014 in Opini, Tinjau Album

Sebuah album hibrida underrated yang nyaris dilupakan orang bahkan banyak yang tidak tahu,bahwa Abadi Soesman seorang pemusik eklektik berkolaborasi dengan Muchsin Alatas,penyanyi yang hidup bak amfibi antara musik pop dan dangdut.Gagasan keduanya lalu bergaung dalam album yang judulnya pun unik 5 LU – 5 LS yang berarti garis khatulistiwa.

Album kolaborasi Muchsin Alalatas dan Abadi Soesman (Foto Denny Sakrie)

Album kolaborasi Muchsin Alalatas dan Abadi Soesman (Foto Denny Sakrie)

Pada galibnya,Abadi Soesman dan Muchsin mencoba mengayak pola rhythm dangdut,reggae dan sedikit fusion dalam 12 lagu yang termaktub di album ini.
Sebuah gagasan segar.Terutama karena reggae dan dangdut adalah citarasa dari musik tropikal dimana khalayaknya akrab dengan siraman mentari.
Entah kenapa lagu “You Promised Me” dari Bobby Caldwell (album “Cat In The Hat”)tiba tiba dipermak liriknya menjadi “Aku Tak Kecewa” yang liriknya ditulis oleh Ratna Fahmy.Di sampul album nama Bobby Caldwell bahkan tak dicantumkan sama sekali sebagai komposer orisinalnya.

Entah sengaja atau tidak,cover album Muchsin dan Abadi Soesman ini sepintas mirip dengan salah satu album reggae milik Third World “Prisoner In The Street” .

Cover album Third World Prisoner In The Street yang mungkin menjadi inspirasi cover album Muchsin Alatas dan Abadi Soesman

Cover album Third World Prisoner In The Street yang mungkin menjadi inspirasi cover album Muchsin Alatas dan Abadi Soesman

Tapi diluar itu semua,konsep musik yang ditawarkan memang sungguh fresh.Simaklah lagu-lagu seperti “Khatulistiwa”,”Preman” maupun “Afghanistan Afghanistan” yang disusupi aura musik middle east yang eksotik.
Divisi liriknya pun menarik.Misalnya pada lagu “Afghanistan Afhganistan” :
Kekejaman perang telah merubah negeri ini
menjadi neraka zaman ini
Dendam dan dengki saling mengejar
Kesetiaan dihianati,kejujuran menjadi debu
Lalu kenapa dunia bungkam ?
Kenapa dunia seakan tuli ?
Seakan ikut kebal dan kehilangan rasa ?
Kalau memang etika bertetangga,seagana,se ras
Tidak lagi mempunyai arti apa apa
Setidaknya sebagai sesama manusia bicaralah
Bukankah lembaga raksasa itu
Monumen perkasa itu berdiri atas dasar perikemanusiaan ?

Juga simak lagu bertajuk “Preman” :
Dia yang merasa jagoan
Tingkah laku berangasan
Meringkuk tiada berdaya
Muka tertunduk malu
Dan inilah sajian terbaik antara Abadi Soesman dan Muchsin Alatas dalam merekayasa dangdut setelah Rhoma Irama dengan Soneta maupun dangdut yang ditebar Achmad Albar dan Ian Antono di tahun 1979.

TRACKLIST
1.Jujurlah
2.Aku Tak Kecewa
3.Khatulistiwa
4.Bahagia
5.Hidupku
6.Tatap Ke Depan
7.Afghanistan
8.Preman
9.Salah Siapa
10.Kau Tak Kan Pernah Tahu
11.Relakan ‘Ku Disisinya
12.Ada Datang Ada Pergi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s