Jimmy Haslip bassist kidal yang kerap berkolaborasi dengan pemusik Indonesia

Posted: Mei 31, 2014 in Kisah

Secara gak sadar saya sebetulnya telah mendengarkan pola permainan bass yang unik dan energik dari Jimmy Haslip sejak tahun 1978, saat saya duduk dibangku kelas 3 SMP.Saat itu saya baru saja membeli kaset Gino Vannelli yang berjudul “Brother To Brother” yang hampir semua lagu-lagunya ciamik terutama lagu epic bertajuk “Brother To Brother” yang meramu jazz rock dengan pendekatan artistik nan memukau.Nah di lagu ini hanya memasukkan bass gitar elektrik di bagian interlude saja,selebihnya adalah bunyi-bunyian synthebass yang dimainkan Joe Vannelli, kakak Gino Vannelli sang arsitek musik sekaligus pemain keyboardnya.Nah,di bagian interlude lagu ini menyeruak solo bass yang sangat luar biasa dan berpadu dengan gebukan drum Mark Craney, seperti sebuah dialog yang responsif. Beberapa tahun kemudian saya baru tahu pencabik bass di interlude lagu “Brother To Brother” itu adalah Jimmy Haslip, pemusik kidal  yang sejak paruh era 70an telah menjadi session player sederet album-album pop maupun rock hingga jazz.

Dalam obrolan dengan Jimmy Haslip, saya akhirnya tahu bahwa Jimmy mulai bermain drums di usia 7 tahun.Kemudian beralih meniup tuba serta trumpet.hingga akhirnya menemukan keseriusan saat memetik dawai bass gitar.

 

Kesukaan saya terhadap karakter permainan bass Jimmy Haslip berlanjut di era 80an saat membeli kaset Yellowjackett yang ternyata pemain bassnya adalah Jimmy Haslip.Ada dua album awal Yellowjackett yang saya suka saat itu yaitu album debut yang dirilis tahun 1981 dan album Mirage A Trois yang dirilis tahun 1983.

Saya saat bertemu Jimmy Haslip di Brobodubur Hotel Maret 2014 (Foto Denny Sakrie)

Saya saat bertemu Jimmy Haslip di Brobodubur Hotel Maret 2014 (Foto Denny Sakrie)

Kekaguman saya terhadap Jimmy Haslip yang berdarah Puerto Rico ini kian menjadi setelah mengetahui bahwa Jimmy Haslip ikut mendukung penggarapan album solo internasional Indra Lesmana di label Zebra/MCA  tahun 1986 “For Earth And Heaven”. Secara langsung saya melihat penampilan Jimmy Haslip saat tampil di Jakarta bersama Yellowjackett di tahun 1994. Setelah itu Yellowjackets datang lagi ke Jakarta menggelar konser di Tennis Indoor Senayan tahun 2006 serta di Surabaya,Bandung  dan juga Medan , lalu tahun 2008 muncul di arena Jak Jazz Festival di Istora Senayan tahun 2008. Saat tampil di Jak Jazz 2008 penampilan Yellowjackets disertai bintang tamu gitaris Indonesia Tohpati.

Lalu bulan April 2014 lalu Jimmy Haslip bersama drummer Chad Wackerman ikut mendukung album solo Tohpati “Tribal Dance” yang dirilis Moonjune Record New York.

Jimmy Haslip,saat saya menanyakan komentarnya mendukung album solo Indra Lesmana dan Tohpati, mengatakan bahwa di Indonesia ternyata banyak pemusik yang memiliki karya-karya bagus dalam musik jazz.”Saya sangat menikmati saat melakukan rekaman dengan Indra juga Tohpati” ungkap pemusik bertubuh tinggi besar kelahiran 31 Desember 1951 di Bronx New York.

Dan Jimmy Haslip saat penyelenggaraan Java Jazz Festival 10th Anniversary juga ikutan tampil dalam sebuah proyek kolaborasi dengan gitaris Chuck Loeb,keybaordis Jeff Lorber ,drummer Lionel Cordew dan saxophonis Everette Harp.

Jimmy Haslip memang sudah tak asing lagi dengan atmosfer Jazz di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s