Arsip untuk November, 2011

                          Goodbye everybody – I’ve got to go
                         Gotta leave you all behind and face the truth

Lirik ini dinyanyikan dengan gaya aria beraura rock oleh Freddie Mercury pada epic bertajuk “Bohemian Rhapsody” bersama bandnya Queen dalam album “A Night At The Opera” di tahun 1975. Pada 24 November 1991,Freddie yang dilahirkan dengan nama asli Farrokh Bulsara ini betul betul pergi meninggalkan kita semua termasuk jutaan pemujaan Queen yang terkejut mendengar kabar berpulangnya yang terasa seperti sebuah sekonyong konyong yang tak terbantahkan.  Berpulangnya Freddie  dalam usia 45 tahun di kediamannya Kensington Inggeris diumumkan media secara serempak pada dini hari 25 November 1991.

Lebih mengejutkan lagi beberapa hari setelah berpulangnya lelaki berkumis tebal ini,mencuat sebuah kabar yang sebetulnya bukan hal yang terlalu mengejutkan bagi sebagian orang.Freddie Mercury yang dilahirkan  di Stone Town,Zanzibar 5 September 1946 meninggal karena berkaitan dengan HIV. Sebelum menghembuskan nafas terakhir,Freddie Mercury pada tanggal 22 November 1991 sempat mengundang Jim Beach manajer Queen ke Kensington .Mereka berdua berembuk untuk menyusun sebuah statement public perihal penyakit yang diidap Freddie selama ini.Pernyataan itu berbunyi seperti ini :

 Following the enormous conjecture in the press over the last two weeks, I wish to confirm that I have been tested HIV positive and have AIDS. I felt it correct to keep this information private to date to protect the privacy of those around me. However, the time has come now for my friends and fans around the world to know the truth and I hope that everyone will join with me, my doctors, and all those worldwide in the fight against this terrible disease. My privacy has always been very special to me and I am famous for my lack of interviews. Please understand this policy will continue.

Pernyataan ini setidaknya melegakan,terutama bagi Freddie Mercury yang telah merahasiakan hal ini sejak tahun 1987.Saat itu,menurut Jim Hutton,kekasih Mercury,vokalis Queen ini telah didiagnosa mengidap AIDS.Saat itu juga,Freddie selalu membantah perihal penyimpangan seksual yang dijalaninya dihadapan para jurnalis.Tahun 1990 kesehatan Freddie kian memburuk.Queen sempat stagnan dalam melakukan tur konser.Langkah Freddie kerap dikuntit fotografer yang ingin mendapatkan gambar kondisi Freddie sesungguhnya.Koran The Sun akhirnya mempublikasikan foto terkini Freddie Mercury pada terbitan 29 April 1991 yang terlihat kuyu dan kurus.Namun pihak Queen dan kerabatnya sepakat membantah tentang keterkaitan Freddie dengan virus HIV yang mematikan itu.Kondisi raga Mercury yang ringkih dan sangat kurus jelas terlihat padsa video klip These Are Days Of Our Lives yang di shooting pada Mei 1991.

Setelah merampungkan album Queen pada Juni 1991,Freddie mengambil cuti di rumahnya Kensington.Mantan kekasihnya di era 70an Mary Austin berada disamping Freddie.Mary merawat Freddie yang telah lunglai dalam pembaringan.Freddie bahkan mulai mengalami kesulitan untuk melihat.Kondisi Freddie sangat miris dan memilukan.Freddie bahkan mulai menolak perawatan medis tersebut.Dia tampak siap untuk meninggalkan dunia fana ini.

Koran The Sun kemudian membuat headline “Freddie Is Dead” dengan foto Freddie di atas panggung bertelanjang dada dengan latar belakang bendera Inggeris Union Jack.

Rasanya tak hanya penggemar Queen yang terisak,bahkan seluruh peminat pop dan rock berkabung atas kepergian sosok multitalenta Freddie Mercury.

