Ngobrolin Chrisye di Radio Delta

Posted: Mei 24, 2014 in Opini

Chrisye memang telah meninggalkan kita semua pada 30 Maret 2007. Tapi aura Chrisye tetap ada.Dia immortal seperti sosok yang diperankan Christopher Lambert dalam “Highlander”.Sukma Chrisye yang diwakili musiknya tetap bersemayam dilubuk hati penggemarnya.Dan rasanya tak semua orang memiliki keberuntungan semacam itu.

Perbincangan pagi tentang Chrisye di Delta FM dari kiri GF Damayanti Noor isatri almarhum Chrisye,saya,Addie MS dan Farhan

Perbincangan pagi tentang Chrisye di Delta FM dari kiri GF Damayanti Noor isatri almarhum Chrisye,saya,Addie MS dan Farhan

Bandingkan saja dengan beberapa sosok penyanyi atau pemusik,yang baru bikin satu album atau 1 single dengan pemasukan RBT yang fantastik,tapi tak ajeg,alias langsung masuk kotak,seperti wayang yang hanya tampil numpang lewat.Setelah itu kemudian lenyap ditelan ribuan artis lain yang saling tumpuk.
Dan perbncangan dalam talkshow “Percik Pesona Chrisye” yang diudarakan Delta FM 99,1 tadi pagi Senin 5 Oktober dari jam 08.00 hingga 10.00 WIB yang dipandu Farhan memang memperbicangkan pesona kiprah Chrisye,yang sejak tahun 1977 memulai start pertama dalam industri musik Indonesia.Ada 3 album yang dirilis di tahun 1977 yang secara kebetulan menampilkan vokal Chrisye yaitu Guruh Gipsy (menyanyikian Smaradhana dan Chopin Larung),Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors 1977 (Lilin Lilin Kecil) dan Badai Pasti Berlaluyang bisa dianggap fondasi karir musik Chrisye.

Saya bertutur tentang kiprah musik Chrisye dalam khazanah musik Indonesia

Saya bertutur tentang kiprah musik Chrisye dalam khazanah musik Indonesia

“Tapi itu bukan upaya Chrisye sendiri,melainkan bersama sama.Ya kita kita semua ini.Kebetulan dia maju sebagai vokalis” ungkap Keenan Nasution menjawab pertanyaan Farhan melalui telepon.Keenan sendiri bercerita tentang sahabta dan tetangganya sewaktu di Pegangsaan itu.”Dulu kami ngeband,terus Chrisye pun diajak gabung” imbuh Keenan yang yang selalu bersama sama Chrisye dalam berbagai band mulai Sabda Nada,Gipsy,Guruh Gipsy hingga Badai Band.Bahkan dalam 3 album yang saya sebut diatas Keenan pun ikut mendukung album album itu sebagai druimmer.
Addie MS mulai berkenalan dengan Chrisye saat sering nongkrong di Pegangsaan,di kediaman keluarga Nasution.”Saat itu saya masih di SMA 3 dan bikin lomba musik.kami lalu minta Keenan atau Chrisye jadi juri” tutur Addie MS yang diajak Keenan mendukung album “DI Batas Angan Angan” nya Keenan Nasution.Saat itu Addie mulai kenal Chrisye termasuk ketika ikut mendukung konser “Musik Saya Adalah saya” di tahun 1979.
“Tahun 1984 Chrisde datang ke rumah saya,ngajak untuk membuat musik album terbarunya.Saya bilang ke Chrisye,apakah sudah tepat memilih saya” kenang Addie.Saat itu,Chrisye baru saja memisahkan diri dengan mitra musiknya Yockie yang terbina sejak pembuatan LCLR 1977 dan Badai Pasti Berlalu.”Ketika Chrisye datang untuk kedua kalinya baru saya menerima ajakan Chrisye membuat album Sendiri” tutur Addie MS.
Gf Damayanthi Noor yang kerap dipanggil Yanti Noor mengenal Chrisye sejak era 70-an.”Kebetulan rumah saya berada di Menteng juga.Dekatlah dengan Pegangsaan” ucap Yanti Noor.”Saya kan dulu ikt tergabung dalam Noor Bersaudara” lanjut Yanti Noor.Bahkan dalam album LCLR 1977 Chrisye bernyanyi diiringi Noor Bersaudara lewat lagu “Di Malam Sang Sukma Datang”.

Pemusik Addie MS bercerita tentang kolaborasinya dengan Chrisye

Pemusik Addie MS bercerita tentang kolaborasinya dengan Chrisye

“Saya memang menyukai lagu lagu Chrisye teruatama lagu Lestariku” kisah Yanti Noor.
Tadi pagi baik Addie MS,Yanti Noor dan saya memang saling berutur tentang siapa Chrisye.Chrisye sebagai teman,sebagai pemusik,sebagai idola dan tentu sebagai seorang ayah dan suami bagi keluarganya.
“Kalo di rumah Chrisye hampir tak pernah memainkan musik atau menyanyi termasuk jika ada kumpul kumpul keluarga.

Tapi kalo pas udah mau tidur….udah matiin lampu,,,,kalo dapat ilham menulis lagu….Chrisye bisa lompat dari tempat tidur untuk memetik gitar atau bermain piano.Kata dia,ini harus segera dijadikan lagu.Kalo gak lupa” ujar Yanti Noor.
Selama 2 jam obrolan “Percik Pesona Chrisye” memang mampu menyiratkan sipakah sosok Chrisye terutama dalam konstelasi musik pop Indonesia.Sosok yang tetap bertahan lebih dari 3 dekade.Bahkan setelah berpulang Chrisye masih tetap dikenang.
“Makanya kami tergerak membuat konser Classic Chrisye tanggal 12 Oktober nanti.kami ingin menampilkan aura Chrisye seperti pada awal awal karirnya dulu.Makanya dalam konser nanti lagu lagu dari Guruh Gipsy,LCLR maupun Badai Pasti Berlalu akan kami ketengagkan” pungkas Addie MS.
D’Cinnamon pun ikut menyanyikan lagu karya Guruh Soekarno Putera yang dipopulerkan Chrisye pada tahun 1980 “Galih dan Ratna” dengan mengubah arransemen musiknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s