Zulkarnain ,Penyanyi dan Gitaris Tuna Netra era 70an

Posted: Mei 25, 2014 in Kisah, profil, Sosok

Sewaktu  masih duduk dibangku SD pada era 70an saya selalu menonton penampilan Zulkarnai pemusik tuna netra yang bernyanyi sambil bermain gitar di  layar kaca TVRI. Penampilan Zulkarnain yang berdarah Minangkabau ini cukup memukau dan unik karena dia menyanyi selalu dibumbui dengan menghadirkan semacam efek suara dari mulutnya serta memukul-mukul tubuh gitar untuk memperoleh efek bunyi  perkusi.Terkadang Zulkarnain pun meniup harmonika.Jadilah Zulkarnain sebagai one man band yang memikat pemirsa televisi.

Piringan Hitam Zulkarnain yang dirilis label PopSound Phillips Singapore (Foto Denny Sakrie)

Piringan Hitam Zulkarnain yang dirilis label PopSound Phillips Singapore (Foto Denny Sakrie)

Penampilan Zulkarnain ternyata tak hanya memikat penonton Indonesia melainkan juga ke negeri jiran Malaysia dan Singapore.Tak heran jika perusahaan rekaman Phillips PopSound di Singapore tertarik untuk merekam album Zulkarnain yang saat itu diiringi oleh Zaenal Combo pimpinan Zaenal Arifin lewat album bertajuk Aneka Minang.

Album "Keajaiban" Zulkarnain pada label PopSound Singapore

Album “Keajaiban” Zulkarnain pada label PopSound Singapore

Dilahirkan di Bukit Tinggi tanggal 16 Juli 1938 dari keluarga Muhammad Zain.Di usia 4 tahun Zulkarnain mengalami panas dan demam. Menurut sang ayah Zulkarnain terkena penyakit stuip., dimana akan mengurangi daya penglihatan seseorang.Di saat memasuki usia 12 tahun,Zulkarnai mengalami kebutaan.

Sejak kecil bakat Zulkarnain memang telah terlihat jelas.Pada usia 5 tahun,Zulkarnain mulai suka meniru-niru lagak orang bernyanyi..Setahun setelah mengalami kebutaan,Zulkarnain untuk pertamakali tampil menyanyi di depan corong RRI Bukit Tinggi Sumatera Barat sambil memetik gitar akustik.Saat itu Zulkarnain mulai dikenal dengan sebutan Band Tunggal.Apalagi Zulkarnain memang anak semata ayang alias anak tunggal.

Untuk ketrampilan memetik gitar,Zulkarnain yang berzodiak Cancer ini belajar pada guru gitar yang bernama Adnil Moeis.Seterusnya Zulkarnain belajar sendiri termasuk mempeljari banyak repertoar lagu mulai dari lagu-lagu Indonesia,Mandarin,Inggris,India,Jepang hingga ke lagu-lagu daerah.Prestasi yang pernah dicapai Zulkarnai adalah pernah menjadi juara Bintang Radio RRI Bukit Tinggi sebanyak 11 kali serta merekam album di Singapore.

Akhirnya Zulkarnain memutuskan untuk mencari peruntungan dalam dunia hiburan ke Jakarta ditemani kedua orang tuanya setelah sebelumnya selama sekitar 2 bulan lebih berada di Yogyakarta untuk belajar huruf Braille Arab agar bisa mengaji dan ikut dalam lomba mengaji Musabaqah Tilawtil Qur’an (MTQ).

Di Jakarta Zulkarnain numpang di rumah penyanyi pop wanita asal Padsang Elly Kasim.Melalui bantuan Elly Kasim, Zulkarnain memperoleh peluang untuk tampil di layar kaca TVRI. Sejak itulah sosok Zulkarnain mulai dikenal luas dimana-,mana.

Sayangnya, rekam jejak Zulkarnain seperti hilang ditelan zaman.Hampir tak satu pun orang yang mengetahui atau setidaknya mengingat kiprah Zulkarnain dalam dunia hiburan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s