God Bless (Kembali) Ke Bandung

Posted: Agustus 14, 2014 in Kisah, Opini

Di akhir Agustus 2014 ada konser rock yang rasanya sayang untuk dilewatkan yaitu konser salah satu band rock tertua Indonesia God Bless yang bakal tampil di Convention Hall Harris Hotel Jalan Peta 241,Kopo,Bandung.Kenapa saying untuk dilewatkan ?.

Gitaris Ludwig Lemans God Bless di GOR Saparua Bandung Agustus 1973 (Foto Yitno Sularko)

Gitaris Ludwig Lemans God Bless di GOR Saparua Bandung Agustus 1973 (Foto Yitno Sularko)

Karena menurut saya konser God Bless kali ini memuat aura historik bagi band rock yang dibentuk oleh Achmad Albar bersama gitaris Ludwig LeMans dan drummer Fuad Hasan pada tahun 1973. Terutama karena,entah sengaja atau tidak konser God Bless yang akan berlangsung pada tanggal 30 Agustus 2014 ini seperti sebuah napak tilas atas perjalanan musik God Bless dalam rentang waktu sepanjang 41 tahun. Setelah memilih sekian banyak nama untuk jatidiri bandnya mulai dari The Balls,The Road hingga The God bahkan sempat menggunakan Crazy Wheels , triumvirat penggagas yaitu Achmad  Albar,Ludwig LeMans dan Fuad Hasan lalu sepakat menggunakan nama God Bless yang diambil dari kalimat pada kartu ucapan selamat tahun baru,God bless you.Konser debut God Bless berlangsung di Teater Terbuka Taman Ismail Marzuki (TIM) jalan Cikini Raya pada 5 Mei 1973 dengan formasi Achmad Albar (vokalis),Ludwig LeMans (gitar),Fuad Hasan (drums).Donny Gagola (bass) dan Yockie Surjoprajogo (keyboard).God Bless mendapat sambutan hangat dari penggemar musik rock yang mulai merengsek dalam jumlah yang banyak.Tak satu pun karya lagu sendiri yang mereka bawakan melainkan mengcover setumpuk lagu-lagu karya orang lain mulai dari Edgar Winter,Sly & The Family Stone,James Gang,Focus,Yes,The Beatles termasuk pula Frank Zappa .Keterpukauan penonton musik rock negeri ini memang baru sebatas euphoria terhadap aksi impersonator yaitu tampil dengan memirip-miripkan diri dengan band-band rock yang tengah membahana di berbagai penjuru jagad. Sejak bertahtanya rezim Orde Baru dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto katup musik Barat yang dahulu disumbat oleh rezim Orde Lama dibawah perintah Presiden Soekarno,kini terbuka lebar dan tumpah ruah tiada terbendung.Lagu-lagu berlirik bahasa asing terutama Inggris, yang dianggap antek kapitalis dan ngak ngik ngok oleh Presiden Soekarno mulai menggelegak dan membelah angkasa.Band-band Indonesia yang banyak meniru band-band rock Amerika dan Inggris dari era akhir 60an hingga 70an mulai timbuh subur bak jamur.Dimana-mana, terutama di kota-kota seperti Jakarta,Bandung dan Surabaya.

Tiga anggota God Bless dari kiri ke kanan Ludwig LeMans,almarhum Fuad Hasan dan Achmad Albar di pelataran GOR Saparua Bandung (Foto Gunadi Haryanto)

Tiga anggota God Bless dari kiri ke kanan Ludwig LeMans,almarhum Fuad Hasan dan Achmad Albar di pelataran GOR Saparua Bandung (Foto Gunadi Haryanto)

Achmad Albar yang tengah berlibur ke Jakarta bersama Ludwig LeMans gitarisnya dalam band Clover Leaf di Belanda sempat terperangah dan terkaget-kaget melihat respon penonton Indonesia terhadap konser-konser rock yang mulai kerap ditampilkan di Jakarta dan Bandung.Albar pun seperti terpicu untuk ikut larut dalam euphoria rock yang terjadi saat itu, terutama ketika melihat pertunjukan The Rollies,band papan atas dari Bandung.Achmad Albar lalu mengajak Ludwig LeMans untuk membentuk band rock di Jakarta. Suasana di Jakarta sejak Orde Baru mulai memperlihatkan perubahan dan pergeseran dalam gaya hidup terutama dengan berkecambahnya konser-konser rock. Dengan kondisi larangan dari rezim Orde Baru yang anti ngak ngik ngok pada era 60an sesunggunya merupakan alas an bagi Achmad Albar meninggalkan Jakarta menuju Belanda pada tahun 1965. Di Belanda Achmad Albar yang ingin mendalami music mulai ikut bergabung dalam sejumlah band seperti Take Five hingga Clover Leaf yang mengantarnya masuk ke dunia rekaman.

Berubahnya music rock menjadi santapan yang massive,akhirnya merupakan pemicu utama terbentuknya God Bless.Dengan waktu singkat God Bless seperti telah mendapat pengakuan dari khalayak penikmat music maupun media sebagai sebuah grup rock yang menjanjikan.Pada tanggal 16 Agustus 1973 God Bless menjadi salah satu band rock yang mendapat sorotan dalam acara music udara terbuka Summer ’28 yang berlangsung di sebuah lahan milik Inter Studio Film dikawasan Ragunan Pasar Minggu. Summmer ’28 yang merupakan akronim dari Suasana Menjekang Kemerdekaan RI ke 28 itu memang seperti ingin meniru gerakan Summer of Love di belahan barat sana yang menghasilkan Monterey Pop Festival pada tahun 1967 dan Woodstock Music Festival pada tahun 1969.

