Film Dokumenter Tentang Pemusik Jazz Benny Likumahuwa

Posted: Oktober 17, 2014 in Kisah

Minggu lalu sekelompok mahasiswa Universitas Pelita Harapan angkatan tahun 2013 mendatangi saya untuk meminta komentar tentang sosok pemusik jazz Indonesia legendaris Benny Likumahuwa.Elvina Lie,salah satu dari mahasiswa yang tengah mengerjakan tugas kampus itu mengatakan bahwa mereka sedang menggarap pembuatan film dokumenter tentang sosok pemusik jazz.”Kami memilih musik jazz,karena film dokumenter tentang musik jazz Indonesia masih sangat kurang”.

Bersama Benny Likumahuwa di Summarecon DigitalCenter 12 Oktober 2014 (Foto Elvina Lie)

Bersama Benny Likumahuwa di Summarecon DigitalCenter 12 Oktober 2014 (Foto Elvina Lie)

Sosok Benny Likumahuwa rasanya memang tepat untuk dijadikan obyek pendokumentasian tentang musik jazz di Indonesia,karena kontribusi yang telah diberikannya termasuk panjang.Ini jika dihitung,saat pertamakali menggeluti musik jazz sejah pertengahan era 60an,di saat rezim Orde Lama tumbang. Benny Likumahuwa,pun tak hanya dikenal sebagai pemusik andal yang nyaris menguasai berbagai alat musik terutama ragam instrumen tiup, tapi Benny juga seorang tutor yang aktif memberikan edukasi jazz, mulai dari tingkat remaja hingga dewasa.

DS2

Kelugasan Benny Likumahuwa tentang pentingnya bermain musik terutama jazz yang harus dibekali pendidikan musik yang menmadai merupakan salah satu bukti kesungguhan Benny Likumahuwa dalam menghasilkan generasi baru dalam musik jazz di negeri ini.

Benny Likumahuwa dilahirkan di Kediri 18 Juni 1946.Seorang multi-instrumentalis yang mampu memainkan instrumen bass,gitar,piano,trombone,saxophone,flute,klarinet hingga trombone.Lelaki berdarah Maluku ini juga pernah tinggal di Ambon pada era 60an.Tahun 1965 Benny Likumahuwa meninggalkan Ambon dan bermukim di Bandung.
Di tahun 1966,Benny Likumahuwa yang juga menguasai teori musik dengan baik mulai bergabung dengan kelompok Crescendo.Ada pergeseran besar yang terjadi pada tahun 1968 manakala Benny Likumahuwa diajak bergabung dalam band rock The Rollies. Benny Likumahuwa lalu melontarkan gagasan untuk menambahkan instrumen tiup dalam formasi The Rollies.Benny lalu mengajarkan cara meniup instrumen tiup pada seluruh personil The Rollies tanpa terkecuali mulai dari Deddy Stanzah sang pendiri The Rollies hingga Delly Djoko Alipin,Tengku Zulfiyan Iskandfar,Iwan Krisnawan,Bangun Sugito serta Bonnie Nurdaya .
Di tahun 1969 The Rollies mulai memasuki industry rekaman dengan merilis sekaligus dua album pada label Pop Sounds di Singapore.Kemampuan Benny Likumahuwa sebagai arranger sangat membekas dalam corak musik The Rollies saat itu terutama ketika The Rollies mulai mengibarkan jatidiri sebagai jazz rock band dengan dominasi horn section seperti Chicago maupun Blood Sweat and Tears..
Di awal 1970an Benny Likumahuwa kerap mondar mandir di beberapa kota Asia Tenggara untuk bermain musik diberbagai klab.Saat itu dia membentuk band bernama The Augersindo yang merupakan akronim dari Australia,German,Singapore dan Indonesia.Karena pendukungnya berasal dari keempat negara tersebut..
Di awal 70an Benny diajak Jack Lesmana bergabung dalam The Indonesian All Stars menggantikan posisi bassist Jopie Chen.Benny Likumahuwa pun bergabung dalam Jack Lesmana Combo.Di era 80an Benny Likumahuwa tergabung dalam Abadi Soesman Jazz Band serta Ireng Maulana All Stars. Benny Likumahuwa juga membentuk kelompok musiknya sendirti yang diberinama Benny Likumahuwa Jazz Connection.

Pengambilan gambar beserta wawancara dan testimoni untuk film dokumenter Benny Likumahuwa ini dimulai sejak hari minggu 12 Oktober di kawasan Sumarecon Digital Center yang berada di wilayah Serpong Tangerang, dimana di kawasan perbelanjaan ini Benny Likumahuwa dan kelompok jazznya yang dilabeli nama Jazz Connection seminggu sekali bermain secara gratis dihadapan pengunjung.

Perjalanan karir Benny Likumahuwa yang panjang,penuh liku dan perjuangan merupakan jal menarik dari materi yang akan dijejalkan kepada publik dalam film dokumenter ini.

DS1

Dengan kian banyaknya upaya mendokumentasikan sejarah maupun kegiatan musik di Indonesia,tentunya tak akan lagi mengaburkan sejarah musik populer di negeri kita.Film dokumenter yang digagas para mahasiswa Universitas Peloita Harapan ini pantas dan patut diikuti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s