Londoner dari Yogya

Posted: Mei 31, 2014 in Opini, Tinjau Album

Sebuah hibrida musik pop yang rasanya berat untuk dikonsumsi kuping pop.Tapi toh kreativitas semacam
ini justeru tak sepantasnya dihindari.Karena album “The Place I wannaGo” yang dirilis kelompok Risky Summerbee & The Honeythief yang bermuasal dari Yogyakarta ini layak untuk diapresiasi .

CD Risky Summerbee & The Honeythieft (Foto Denny Sakrie)

CD Risky Summerbee & The Honeythieft (Foto Denny Sakrie)

Meskipun saya tak tahu mengapa sang konseptor utama kelompok ini Risky Summerbee begitu terobsesi ingin menjadi Londoner ? Cara bertutur,ekspresi vokal dan pelbagai elemen pendukung musiknya sangat menyiratkan ke arah itu.Sebelas lagu yang termaktub di albuim ini,semuanya ditulis dalam bahasa Inggeris.
Walau terkadang dibeberapa bagian lagu Risky seolah tak kuasa juga untuk mernyuspkan pengaruh musik tradisi tempat dia dilahirkan : Indonesia.
Simaklah komposisi bertajuk “I Walk The Country Mile”,Risky menyeluspkan rhythm Jawa lewat tiruan ritme Gamelan dengan struktur nada pentatonik.Dia memang tak bermaksud bergenit-genit atau upaya sok eksotik untuk memukau penyimak musik dari belahan bumi sana.Tapi seolah sebuah spontanitas.Nuansa Jawa ini menggeletar bersamaaan dengan gaya sub-genre RIO (Rock In Oposition) seperti yang diusung grup seperti Henry Cow misalnya.
Penyuka rock progresif pasti akan bergirang jika mernyimak track-track pungkasan album ini seperti “The Seagull” yang kuat karakter rock progresifnya.Tak jelas apakah Risky pernah melumuri kupingnya dengan torehan-torehan Robert Fripp dengan King Crimson-nya.
Dan penyuka geletar psychedellia pun terwakili lewat komposisi komposisi seperti “Flight To Amsterdam” atau “The Place I Wanna Go”.Corak petikan gitar hingga susupan organ Hammond yang menjejal di kedua lagu ini menyiratkan bahwa Risky memang tengah terseret arus pschedelic yang di era 60-an kabarnya merupakan pengejawantahan ritual mind expanding yang trippy.
Dan lagu “Flight To Amsterdam” menjadi kian berkilau karena ternyata makna yang ditakwilkan dari barisan larik lagunya yang metaforik itu tengah bertutur tentang tragedi mengerikan yang dialami aktivis kemanusiaan Munir dalam perjalanan terbang ke Amsterdam.
Busana arransemen yang dijelujur Risky seoalh menjadikan kita tengah dalam sebuah perjalanan penerbangan.Permaianan Hammond Nadya di bagian introduksi serta kian menggelegak pada bagian interlude mengingatkan kita pada absurditas organ Ray Manzarek dari The Doors.Lirik lagunya bahkan memintal quote tajuk dari dua lagu The Beatles :Lucy In The Sky With Diamond dan Magical Mystery Tour .
Risky pun tak urung mengimbuh dua lagu dengan pengaruh folk rocvk yang kuat dalam “Fireflies” maupun “On A Bus” yang membidik lanskap sosial.Bayangan Robert Zimmerman a.k.a Bob Dylan mencuat manakala menyimak lagu ini.Risky mencoba berminimalis lewat “Make It Print of Me” yang kontemplatif.
Risky mengakui banyak terpengaruh pada idiom musik pop yang menggelegak antara tahun 1966-1974,yang oleh sementara orang sering disebut sebagai era emas musik pop dunia.Dia menyimak The Beatles,Them,Traffic,Pink Floyd hingga Paul Weller yang pernah mengukir nama lewat The Jam maupun Style Council.
Malam ini jika anda belum pernah menyimak musik Risky Summerbee & The Honeythieft seyogyanyalah kudu meluangkan waktu untuk mengapresiasi penampilan band Yogyakarta ini di Teater Salihara Jakarta mulai jam 8 malam.

Tracklist

1.She Flies Tomorrow
2.Love Affair No.9
3.With You
4.Flight To Amsterdam
5.Slap & Kiss
6.On A Bus
7.Fireflies
8.Make A Print Of Me
9.The Place I Wanna Go
10.I Walk The Country Mile
11.The Seagull

Komentar
  1. juna401 mengatakan:

    saya punya cd nya Rizky Summerbee ini, pertama denger terasa ini pop yang sangat berat dengan banyak suara instrumen. mendengar yang kedua, mulai pas di telinga, pendinginan telinga ada di lagu fireflies. antik sekali musiknya dan gak menyangka jika ini band kota sebelah (saya solo)😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s