Dengan didukung Deddy Dorres pemain keyboard dari Freedom Of Rhapsodia,band rock asal Bandung,God Bless kembali menebar pesona pada khalayak cadas .Achmad Albar memilih sosok Deddy Dorres setelah melihat penampilan Deddy Dorres bersama Freedom of Rhapsodia yang tampil di Mini Disco Jakarta.Masuknya Deddy Dorres kedalam tubuh God Bless menggantikan posisi Yockie Surjoprajogo yang mengundurkan diri dan bergabung dengan band Bandung Giant Step yang dibentuk Benny Soebardja mantan The Peels dan Sharkmove.

God Bless yang didukung pemusik Bandung ini lalu menggelar konser perdana mereka pada akhir Agustus 1973 di Gedung Olahraga Saparua Bandung yang terletak di Jalan Ambon .Tempat yang biasa dipergunakan untuk pertandingan bola basket dan badminton ini justru menjadi saksi sejarah perjalanan musik God Bless yang malam itu tampil bersama Gang Of Harry Roesli dari Bandung serta band Bentoel dari Malang.Saat itu Ian Antono,yang kemudian bergabung dengan God Bless di tahun 1975, masih tergabung sebagai personil band Bentoel.

Kejadian 41 tahun silam itu juga menandai sebuah keterkaitan yang kuat antara God Bless dan Bandung.Kenapa ? Karena ternyata ada beberapa pemusik rock terdepan Bandung yang sempat hilir mudik memperkuat formasi God Bless. Dimulai dengan masuknya Deddy Dorres sebagai keyboardist menggantikan Yockie pada tahun 1973, kemudian masuknya pemain keyboard berbakat Bandung almarhum Soman Lubis yang menggantikan posisi Deddy Dorres.Deddy Dorres masuk ke formasi Giant Step menggantikan posisi Yockie Surjoprajogo. Soman Lubis sendiri saat itu adalah pemain keyboard yang disegani di Bandung.Soman pernah memperkuat The Peels dan Sharkmove.”Terus terang saya saat itu merasa kehilangan ketika God Bless merekrut Soman Lubis masuk God Bless” ungkap Benny Soebardja yang kemudian membubarkan Sharkmove dan membentuk God Bless.

Salah satu permainan keyboard menawan yang dipertontonkan Soman Lubis saat bergabung dengan God Bless adalah ketika melakukan atraksi solo keyboard dengan memainkan repertoar Emerson,Lake and Palmer bertajuk “Promenade” dan “The Gnome” sebuah interpretasi rock Keith Emerson atas karya klasik Modest Mussorgsky dari album “Pictures An Exhibition” (1971).

Ketika masa visa Ludwig LeMans berakhir untuk keduakalinya di Indonesia,akhirnya God Bless harus merelakan kepergian giatris berdarah Indo Belanda itu kembali ke kampong halamannya pada tahun 1974 .Posisi gitar lalu diambil alih oleh Donny Gagola.Lalu siapakah yang mengisi posisi bass ? Lagi-lagi God Bless terpukau dengan  Deddy Stanzah sosok bassist rock Bandung yang saat itu mengundurkan diri dari band yang dibentuknya The Rollies.Sosok Deddy Stanzah dalam pertunjukan panggung dinilai pantas dan sesuai dengan gaya God Bless.Sayangnya Deddy Stanzah hanya sempat bergabung selama 4 bulan serta sempat sekali tampil dalam sebuah konser di Palembang pada tahun 1974.God Bless merasa terganggu dengan kebiasaan lama Deddy Stanzah yang masih mengkonsumsi narkoba.

Disayangkan pula formasi awal God Bless juga tak sempat didokumentasikan dalam sebuah album rekaman satupun.Saat itu para pemilik label rekaman  tak tertarik untuk merilis sebuah album rock yang dianggap tidak memiliki nilai jual .Disamping itu God Bless memang tengah menikmati masa panen konser dari satu panggung ke panggung lainnya.

Kembalinya God Bless menggelar konser di Bandung pada akhir Agustus 2014 ini selain memiliki nilai historis yang sarat nostalgia juga merupakan ajang reuni yang sangat ditunggu-tunggu terutama karena munculnya Yockie Surjoprajogo,pemain keyboard God Bless yang tercatat berkali-kali keluar masuk formasi God Bless serta kehadiran drummer Teddy Sudjaja dan gitaris Eet Sjahranie yang pernah mendukung God Bless dari tahun 1989 – 1997. Meskipun ketiga mantan personil God Bless ini akan manggung bersama Achmad Albar,Donny Fattah dan Ian Antono di panggung nanti, kehadiran mereka hanya sebatas bintang tamu dan bukan sebuah reuni permanen. Namun hal ini merupakan peristiwa rock yang penting untuk ditonton.Setidaknya kita akan menikmati perjalanan sebuah band rock dengan pelbagai suka dan dukanya selama 41 tahun.Semuanya berlangsung di Bandung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s