God Bless, Inspirasi Rock Indonesia

Posted: Agustus 29, 2014 in Opini

Tak berlebihan jika saya menuliskan judul seperti diatas ini, karena saya melihat band rock yang terbentuk di tahun 1973 dengan nama God Bless ini memang memiliki karakter ideal, sebagai band rock panutan yang membersitkan inspirasi bagi grup band seangkatannnya maupun angkatan-angkatan setelah mereka.

Konser God Bless di tahun 1974 (Foto Aktuil)

Konser God Bless di tahun 1974 (Foto Aktuil)

Yang paling jelas adalah ketika God Bless mulai menampakkan diri dalam sederet konser rock pada sepanjang tahun 1973, kelompok dangdut Soneta yang dimotori Oma Irama mulai mematut-matut musik dan penampilan fashionnya seperti yang diperlihatkan God Bless.Saat itu Oma Irama mahfum bahwa musik rock telah memukau anak-anak muda .Musik rock yang ditampilkan oleh band sekelas God Bless maupun AKA wakau dengan bayangan budaya barat yang sangat kental,merupakan tolok ukur tingkat pergaulan anak muda dalam skala kehidupan sosialnya.

Oma Irama dan Soneta Group yang mengambil inspirasi rock dari God Bless

Oma Irama dan Soneta Group yang mengambil inspirasi rock dari God Bless

Dangdut yang dilecehkan sebagai musik  bernuansa kampungan dan norak,menurut logika Oma Irama harus dipoles dengan dinamika rock yang menggelegar dan menggelegak.Meskipun belum memiliki lagu-lagu karya sendiri, sebetulnya God Bless telah menyemaikan spirit bermain rock yang berembel-embel kebebasan dan anti kemapanan dalam musik rock cover version yang mereka jejalkan ke kerumunan penonton serta tata busana yang saat itu kerap dijuluki busana nyentrik.Soneta Group lalu mulai meniru gaya berbusana God Bless lengkap dengan sepatu boot spacey hingga ke lutut.Peniruan Soneta terhadap God Bless pun terlihat dari jenis instrument yang mereka pakai hingga ke sound system.Tahun 1973 itu pula Oma Irama mendeklarsaikan Soneta sebagai Sound Of Moslem .Bisa saja terminologi tersebut disematkan oleh Oma Irama untuk pembeda bahwa Soneta adalah band rock dengan koridor syariah.

Sosok Achmad Albar dan God Bless mulai menghias lembaran majalah-majalah hiburan termasuk sampul-sampul majalah.Kenapa ? karena secara penampilan saja God Bless telah memiliki nilai lebih.God Bless punya gereget seperti penampilan band-band rock mancanegara yang tengah ngetop pula di era tersebut mulai dari The Rolling Stones hingga Led Zeppelin.Di tahun 1973 God Bless bahkan muncul sebagai cameo dibeberapa film layar lebar seperti Tokoh garapan Wim Umboh,Laki laki Pilihan karya Nico Pelamonia maupun A.M.B.I.S.I yang dibesut Nya’ Abbas Akub .Dan yang pasti Achmad Albar adalah sosok rock star yang paripurna.Dia memiliki kualitas vocal dan penampilan fisik yang setara.

God Bless formasi 1 saat konser di GOR Saparua Bandung akhir Agustus 1973 (Foto Yitno Soelarko)

God Bless formasi 1 saat konser di GOR Saparua Bandung akhir Agustus 1973 (Foto Yitno Soelarko)

