Vinyl Countdown

Posted: Januari 1, 2015 in Opini

Kecemasan akan punahnya rekaman musik dalam bentuk fisik karena menggelegaknya distribusi musik secara digital dan maraknya pembajakan kini pupus sudah.Diminatinya kembali format piringan hitam belakangan ini merupakan indikasi kuat bahwa sebagian besar penikmat musik masih memilih format fisik dalam mendengarkan dan mengoleksi rekaman-rekaman musik.Disepanjang tahun 2014 data penjualan vinyl di Amerika Serikat dan Inggris cenderung memperlihatkan grafik meningkat.Di Amerika Serikat dalam 7 tahun terakhir,penjualan vinyl mulai naik dari tahun ke tahun.
Dalam catatan asosiasi industri rekaman di Inggris BPI (British Phonographic Industry) tahun 2014 penjualan format vinyl mencapai posisi tertinggi mencapai 1,3 juta keping sejak tahun 1995,disaat Inggris tengah menjadi perhatian industri musik dunia lewat tren Britpop.

pinkfloyd-vinyl-endlessriver-1500x1000

Walaupun pencapaian penjualan vinyl berkisar 2 persen dari total pasar musik di Inggris, namun data di tahun 2014 ini menunjukkan tren kembalinya para penikmat musik menjamah piringan hitam.Album terbaru Pink Floyd bertajuk “The Endless River” menduduki peringkat no.1 dari 10 Album berbasis vinyl terlaris di Inggris di tahun 2014.
Di Amerika Serikat penjualan vinyl melonjak dari kisaran 6,1 juta keping di tahun 2013 menjadi 9,2 juta keping di tahun 2014. Konfigurasi penjualan vinyl bertumbuh sebanyak 52 persen.

Jack White bersama Jimmy Fallon tentang vinyl Lazaretto (Foto Billboard)

Jack White bersama Jimmy Fallon tentang vinyl Lazaretto (Foto Billboard)

Tahun lalu,album solo Jack White “Lazaretto” terjual 87.000 keping dan pada tahun 2013 album Daft Punk “Random Acces Memories” terjual 49 000 keping.
3,6 persen dari total penjualan album di tahun 2014 adalah vinyl. Ada sekitar 94 album dalam format vinyl yang sedikitnya terjual sekitar 10 .000 keping per album di tahun 2014 setelah tahun 2013 tercatat sekitar 46 judul album.
Bandingkan dengan data 10 tahun lalu dimana penjualan vinyl hanya mencapai 0,2 persen yaitu sekitar 1,2 juta dari total 681.400.000 keping.Adapun 57 persen dari total penjualan vinyl di Amerika tahun 2014 diperoleh dari hasil penjualan di gerai musik independen.
Lalu bagaimana dengan Indonesia sendiri ? Rilisan musik rekaman dalam bentuk vinyl mulai menggeliat walau belum dalam skala besar dan masih berkisar di kota-kota besar seperti Jakarta atau Bandung. Kebanyakan rilisan vinyl dilakukan oleh label-label independen seperti Demajors Record,Fast Forward,Elevation Record,Majemuk Record,Ivy League,Stock Room Recording maupun Organic Records .
Biasanya mereka merilis dalam jumlah yang terbatas berkisar antara 200 hingga 500 keping .Beberapa label besar pun mulai tertarik merilis format vinyl diantaranya Sony Music yang merilis album Superman Is Dead “The Early Years,Blood,Sweat and Tears” (2012) sebanyak 1000 keping dan Musica Studios yang merilis album d’Masiv “Hidup Lebih Indah” (2014).Memang hingga saat ini belum ada data akurat pencatatan total penjualan vinyl di Indonesia di sepanjang tahun 2014, tapi dengan maraknya hadir gerai-gerai musik independen yang menjual vinyl di basement Blok M Square maupun Pasar Santa Kebayoran dan beberapa titik lainnya menunjukkan bahwa tren vinyl telah memiliki pasar tersendiri dan memiliki peluang yang cerah dalam industri musik Indonesia .

Album vinyl reissue "Matraman" - The Upstairs (Doto Denny Sakrie)

Album vinyl reissue “Matraman” – The Upstairs (Doto Denny Sakrie)

Catatan lain menunjukkan ketika The Upstairs merilis vinyl reissue “Matraman” pada 16 Desember 2014,dalam hitungan jam vinyl mereka sebanyak 200 keping yang dirilis ulang oleh Demajors telah ludes dibeli para penggemarnya.
Label independen Demajors di tahun 2015 ini telah siap merilis album-album dari Naif hingga Pure Saturday. Bahkan Musica Studios,setelah merilis vinyl d’Masiv,berencana akan melakukan rilis ulang vinyl album-album dari back catalogue Guruh Sukarno Putra,Chrisye,Harry Roesli dan Iwan Fals yang dulu pernah dirilis di akhir era 70an hingga 80an.
Boleh jadi tren kembali ke vinyl ini merupakan salah satu solusi untuk menjegal maraknya pembajakan musik yang hingga saat ini tak pernah tuntas diberantas .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s