Buku Tulis Bergambar Koes Plus Di Era 70an

Posted: Agustus 1, 2014 in Kisah, Koleksi

Koes Plus adalah band pop termasyhur dan paling banyak digemari khalayak disepanjang era 70an.Popularitas band yang dimotori keluarga Koeswoyo ini seolah tak terbendung lagi semenjak mereka berempat melebur diri menjadi Koes Plus dari Koes Bersaudara pada tahun 1969 dengan masuknya drummer Kasmuri atau Murry yang menggantikan Nomo Koeswoyo pada posisi drummer.Tak heran,jika Koes Plus jadi pusat sorotan siapa saja.Koes Plus ada dimana-mana.

Koes Plus memulai gerakan merchandising pada era 70an dengan meluncurkan buku-buku tulis bergambar Koes Plus (Foto Denny Sakrie)

Koes Plus memulai gerakan merchandising pada era 70an dengan meluncurkan buku-buku tulis bergambar Koes Plus (Foto Denny Sakrie)

Berkumandang di radio,muncul di TVRI yang satu-satunya itu,juga tampil dalam berbagai iklan termasuk menjadi cameo disejumlah film layar lebar seperti “Bing Slamet Setan Djalanan” (1971) maupun “A.M.B.I.S.I” (1973).Koes Plus yang jadi ikon musik pop itu juga terlihat dalam postcard maupun kartu mainan anak-anak serta menjadi sampul buku tulis anak sekolah.Jaman dulu memang belum dikenal istilah merchandise, tapi agaknya dengan ketenaran Koes Plus yang merajalela ini, benda-benda bernuansa Koes Plus tersebut rasanya tak salah jika dileretkan sebagai merchandise. Rasanya tak salah jika saya menyebut bahwa band pop dalam budaya pop di Indonesia yang pertamakali menghadirkan format merchandise adalah Koes Plus dengan segala pernak-perniknya itu.Mungkin item yang belum missal saat itu adalah kaos T seperti yang lazim ditawarkan oleh artis atau band-band sekarang.

Inilah buku buku tulis bersampul foto-foto Koes Plus yang muncul di sekitar tahun 1974 (Foto Denny Sakrie)

Inilah buku buku tulis bersampul foto-foto Koes Plus yang muncul di sekitar tahun 1974 (Foto Denny Sakrie)

Seingat saya buku-buku tulis bergambar Koes Plus yang dilengkapi dengan lirik-lirik lagu Koes Plus pada sampul bagian dalam mulai merebak pada sekitar tahun 1973-1974.Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 4 atau 5 SD.Patut diakui,sebagai anak kecil,saya tengah menggandrungi Koes Plus yang konsernya saya tonton langsung saat Koes Plus bermuhibah manggung ke Ujung Pandang pada sekitar tahun 1972 di Gedung Olahraga Mattoanging Ujung Pandang.Saya betul-betul terkesima menyaksikan penampilan Koes Plus yang terdiri atas Tonny Koeswoyo (gitar,organ,vokal),Yon Koeswoyo (vokal utama,gitar),Yok Koeswoyo (bass,vokal) dan Murry (drummer).Mereka berempat betul-betul dinamis dan atraktif dengan setumpuk lagu yang mudah dan gampang diikuti.Saya yang sebelumnya menggemari lagu-lagu Heintje,akhirnya mulai meninggalkannya dan beralih ke kuartet pop yang berasa; dari Tuban,Jawa Timur itu.
Nah,ketika akhirnya muncul buku-buku tulis bergambar pose-pose Koes Plus yang diimbuh tandatangan (printing tentunya) serta lirik-lirik lagunya, tak ayal lagi saya pun segera meminta uang pada orang tua saya untuk membeli buku-buku Koes Plus yang dipampangkan di etalase toka alat tulis menulis.
Rasa gembira dan puas menyatu saat buku-buku bergambar Koes Plus tersebut telah berada dalam genggaman. Buku-buku itu dicetak oleh Tiara Sakti.Seitidaknya ada sekitar lebih dari 10 ragam buku bergambar Koes Plus yang dijual sekitar Rp 10 atau Rp 15 perbuku. Uniknya,buku buku Koes Plus tersebut tak pernah saya pakai untuk menulis pelajaran di sekolah.jadi buku buku itu saya perlakukan hanya sebagai merchandise belaka.
Saking lakunya buku-buku bergambar Koes Plus saat itu,hingga akhirnya muncul buku-buku Koes Plus yang dibajak atau dipalsukan.Kontan percetakan Tiara Sakti yang memproduksi buku-buku Koes Plus itu lalu mulai mencantumkna semacam maklumat dalam salah satu sampul buku Koes Plus tersebut.

Buku tulis Koes Plus dengan sebuah maklumat untuk menangkal pembajakan (Foto Denny Sakrie)

Buku tulis Koes Plus dengan sebuah maklumat untuk menangkal pembajakan (Foto Denny Sakrie)

Bunyi tulisannya seperti ini :
Kepada semua penggemar band Koes Plus dimana saja berada ,kami,Tonny Koeswoyo,Jok Koeswoyo,John Koeswoyo dan Murry mengajak para penggemarnya untuk menikmati hasil persetujuan kami dengan menyerahkan kepercayaan kepada percetakan TIARA SAKTI di Jakarta berupa hasil opname foto dengan gaya (pose) serba baru berbentuk buku –buku tulis,postcard dan gambar-gambar poster. Bantuan percetakan Tiara Sakti dalam terselenggaranya maksud tersebut telah memberikan jaminan buku-buku tulis,postcard dan gambar-gambar poster yang serba indah untuk selalu dikenang oleh setiap penggemar band Koes Plus.Terimakasih .
Jakarta 29 Maret 1974

Group Band Koes Plus :

Tonny Koeswoyo                                    Jok Koeswoyo

John Koeswoyo                                      Murry

Dan buku-buku tulis bergambar Koes Plus ini lalu diikuti dengan munculnya buku-buku tulis bergambar band atau artis lainnya mulai dari Panbers,Ernie Djohan hingga pasangan Benyamin Sueb dan Ida Royani.
Inilah era awal merchandise dalam industri musik popular di Indonesia.Semuanya berawal dari band Koes Plus yang fenomenal.
Buku-buku Koes Plus ini Alhamdulillah masih saya simpan rapi hingga saat ini.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s