Freddie Mercury adalah tokoh sentral Queen.Dia merancang logo Queen.Dia menjadi penyanyi utama Queen sembari memainkan piano.Freddie Mercury menulis 10 dari 17 hits besar Queen dari tahun 1971 hingga ajal menjemputnya.Lagu lagu itu antara lain Seven Seas Of Rhye,Killer Queen,Bohemian Rhapsody,Somebody To Love,We Are The Champion,Don’t Stop Me Now,Bicycle Race,Crazy Little Thing Called Love dan Play The Game.

Sejak usia 7 tahun Freddie telah mahir bermain piano.Di usia 12 tahun Freddie membentuk band sekolahan bernama The Hectics.Freddie mendapat diplomadalam bidang seni dan disain grafik pada Ealing Art College.Kemampuan seni rupanya ini lalu diterapkan dalam membuat logo Queen serta rancangan grafis beberapa album Queen.Di tahun 1969 dengan pengaruh dari Jimi Hendrix dan Led Zeppelin,Freddie mulai terkena virus rock dengan berganbung dengan band bernama Ibex yang kemudian berubah nama menjadi Wreckage.Ketika Wrecakge dianggap mentok,Freddie lalu bergabung dengan band lain diantaranya Sour Milk Sea yang juga usianya hanya seumur jagung saja.

Di tahun 1970 Freddie bergabung dalam Smile yang digawangi Roger Taylor (drums) dan Brian May (gitar).Ketika John Deacon ikut bergabung dalam Smile,Freddie lalu mengubah Smile menjadi Queen meski awalnya ditentang oleh Roger Taylor dan Brian May.”Saya tahu nama Queen memiliki konotasi dengan gay.Tapi nama Queen mudah diingat” timpal Freddie yang saat itu juga mengubah nama belakangnya Bulsara menjadi Mercury.

Kekuatan utama Freddie yang mencuat adalah karakter vocal yang mumpuni.Meskipun Freddie memiliki suara dasar baritone tapi dalam upaya menyanyikan sebagian besar lagu Freddie mampu menempatkan range vokalnya pada wilayah tenor.Belum lagi jika Freddie mulai mendaki wilayah tinggi dengan berfalsetto yang dilumuri aura soulful.Warna suara Freddie memang lentur.Dia mampu menyentuh aura aria penyanyi tenor klasik tapi mampu meliuk secara soulful bagai cengkok Aretha Franklin,sang ratu soul yang kesohor itu.

Dalam solo karirnya Freddie Mercury  bahkan pernah berduet dengan penyanyi soprano Spanyol Montserrat Caballe dalam “Barcelona”.Berduet dengan David Bowie dalam “Under Pressure”.Bahkan di tahun 1983 Freddie berduet dengan Michael Jackson.Duet ini rencananya akan dirilis dalam waktu dekat setelah musiknya didandani lagi oleh Roger Taylor dan Brian May. 

Berbeda dengan penampilan panggungnya yang flamboyan,Freddie sebetulnya adalah sosok pemalu yang introvert.Jarang melakukan interview dengan jurnalis.”Tapi saya kan berubah menjadi pribadi yang berbeda saat di atas panggung.Saat itu saya adalah lelaki yang sangat ekstrovert” ungkapnya.

Dan 20 tahun yang silam ketika terbetik kabar berpulangnya Freddie Mercury, saya yang masih berkiprah sebagai penyiar di sebuah radio swasta pun mulai memutar lagu-lagu Queen yang memorable.Jika kita simak,Freddie sebetulnya banyak menyusupkan pesan pesan khusus dalam lirik lirik lagunya.Freddie  Mercury seperti meramal jalan kehidupannya sendiri.

The Show must go on!Yeah!
Inside my heart is breaking,
My make-up may be flaking,
But my smile, still, stays on!

Whatever happens, I’ll leave it all to chance.
Another heartache – another failed romance.
On and on…
Does anybody know what we are living for?

