Takwil Lagu Renjana Karya Guruh Sukarno Putra

Posted: November 28, 2014 in Opini

Menurut saya lagu Renjana adalah sebuah mahakarya dari Guruh Sukarno Putra yang menautkan melodi dan lirik lagu yang berlumur misteri.Tafsir lagu ini memang bisa berkelebat dari sudut pandang yang beda.Walaupun ketika lagu ini berhasil menjadi pemenang Festival Lagu Populer Indonesia tahun 1976,Guruh mentakwilkan makna renjana sebagai sebuah bentuk kenelangsaan dalam takaran romansa ,tapi saya malah menemukan padanan makna yang lebih jauh dan lebih dalam dari sekedar rasa galau seseorang dalam dimensi percintaan.Saya mlah merasa lagu ini cerminan kekalutan seorang Guruh terhadap Indonesia meski dalam pemaknaan yangh samar.Ada frasa tentang kebangkitan dalam deretan lariknya berikut ini :

Di malam hening tertegun kumerenung.

menanti fajar tak kunjung datang.

Sukmaku bergetar digenggam halimun dingin.

Terkungkung langit nan kelam
Pagi pun datang meremang cahya rawan.

Seakan enggan menyongsong siang.

Hatiku merintih ditindih derita beku

Merana berkawan sunyi
Tetesan embun mengusik mimpi

Kuterjaga kumeronta.

Kutinggalkan mimpi hampa
Angin kembara bmenebar wangi bunga.

Menepis mendung mengusap embun.

Hasratku menderu.

Menuju dataran hijau.

Tempat bersemi hayatku

Guruh Sukarno Putra dan Kris Dayanti (Foto Antara News)

Guruh Sukarno Putra dan Kris Dayanti (Foto Antara News)

Dalam tafsir yang tersemburat di benak saya, saya menangkap makna  deretan lirik-lirik lagu Renjana ini sesungguhnya mencerminkan kegundahan yang dirasakan Soekarno,proklamator sekaligus presiden pertama NKRI yang juga merupakan ayah kandung Guruh Sukarno Putra, manakala diri beliau dihujam penuh dendam dalam sebuah konstelasi politik di negeri ini..

Dan dalam konser Salute To Guruh Sukarno Putra  yang digagas oleh Erwin Gutawa beberapa malam lalu di Plenary Hall Jakarta Convention Center, lagu yang pertamakali dibawakan oleh penyanyi Grace Simon di panggung World Popular Song Festival Budokan Hall Tokyo 1976, dibawakan lagi dengan ekspresi yang memikat dari Kris Dayanti.Selama ini kita hanya mengenal Renjana dalam versi Grace Simon saja, dan KD berhasil memberi sukma dalam tiap kata yang diukir Guruh 3 dasawarsa silam.Saya pun terkesiap menyimaknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s