Gebyar Asyik Tentang Kebersamaan Dalam Bermusik

Posted: Juni 8, 2014 in Kisah, Opini

Jumat 6 Juni 2014 mulai jam 17.00 hingga 19.00 WIB saya diminta untuk berbagi kisah maupun wacana seputar musik dalam sebuah workshop yang dinamakan Gebyar Asyik. Tema besar dari acara Gebyar Asyik ini adalah “Kebersamaan Unik Dalam Keceriaan”.Menurut penggagas sekaligus pendukung utama Gebyar Asyik ini yaitu rokok kretek Sampoerna, bahwa tradisi kebersamaan belakangan ini cenderung memudar dan mereka,konon, ingin menyemangati lagi tradisi kebersamaan yang pada akhirnya memiliki keterkaitan dengan kreativitas terutama dikalangan anak muda.

Komunitas Musik KRESIPAH dari mahasiswa IISIP Jakarta

Komunitas Musik KRESIPAH dari mahasiswa IISIP Jakarta

Ini adalah sebuah upaya yang bagus, batin saya, ketika ditawari untuk menjadi speaker atau pembicara di acara Gebyar Asyik yang melibatkan sebuah komunitas musik bernama KRESIPAH yang merupakan akronim dari Kreasi Musik Sampah.Kresipah ini terbentuk dilingkungan kampus IISIP Jakarta.Mereka menamakan kegiatan musiknya Musik Sampah karena perangkat musik yang mereka mainkan berasal dari barang-barang bekas yang dikategorikan sampah mulai dari gallon air mineral,velg mobil,ember hingga panci  bekas.Lalu alat alat yang biasa kita lihat dan pergunakan tiap hari itu ditabuh sebagaimana layaknya instrumen perkusi   .Kresipah ini terbentuk tahun 2012 di kampus IISIP Jakarta oleh beberapa mahasiswa berbagai angkatan dan jurusan yang ingin mengekspresikan hasrat bermusik dengan menggunakan alat-alat non musik.

Dari pihak Sampoerna sendiri menjelaskan bahwa Gebyar Asyiiik merupakan salah satu sarana bagi komunitas lokal untuk memperhatikan hal-hal unik yang dapat dijadikan alasan untuk menjalin kebersamaan .

Melalui Gebyar Asyiiik, Sampoerna Kretek berupaya melestarikan kebersamaan sebagai nilai khas masyarakat Indonesia yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini

. Melalui beragam komunitas lokal yang berkumpul di Gebyar Asyiiik, kegiatan ini akhirnya dapat memberikan pencerahan yang dapat menginspirasi orang banyak untuk menemukan cara-cara baru dalam merayakan kebersamaan – menciptakan ‘masyarakat yang berdaya’ untuk meningkatkan kehidupan sosial yang lebih baik.

Suasana usai workshop Gebyar Asyik di payon Kemang 6 Juni 2014 bersama Komunitas Musik KRESIPAH (Foto Prodigy)

Suasana usai workshop Gebyar Asyik di payon Kemang 6 Juni 2014 bersama Komunitas Musik KRESIPAH (Foto Prodigy)

Jika dilihat dari gagasan atau wacana yang dikembangkan perusahaan rokok ini, saya berkesimpulan acara semacam ini memiliki dampak yang bagus, entah itu untuk mahsiswa yang tengah berkegiatan atau setidaknya bagi para pemusik yang galibnya selalu berseteru atau berbeda pendapat ketika melakukan kegiatan bermusik.Nah, kebersamaan seperti yang ingin dicapai oleh penyelenggara ini tentunya merupakan modal bagus untuk anak muda atau pemusik yang ingin mencecap kehidupan bermusik (secara) professional kelak.

Motivasi-motivasi yang bertendensi kearah menggairahkan semangat berkarya termasuk menghasilkan karya orisinal adalah beberapa segmen yang saya sampaikan kepada komunitas musik Kresipah ini.Mengingatkan juga kepada mereka bahwa dalam satu komunitas atau kelompok musik perlu digarisbawahi masalah visi dan konsep.Dua elemen ini mutlak ditelaah secara mendalam dan dijalani sebagai sebuah konsekuensi.

Acara Gebyar Asyik yang berlangsung di Payon Kemang , sebuah gerai kuliner dengan nuansa alam pedesaan di kawasan Kemang ini berlangsung dengan santai tapi menelaahnya dalam sudut yang serius.

Di akhir pembicaraan saya menggarisbawahi bahwa sebuah kreativitas jika dijalankan dengan kredo dan pakem kebersamaan akan senantiasa menghasilkan sebuah hasil atau karya yang maksimal, karena semua yang terlibat memiliki kontribusi dalam membentuk sebuah pola yang nantinya akan tampil secara utuh.

Gebyar Asyik bersama Komunitas Musik KRESIPAH IISIP Jakarta (Foto Prodigy)

Gebyar Asyik bersama Komunitas Musik KRESIPAH IISIP Jakarta (Foto Prodigy)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s