Iklan

Piringan Hitam Titik Sandhora "Mimpi Diraju"

Inilah album ke 8 Titiek Sandora di tahun 1970 bertajuk “Mimpi Diraju”.Lagu “Mimpi Diraju” tak lain adalah lagu ” Je t’aime… moi non plus” yang dipopulerkan Jane Birkin dan Serge Gainsbourg pada tahun 1969.Lagu yang mendesah desah ini memang bernauansa erotik.Tapi entah kenapa pihak Remaco lalu meminta jasa penulis lirik Usyi untuk mengganti liriknya dengan bahasa Indonesia.Meskipun agak “tersipu-sipu” toh Titiek Sandora membawakan lagu ini dengan suaranya yang dibuat genit.Judulnya pun diubah menjadi “Mimpi Diraju”.
Ah ada ada saja nih orang doeloe kala !

8 November 2011  kemaren lagu Stairway To Heaven dari Led Zeppelin genap berusia 40 tahun.Banyak hal hal istimewa yang bisa dicatat pada lagu yang ditulis oleh Jimmy Page dan Robert Plant itu.Penafsiran terhadap karya Led Zeppelin yang kerap disebut epic ini kian merajalela mulai dari saat lagu ini dirilis pertamakali pada 8 November 1971 pada album Led Zeppelin IV “Zoso”   hingga saat sekarang ini.

Meskipun “Stairway To Heaven” tidak pernah dirilis secara resmi sebagai single,tapi lagu ini kerap di putar di radio-radio seantero jagad nyaris dalam 4 dasawarsa.Adapun piringan hitam single “Stairway To Heaven” yang menjadi inceran para kolektor itu sebetulnya hanya dicetak terbatas untuk kepentingan promosi di radio-radio.Silakan lihat foto single Stairway To Heaven yang saya taruh disini Stairway To Heaven memang tak pernah masuk dalam chart lagu tetapi kumandangnya menggaung kemana-mana.

Namun pada 13 November 2007,single “Stairway To Heaven” dirilis secara resmi dalam digital download legal.Dan akhirnya lagu epic rock ini ,untuk pertamakali masuk dalam UK Singles chart.

Selain lagu dan musiknya yang menawan,kebanyakan orang tertarik untuk mentakwilkan makna dan arti dari lirik lagunya yang ditulis oleh Robert Plant.Pada era 70-an,kehebohan seringkali mencuat ketika para jurnalis rock senantiasa bertanya pada Robert Plant tentang apa makna yang sesungguhnya yang terkandung di dalam barisan lirik lagu “Stairway To Heaven” itu.

Pada bagian awal lirik lagu “Stairway To Heaven” seolah bertutur tentang seorang perempuan yang tengah mengumpulkan sejumlah uang ,sebagai sebuah solusi atau pencapaian atas beban hidupnya yang terasa berat dan hampir hampir tak berarti untuk masuk ke surga.Robert Plant agaknya hanya mau memaparkan secara gambling takwil lagu itu pada bahagian itu saja

Lagu “Stairway To Heaven” mulai dirancang sebagai lagu tepat pada awal tahun 70-an,disaat itu Led Zeppelin bermaksud untuk menulis sebuah lagu epic yang lebih dahsyat dibanding “Dazed and Confused” yang saat itu kerap dimuntahkan dalam setiap konser panggung Led Zeppelin.

Jimmy Page mengawali penggarapan lagu itu di rumahnya dengan menggunakan fasilitas olah rekam 8 track.Pagey melakukannnya dalam beberapa versi gitar yang berbeda.Di sekitar April 1970,Jimmy Page bertutur pada jurnalis rock bahwa Led Zeppelin tengah menggarap sebuah epic baru berdurasi sekitar 15 menitan yang memiliki klimaks yang terwakili oleh gebukan drum John Bonham yang belum pernah terdengar sebelumnya.

