Menjadi Juri Di Festival Band Alumni ITB 2013

Posted: Juni 15, 2013 in Uncategorized
Band Alumni ITB Angkatan Tahun 1976 membawakan Heartbreaker Grand Funk Railroad

Band Alumni ITB Angkatan Tahun 1976 membawakan Heartbreaker Grand Funk Railroad

Band alumni angkatan era 80an membawakan lagu-lagu disko

Band alumni angkatan era 80an membawakan lagu-lagu disko

juri2

Saya tengah membacakan Penghargaan untuk Band Per Dekade

Saya tengah membacakan Penghargaan untuk Band Per Dekade

Band Alumni ITB 80an membawakan medley almarhum Chrisye

Band Alumni ITB 80an membawakan medley almarhum Chrisye

Ketiga juri, Denny Sakrie,Tohpati dan Nina Tamam saat mengumumkan hasil penjurian

Ketiga juri, Denny Sakrie,Tohpati dan Nina Tamam saat mengumumkan hasil penjurian

Sekitar dua bulan silam sahabat saya Bubi Sutomo, meminta saya untuk menjadi juri festival band.

“Festival band apa nih Bub ?” tanya saya.

“Saya dan teman-teman lagi bikin festival band antar alumni ITB Bandung dari berbagai angkatan” jawab Bubi.

Bubi Sutomo ini adalah salah satu pemain keyboard dari band fusion Indonesia 6 yang pernah menjadi Juara Light Music Contest tahun 1987 bersama Yovie Widianto,Iwan Wiradz,Yani Danuwijaya,Hentriesa,dan Desi Arnas Lahat.Bubi  adalah alumni ITB angkatan tahun 1984.

Sepengetuan saya ITB sejak era 60an,70an,80an  hingga sekarang banyak menghasilkan pemusik-pemusik yang handal baik dari genre pop,rock maupun jazz. Banyak contoh yang masih saya ingat misalnya Sam Bimbo dari jurusan Seni Rupa ITB.Almarhum Gito Rollies sempat pula terdaftar sebagai mahasiswa ITB,juga almarhum Harry Roesli hingga Fariz RM. Di era 80an ada juga nama nama seperti Tonny Sianipar maupun Ferina Zubeir yang kemudian dikenal secara luas saat teregabung dalam Elfa’s Singers.

“Wah seru tuh Bub…..oke gua siap nih jadi juri” pungkas saya.

Setelah itu saya dikabari bahwa gitaris Tohpati dan penyanyi Nina Tamam telah diminta pula untuk menjadi juri Festival Band Alumni ITB ini yang pertamakali telah diadakan pada tahun 2011.

Festival Band Alumni ITB ini berlangsung sehari penuh di Soehanna Hall,The Energy Building Jalan Sudirman Jakarta pada sabtu 8 Juni 2013.Pesertanya ada 20 band dimana satu band diberi kesempatan membawa dua lagu  secara bebas.Bebas dalam gunre/subgenre dan bebas berkreasiu apa saja.Wow gokil.Setiap band diberi kesempatan tampil sekitar 15 menit di pentas pertunjukkan.

Saya telah menghitung hitung berarti kami bertiga harus betah duduk menilai sekitar 5 jam lamanya.

Menurut panitia kompetisi ini diikuti oleh gabungan angkatan 60an,juga angkatan 1973,1975,!976,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1995, dan 2004.Entah kenapa angkatan 2000an nya hanya diwakili angkatan 2004,itu pun yang tampil hanya satu orang yang bernyanyi sambil memetik gitar akustik.Ah,apakah generasi millenium sudah tak memiliki passion terehadap musik ? Entrahlah.

Menariknya masing-masing angkatan seperti merepresentasikan jamannya.Misalnya di era 60an yang memainkan blues rock Mustang Sally atau angkatan 1976 yang membawakan Heartbreaker-nya Grand Funk Rail Road hingga angkatan 80an yang memedeykan lagu-lagu Chrisye serta lagu-lagu disko.

Mereka semua tampil all out.Habis-habisan dan gokil semuanya.Sepertinya ritual musik seolah meluruhkan sekat-sekat usia maupun jabatan.Mereka seperti muda kembali seperti saat mereka tengah kuliah dulu yang lengkap dengan romantisme masa muda.

