Liner Notes Reissue Album Di Batas Angan Angan – Keenan Nasution

Posted: November 25, 2014 in Kisah

Malam ini 25 November 2014 saya lagi bongkar-bongkar file tulisan.Sekedar untuk beres-beres,agar pengarsipan lebih rapi.Eh tiba-tiba menemukan sebuah draft tulisan berbentuk prakata atau foreword atau liner note istilah yang kerap dipakai untuk sebuah prakata dalam sebuahb rekaman baik dalam format kaset,compact disc maupun piringan hitam (vinyl).Liner Notes yang saya tulis itu adalah pesanan dari Keenan Nasution pada sekitar tahun 2010.4 tahun silam Keenan Nasution berencana akan merilis ulang atau reissue atas album solo debutnya “Di Batas Angan-Angan”.Sayangnya, hingga saat sekarang ini album reissue tersebut belum juga terwujud.Tapi ada baiknya saya share aja liner notes yang saya tulis itu sekarang.Selamat membaca.

KST

32 tahun silam,tepatnya November 1978 muncullah sebuah album yang memiliki kualitas terbaik dalam industri musik pop tanah air.Dengan kemasan seperti kotak pembungkus rokok,album yang didominasi warna sephia brown serta logo khas garapan Gauri Nasution bertuliskan Keenan Nasution. Bertajuk “Di Batas Angan-Angan” yang diangkat dari lagu karya Keenan Nasution dan Rudi Pekerti yang sempat terpilih sebagai finalis Festival Lagu Populer Indonesia 1977.

Keenan Nasution adalah pemusik yang bermukim di Pegangsaan Barat.Dia bersejawat dengan Chrisye bahkan satu band : Gipsy.Di tahun 1975-1976 Keenan bersama Chrisye,Oding Nasution,Roni Harahap,Abadi Soesman dan Guruh Soekarno Putera bersekutu dalam proyek eksperimental “Guruh Gipsy” dengan motto : kesepakatan dalam kepekatan.

DAA

Beberapa sejawat dalam Guruh Gipsy seperti Guruh Soekarno Putera,Abadi Soesman,Roni Harahap dan Oding Nasution ikut terlibat dalam penggarapan album ini.Selain itu,album ini juga didukung oleh Fariz RM,Junaedy Salat (keduanya adalah jebolan Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors 1977),juga ada Debby Nasution,Gauri Nasution dan Eros Djarot dari Barong’s Band yang menyumbangkan lagu bernuansa prog-rock “Negeriku Cintaku”.

Addie MS yang masih duduk dibangku SMA bahkan diberi kesempatan bermain piano dan menata arransemen lagu “Nuansa Bening” dan “Cakrwala Senja”.Juga ada Trio Bebek sebagai penyanyi latar,bassist Hookerman Harry Minggoes,keyboardis Clique Fantastique Yanto hingga drummer Young Gipsy Narry.

Keenan

Tak ketinggalan pula Dr Rudi Pekerti sebagai penulis lirik hampirsemua lagu yang ada di album ini.Pendek kata ,pendukung album solo perdana multi-instrumentalis Keenan Nasution ini adalah kerabat pemusik yang sering nongkrong di Jalan Pegangsaan Barat No.12,Menteng,Jakarata Pusat.

Secara keseluruhan musiknya memang kaya.Arransemen tampak ditata dengan serius.Lagu “Nuansa Bening” menjadi hits terbesar album ini disamping “Zamrud Khatulistiwa karya Guruh Soekarno Putera yang terasa menggelegakka spirit jingoisme.Secara cerdik Keenan menyusupkan tabuhan perkusi Bali dalam rhythm section lagu bernuansa disko .

Lirik lagu yang ditulis Rudi Pekerti seperti berkiblat pada realita namun masih tetap berasyik masyuk dalam bingkai metafora.Simak saja misalnya lagu “Kemana (Hujan)” :

Kemana,musim hujan yang biasa datang diakhir kemarau, oh teman .

Kemana, jalan yang kau pilih dan tentukan dipersimpangan, oh kawan

Dari mana datangnya angin, dari tenggara.

Dari mana datangnya damai,dari selatan

Angin membawa rasa damai, Ketika pikiran yang rusuh,

datang mengganggu tak permisi.

Ada juga yang berceloteh dengan tema keseharian.Bersahaja.tapi memiliki kedalaman makna,seperti lagu “Adikku” :

Negeri yang jauh

tersangkut mimpi

adikku bercerita pengalamannya

ada cemara berbunga lampion

awan yang warna –warni, kian kemari

kanak-kanak bebas berlari

kanak –kanak bebas bernyanyi

Berbeda dengan perangai musik pop yang ada saat itu,Keenan Nasution selain berupaya menyajikan musik yang eklektik (ada pop,rock,folk dan progresif rock) juga menampilkan keragaman dalam tema penulisan lirik.

Lirik tak hanya berkutat persoalan cinta semata.Melainkan merambah ke tema sosial hingga yang bernada protes,seperti kegeraman yang terekam dalam lagu “Negeriku Cintaku” karya Debby Nasution dan Eros Djarot :

Hei kaum muda masa kini,kita berantaslah korupsi

Jangan membiarkan mereka menganiayai hati kita

Album “Di BatasAngan Angan” yang direkam di Gelora Seni Studio ini oleh sound engineer kawakan seperti Alex Kumara ini merupakan album terbaik di sepanjang karir musik Keenan Nasution .Bahkan di tahun 2007 silam,album “Di Batas Angan Angan” termasuk dalam “150 Album Indonesia Terbaik” versi majalah Rolling Stone Indonesia.

Dan tepat hari ini ”Di Batas Angan-Angan” kembali dirilis memenuhi hasrat rindu para penggemar karya-karya Keenan Nasution.

Selamat menyimak dan menikmati karya yang tak lekang dan tak lapuk ditelan pergeseran nilai dan jaman.

Jakarta Juni 2010

Denny Sakrie,pengamat musik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s