Benny Soebardja Tetap Gigih Menyatukan Giant Step

Posted: Agustus 8, 2014 in Konser, Opini

Benny Soebardja ,founder sekaligus leader band rock 70an asal Bandung Giant Step tetap gigih ingin menyatukan keutuhan bandnya.Entah untuk keberapa kalinya Benny Soebardja berupaya melakukan hal itu.Seingat saya, Benny Soebardja pernah datang menemui saya pada sekitar tahun 1996 di tempat saya bekerja saat itu Radio M97FM Classic Rock Station yang berada di kawasan Jalan Borobudur Menteng Jakarta Pusat.Saat itu, Benny mengutarakan niatnya untuk kembali ke dunia musik dengan berkuat kembali ke dunia rekaman dan panggung.Saya menyambut dengan antusias keinginan Benny Soebardja untuk kembali lagi bermusik.Karena menurut saya, Benny Soebardja masih memiliki dan menyimpan kemampuan menulis lagu sekaligus bernyanyi dengan baik.Suaranya masih lantang dengan artikulasi yang jernih.Namun.yang patut disayangkan adalah beberapa personil Giant Step agak susah untuk disatukan kembali.Misalnya Triawan Munaf yang lebih berkonsentrasi pada bisnis periklanan ,Albert Warnerin yang sibuk bermain blues dengan grupnya Big City Blues Band maupun Adhi Sibolangit yang telah meninggalkan dunia musik dengan menjamah dunia spritualisme. Tapi toh Benny Soebardja tetap gigih untuk kembali tampil di panggung dengan Giant Step. Di tahun 1997 dengan didukung Jelly Tobing pada drum, Benny Soebardja juga mengajak beberapa pemusik muda seperti Krisna Prameswara (keyboard) dan Shankan (gitar) untuk melahirkan kembali formasi Giant Step.Formasi ini sempat manggung di Classic Rock Cafe yang berada di bilangan Blok M Jakarta.

Benny Soebardja (gitar,vokal) dan Adhi Sibolangit (bass) di Musro Music Lounge Borobudur Hotel 15 Juni 2014 (Foto Denny Sakrie)

Benny Soebardja (gitar,vokal) dan Adhi Sibolangit (bass) di Musro Music Lounge Borobudur Hotel 15 Juni 2014 (Foto Denny Sakrie)

Saya sangat memahami keinginan dan tekad Benny Soebardja untuk memanggungkan kembali Giant Step meskipun dengan tertatih-tatih.Pada zamannya ,era 70an hingga 80an, Giant Step adalah band rock yang agak menjurus ke progresif rock,yang sarat dengan idealisme.Mereka,saat itu, dalam berbagai konser-konser yang digelar di Jakarta,Malang,Bandung,Surabaya dan beberapa kota besar lainnya,pantang atau mengharamkan mebawakan karya-karya orang lain.Dengan rasa percaya diri yang tinggi,Giant Step yang terbentuk di tahun 1973 lebih bangga membawakan lagu-lagu karya sendiri.Dan itu harga mati yang tak bisa diganggu gugat lagi. Ini pula yang membuat saya respek atau menaruh rasa hormat setinggi lagi pada Benny Soebardja dan Giant Step.Mereka tak mau kompromi dalam mengusung karya-karya lagu sendiri.

Benny Soebardja membawakan My Life dari album Giant Step Mark 1 (Foto Denny Sakrie)

Benny Soebardja membawakan My Life dari album Giant Step Mark 1 (Foto Denny Sakrie)

Jelly Tobing tengah menyaksikan Benny Soebardja dan Adhi Sibolangit yang melakukan rehearsal di Musro Borobudur Hotel (Foto Denny Sakrie)

Jelly Tobing tengah menyaksikan Benny Soebardja dan Adhi Sibolangit yang melakukan rehearsal di Musro Borobudur Hotel (Foto Denny Sakrie)

Di sekitar tahun 2009, kembali Benny Soebardja berupaya untuk memanggungkan Giant Step.Saat itu Erwin Badudu,keyboardis yang masuk menggantikan TriawanMunaf pada tahun 1977 malah telah mengacungkan jari untuk siap bermain lagi dengan Giant Step.Erwin bahkan sempat menghubungi saya dan kita ngobrol tentang dimana konser Giant Step akan digelar.Sayangnya ide reuni Giant Step kembali gagal,karena Erwin Badudu disibukkan dengan kegiatan musik gereja. Diantara rentang waktu tersebut sebuah label indie Strawberry Rain yang berada di Toronto Kanada berminat merilis album-album solo Benny Soebardja di era 70an dalam format vinyl dan CD.Jason Connoy sang pemilik label langsung merilisnya dalam 3 album vinyl.Rilisan dalam bentuk reissue ini ternyata mendapat sambutan hangat dari penikmat musik rock di belahan sana.Terlihat jelas dari review-review yang bertebaran di dunia maya. Peristiwa ini tentu saja kembali menyemangati Benny Soebardja untuk kembali muncul dengan Giant Step. Terbetik kabar Benny Soebardja bersama Jelly Tobing,drummer Giant Step era 80an telah menemui gitaris Albert Warnerin.Sayangnya kondisi Albert Warnerin yang didera penyakit,justru tak memungkinkan untuk tampil kembali di panggung pertunjukan bersama Giant Step.

Namun Benny Soebardja tetap tak mundur sejengkal pun.Suatu hari Benny melemparkan pesan ke saya via BBM.Dalam pesannya itu Benny mengatakan bahwa dia telah berhasil mengajak Deddy Dorres,pemain keyboard yang pernah mendukung Giant Step di tahun 1973, untuk ikut manggung.Bahkan Benny pun berhasil membujuk Adhi Sibolangit sang bassist yang sudah meninggalkan dunia musik untuk turun gunung.

Formasi Giant Step yang terdiri atas Benny Soebardja (gitar,vokal utama),Adhi Sibolangit (bass),Deddy Dorres (gitar),Erwin Badudu (keyboard) serta Jelly Tobing (drum) itu menurut Benny Soebardja siap untuk melakukan reuni.Mendengar kabar itu,saya merasa tidak sabaran untuk nonton konser reuni Giant Step tersebut. Akhirnya terbetik kabar formasi Giant Step ini akan tampil dalam acara launching reissue album Sharkmove “Ghede Chokra’s pada tanggal 15 Juni 2014 di Musro Music Lounge Borobudur Hotel.

Benny Soebardja (Foto Denny Sakrie)

Benny Soebardja (Foto Denny Sakrie)

Saya bahkan menawarkan diri untuk memandu acara tersebut. Namun sayang Deddy Dorres yang telah menyanggupi untuk ikut bermain bersama Giant Step mengabarkan bahwa dia tengah berada dalam sebuah acara politik.Blam……Erwin Badudu jauh sebelum acara juga menyatakan berhalangan.Walhasil malam itu Giant Step hadir dengan formasi Benny Soebardja (vokal,gitar),Adhi Sibolangit (bass) dan Jelly Tobing yang malah bermain gitar.Drum dimainkan Rhama Nalendra putra Benny Soebardja serta Krisna Prameswara yang memainkan keyboard.

Meskipun tampil dengan formasi yang tak utuh,toh aura Giant Step tetap menyembul dalam pola permainan mereka malam itu yang membawakn lagu-lagu dari album Giant Step Mark 1 (1975) seperti My Life,Childhood and Seabird, Fortunate Paradise serta Persada Tercinta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s