Lalu pada Oktober 1970,setelah menuntaskan tur Led Zeppelin  selama 18 bulan , pasangan composer Jimmy Page dan Robert Plant  mulai konsentrasi mengerjakan pembuatan lagu itu di sebuah cottage di Welsh dengan nama Bron –yr-Aur .Di bulan Desember Led Zeppelin mulai merekam lagu itu di Island Studios London.Mereka mulai merekam intro lagu itu berulang-ulang untuk mencapai sebuah kesempurnaan.Led Zeppelin memang ingin mencari sebuah titik kepuasan dalam merekam karya-karya rock mereka.Ini terlihat dengan bergonta-ganti studio yang mereka pakai untuk mencapai sebuah tingkat kepuasan maksimal.Led Zeppelin lalu pindah lagi ke Headley Grange di Liphook Road ,Headley,Hampshire.Di daerah ini,dengan menyewa studio mobile milik the Rolling Stones,Led Zeppelin merampungkan karya rock terbesar sepanjang zaman itu.Headley Grange adalah adalah sebuah bangunan artistik tanpa listrik namun memiliki akustik yang luar biasa.Led Zeppelin memilih tempat ini karena ingin berkonsentrasi penuh terhadap sesi rekaman dan tidak mau privacynya terganggu.Keadaaan disekitar sangat natural.Terlihat berkeliaran domba di sekitar bangunan tersebut.

Lirik pun tercetus dari benak Robert Plant yang seperti tersusupi ilham ketika tengah duduk bersama Jimmy Page di depan tungku api Headley Grange .Page lalu memetik gitar.Sebuah chord pun bergaung “Saat itu saya tengah memegang pensil dan kertas.Entah kenapa saya lagi merasa tidak mood saat itu.Tapi tanpa saya sadari,jari jemari saya malah menuliskan sederet lirik….. ‘There’s a lady who’s sure all that glitters is gold/And she’s buying a stairway to heaven.’ I just sat there and looked at the words and then I almost leapt out of my seat.”

Dalam pelbagai wawancara,Robert Plant selalu mengasumsikan bahwa saat menulis lirik Stairway To Heaven dia sama sekali tak bersemangat untuk menulis sebuah lirik lagu.”Tapi entah kenapa ada sesuatu yang kemudian menggerakkan jari jemari saya untuk menuliskan lirik dengan pensil itu” ungkap Robert Plant.

Nah dari pengakuan semacam inilah mungkin yang kemudian menjadikannya sebagai bukti telak bahwa lagu “Stairway To Heaven” itu justeru ditulis oleh iblis atau setan yang tengah merasuki diri Robert Plant.Karena dalam berbagai kesempatan teori ini dicoba dibuktikan kebenarannya dengan memutar terbalik (backward) piringan hitam “Stairway To Heaven” dan terdengar sebuah pesan satanic pada lirik lagu “Stairway To Heaven”.Termasuk mengaitkan keterkaitan Jimmy Page dengan aliran spiritual Aleister Crowley.

Sensasi itu kemudian berjalan seiring dengan popularitas Stairway to Heaven hingga menjadi sebuah lagu yang terkenal dan berubah menjadi lagu legendaris yang tetap hijau.

Fakta lain pun bermunculan manakala Jimmy Page kemudian rumah Aleister Crowley di Skotlandia,yang dikenal sebagai gereja iblis dengan nama The Toolhouse.Dalam berbagai bukunya,Crowley mengajarkan pengikutnya untuk mempelajari membaca dan berbicara terbalik (backward).

Robert Plant sendiri mengaku untuk penulisan lirik Stairway To Heaven ini, banyak dipengaruhi dari beberapa buku yang dibacanya antara lain “Magic Arts In Celtic Britain” nya  Lewis Spence .

Pada Januari 1982,Paul Crouch dalam sebuah acara TV mencoba menganalisa lagu Stairway To Heaven yang diduga keras mengandung elemen satanic pada liriknya jika lagu Stairway To Heaven itu diputar terbalik atau backward.Hal itu terdengar jelas terutama jika diputar terbalik pada saat Robert Plant menyanyikan lirik yang dibawah ini :

“ If there’s a bustle in your hedgerow, don’t be alarmed now…”)

Maka akan terdengar lirik yang seperti ini :

Oh here’s to my sweet Satan.
The one whose little path would make me sad, whose power is Satan.
He will give those with him 666.
There was a little tool shed where he made us suffer, sad Satan

Saya sendiri merasa penasaran,dan kemudian mencoba melakukan hal seperti yang diuraikan Paul Crouch itu.Saya tidak menggunakan piringan hitam tapi,pita kaset yang sengaja saya balik.Dan apa yang terjadi ? Lirik satanic  yang saya kutip diatas pun terdengar nyata.Saya merinding.Wow luar biasa,pakah betul saat penulisan lirik lagu itu Robert Plant disusupi pengaruh iblis ?