Musikalitas yangf dsiperlihatkan pun tak sekedar bermain-main belaka.Mereka serius menata arransemen,koreografi dan ekspresi bermusik.Seru seseru-serunya.

Aksi mereka yang dimulai sejak jam 12.30 hingga jam 19.00 malah membuat kami bertiga,saya Tohpati dan Nina Tamam juga merasa terhibur dan kepenatan saat menjrti pun nyaris tak terasa sama sekali.Luar biasa.Bahkan kami bertiga pun malah terpesona dengan aksi musikalitas para peserta.

Ini acara penyambung rasa dan penyambung silaturahmi yang menyenangkan.Sekalio lagi event semacam ini membuktikan bahwa musik adalah medium yang tepat untuk memintal nostalgia dan menenun silaturahmi antar angkatan.

ayny

Iklan
Komentar
  1. Herru J. Joewono berkata:

    Bung Denny….

    Masih ada beberapa nama beken lain yang juga layak disebutkan lho…. Ada Purwacaraka, Erwin Badudu (Giant Step) dan Donny Suhendra (Krakatau).

    Belum lagi kalau ditelusuri lebih lanjut pada dua rumah musik besar di Bandung era 80an, yaitu Elfa Music Studio dan DKSB, akan bisa tersebut puluhan nama pemusik dan penyanyi yang juga menempuh pendidikannya di ITB.

    Bravo Musik Indonesia…..

  2. danang berkata:

    Kang Denny, heran ya ngaliat anak ITB? Setiap Dekade punya atmosfir yg berbeda karena suasana politik yang berbeda pula, masa bung karno, orde baru awal, masa demo + kampus diduduki tentara, masa akhir orde baru, dst. Jadi mohon dimaklumi kalau ada banyak yang gokil yang sulit kalau dianggap sebagai kompetisi . . . . Angkatan 2000an bukannya gak punya passion di musik tapi mereka saat ini masih sibuk sibuknya baru jadi pegawai dikejar target sama bosnya, ha…ha…salam

  3. Dharmananda berkata:

    Salam Bang Denny,

    Saya pemain gitar salahsatu peserta FBA Alumni ITB 2013, dari Pirates’87. Disitu kami dapat Juara dekade 80 dan Juara Supporter terheboh. Mungkin bang Denny masih Ingat penampil dengan kostum Bajak Laut dengan nomer urut 6, yang membawakan Lagu Through the Fire (chaka Khan) dan Bawa Daku Pergi (Uthe).
    Kami baru tahun ini ikut festival ini dan dengan persiapan sangat minim (4x latihan studio) tapi dengan sedikit modal dasar yg kuat serta semangat muda yg menggebu, kami menekadkan diri untuk membajak penghargaan dan perhatian penonton. Alhamdulillah berhasil. Optimal tapi belum maksimal.
    Nah, Dengan segala kerendahan hati, dan kepenasaranan tinggi, mohon bang Denny memberi komentar, kritik (pedas, pahit, asin juga boleh), serta masukan supaya kami bisa membajak penghargaan yang lebih baik lagi tahun depan.

    Akan lebih berharga lagi bila komen saya ini di sharing ke mas Tohpati dan mbak Nina untuk melengkapi bekal berharga buat kami ini.

    Thanks sebelumnya.
    Salam Rock n Roll

  4. Dodi - The Last Eighties berkata:

    Mas Denny, terima kasih atas kesediaannya menjadi juri Festival Band III Alumni ITB 2013. Dengan juri yg berbobot tentu kualitas festival akan meningkat pula. Kami dari The Last Eighties (89) pun secara serius menggarap arabsemen musik, vokal, koreografi, apalagi setelah mengetahui kualitas juri yg sangat berbobot. Kami ingin tampil berkualitas, tidak berlebihan dan menghibur, serta menyemangati teman2 semua terutama di angkatan kami 89. Dengan misi tsb kami memilih lagu dgn irama riang/disko yaitu Semua Jadi Satu dan New York Rio Tokyo. Diantara peserta lain, mungkin hanya band kami lah yg konsisten mengusung tema lagu disko yang riang.
    Sebagai bahan evaluasi kami, jika berkenan kami mohon mas Denny dapat memberikan ulasan mengenai penampilan kami, dengan kritik dan sarannya untuk perbaikan, melalui email thelasteighties@yahoo.co.id Semoga berikutnya kami bisa menjadi yang terbaik. Terima kasih banyak. Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s