Sembilan Tahun Mengenal Sore

Posted: September 14, 2014 in Kisah, Opini

Ternyata telah 9  tahun saya bersahabat dengan band bernama SoreMasih saya ingat ketika David Tarigan ,A & R Aksara Record dan juga produser musik suatu hari mengajak saya keliling Jakarta dengan mobil sedannya.David lalu mengambil CD dan memperdengarkan sebuah rekaman musik dari sebuah band baru.

SOREbaru

Saya terperanjat,ini band mana ? Wow musiknya depth .Pop tapi dengan pemanfaatan akor yang lebih luas.Ada harmonisasi yang membuat saya seolah deja vu.Dibilang rock,kagak,dibilang jazz juga kagak,ini pop yang eklektik agaknya.Akhirnya David Tarigan yang bekerja di Aksara Record memberikan saya album dari band yang namanya unik Sore.Album debutnya bertajuk Centralismo.Lalu saya minta David agar dipertemukan dengan band Sore.Dan diambang sore,saya bersama David akhirnya bersua untuk pertamakali dengan Sore di Plaza Semanggi.Kami ngobrol musik dengan penuh sukacita.Kemudian sekitar selama seminggu saya spinning CD dari Sore, lalu saya memutuskan untuk menulis Sore dimajalah berwibawa Tempo.Tengah Agustus tulisan saya tentang Sore bertajuk “Para Pemuja Masa Silam” dimuat di majalah Tempo.Ini merupakan pertamakali Sore di tulis di media cetak mainstream.Beberapa waktu setelahnya,akhirnya saya juga melihat majalah TIME Asia juga menulis Sore dalam ulasannya.Kini dalam usia 9 tahun,Sore yang tinggal berempat  merilis album baru.Musik mereka masih tetap menggigit,sarat dengan ketidakterdugaan,serta lirik yang kadang majemuk tafsir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s