Lalu pada tanggal 9 bulan 9 tahun 99,saat saya masih menjadi penyiar radio M97FM Classic Rock Station,saya mencoba melakukan backward lagi untuk lagu “Stairway To Heaven” ini.Saya hanya ingin sharing kasus ini ke pendengar.Saya minta bantuan operator saat itu untuk memasukkan lagu Stairway To Heaven yang bersumber dari kaset ke komputer.Lalu komputer melakukan backward dengan memutar dari belakang,lalu kembali terdengar suara Robert Plant dengan pesan pesan satanicnya tadi.Saat itu banyak respon dari pendengar yang masuk perihal lagu Stairway To Heaven itu.

Dan disaat merayakan ulang tahun yang ke 40 dari lagu “Stairway To Heaven”,saya masih tetap tidak menemukan takwil kenapa lagu itu bisa memiliki pesan setan atau iblis.

Led Zeppelin sendiri mungkin sudah berpuluh puluh kali membantah keterkaitan iblis dalam lirik lagu Stairway To Heaven ini. Dalam majalah Musicians edisi tahun 1983 Robert Plant berkomentar seperti ini :” To me it’s very sad, because ‘Stairway to Heaven’ was written with every best intention, and as far as reversing tapes and putting messages on the end, that’s not my idea of making music.

Ya sudahlah.Musik rock memang selalu berselimut misteri………

Single promo vinyl Stairway To Heaven (1971)

Nah Lu,EP almarhum Bing Slamet

Ini adalah salah satu legacy dari seniman besar Indonesia almarhum Bing Slamet,yang meninggal pada tahun 1974.Sayangnya beberapa arsip musik Bing Slamet banyak yang berceceran.Salah satunya adalah piringan hitam EP dengan Rotation Per Minute 45.

 

Judul Album : Nah Lu
Artis : Bing Slamet
Format : Vinyl – 45 RPM
Label : Canary Record/Metropolitan Studios
Reg Number : CEP 7008
Produser : Jamin Widjaja
Band : Eka Sapta
Ini adalah album extended play (EP) dari Bing Slamet yang dirilis oleh Canary/Metropolitan Studios bersama iringan Eka Sapta .Bing Slamet dengan warna vokal “Golden Voice” tampil segar di album mini yang berisikan 4 lagu ini yaitu “Nah Lu”,”Mulu Malu”,”Damai” dan “Menagkap Ikan”.
Lirik yang nyablak dan beratmosfer Betawi terasa pada lagu “Nah Lu” dan “Mulu Malu”.Apabila Benyamin S menyebut Bing Slamet sebagai guru,maka tak pelak lagi Bing Slamet bisa dianggap salah satu penggagas pelantun lagu-lagu bergaya komikal,dengan lirik apa adanya,mencerminkan keseharian etnik Betawi,tapi jujur.Dan jika mau ditelusuri lirik lagu-lagu Slank yang berkonotasi bahasa gaul anak muda Jakarta punya keterkaitan secara tak langsung dengan upaya yang dilakukan Bing Slamet pada akhir dasawarsa 60-an.
Namun,disini Bing Slamet tetap tak mengingkari jati diri vokalnya yang prima dan serius.Maka simaklah lagu “Damai”.
Seperti ungkapan dulu yang menyebut musik pop sebagai musik hiburan.Maka mini album almarhum Bing Slamet pun benar-benar menghibur dan mengkilik kilik kuping kita.

Tracklist
Muka A
1.Nah Lu
2.Mulu Malu

Muka B
1.Damai
2.Menangkap Ikan