Di tahun 1973 itu Achmad Albar dan God Bless adalah role model atau patron bagi anak muda penikmat musik sekaligus yang memiliki minat membentuk band rock. Walaupun sebelum Achmad Albar muncul di Jakarta tahun 1973 setelah selama 8 tahun berada di Belanda (dan sempat bikin band Take Five hingga Clover Leaf), di Indonesia telah terdengar sosok-sosok rock star seperti Ucok Harahap,Deddy Stanzah hingga Bangun Soegito, namun menurut hemat saya Achmad Albar memiliki karakter yang berbeda.Sosok Achmad Albar cenderung mendekati gaya rock star mancanegara.Dan harap diingat sosok bintang musik yang memiripi orang Eropah seperti Achmad Albar ini jauh lebih memukau dan menawan.Tak heran jika saat itu impian anak band adalah ingin menjadi seperti Achmad Albar atau ingin memiliki band rock sekeren God Bless. Karenanya pula ketika Suzi Quatro maupun Deep Purple menggelar konser di Jakarta, pihak promoter memilih God Bless sebagai band pembuka.Karena dalam penilaian mereka,God Bless dianggap setara dengan band rock mancanegara.

Ketika ,akhirnya God Bless merilis album debutnya di tahun 1976, ini pun dianggap sebagai tolok ukur atau parameter bagaimana sikap sebuah band rock berkiprah dalam industri musik.Sebagai catatan, di era 70an tercatat banyak band-band rock yang harus menguburkan idealisme bermusiknya saat menandatangani kontrak rekaman dengan sebuah label rekaman seperti Remaco atau Purnama Record.AKA yang merekam album-albumnya pada label Indra Record harus melakukan kompromi dengan membawakan lagu-lagu ringan bernuansa pop dalam album rekamannya, begitupula dengan Freedom of Rhapsodia.Saat itu AKA lalu menghasilkan lagu pop bertajuk Badai Bulan Desember atau Freedom Of Rhapsodia dengan hits Hilangnya Seorang Gadis. God Bless dengan gagah berani mematahkan mitos yang diciptakan oleh para label bermodal besar tersebut.Di tahun 1976 God Bless merilis album debut pada Pramaqua,label rekaman yang dianggap idealis dalam melahirkan sejumlah album rekaman.Album God Bless ini sama sekali tak ada kompromi dengan lagu-lagu pop yang mendayu-dayu.God Bless membawakan lagu-lagu orisinal seperti Huma Di Atas Bukit,Setan Tertawa,She Passed Away,Gadis Binal dan Rock Diudara serta meremake beberapa lagu mancanegara seperti Eleanor Rigby (The Beatles) hingga Friday On My Mind (The Easybeats) dalam tata aransemen yang berbeda dengan versi aslinya.Jelas ada kreativitas dan idealisme yang diperlihatkan God Bless pada album debutnya tersebut.

God Bless dengan gagah menampilkan musik rock yang utuh dalam sebuah album,walaupun harus diakui album tersebut gagal dalam pencapaian secara komersial. Namun yang menarik,justru album rock God Bless ini menjadi inspirasi bagi label Remaco yang semula alergi dengan music rock total ala God Bless dalam produksinya selama ini.Remaco lalu merilis album-album bernuansa rock dari beberapa kelompok musik yang berada dibawah naungannya,misalnya Koes Plus merilis album Hard Beat,Bimbo mengeluarkan album Pop Rock atau Ge & Ge dengan album Musik Keras.

Koes Plus diupayakan mengikuti tren musik hard rock dengan merilis album Hard Beat  yang dirilis Remaco tahun 1976

Koes Plus diupayakan mengikuti tren musik hard rock dengan merilis album Hard Beat yang dirilis Remaco tahun 1976

Memasuki dasawarsa 80an,God Bless kembali jadi inspirasi anak band yang ingin membaptis diri sebagai pemusik rock.Album God Bless bertajuk “Cermin” yang dirilis JC Record pada tahun 1980 menjadi album wajib bagi anak band yang ingin membentuk band rock.Seingat saya ketika Log Zhelebour mulai secara rutin menggelar kompetisi band Festival Rock Se Indonesia, beberapa lagu God Bless di album Cermin menjadi lagu wajib yang dibawakan oleh para peserta festival.Lagu lagu itu antara lain Selamat Pagi Indonesia dan Musisi serta Anak Adam.Maka bermunculan band-band jebolan Festival Rock yang digagas Log Zheklebour seperti El Pamas hingga Grass Rock yang mengaku terinspirasi dengan konsep musik rock yang digagas God Bless.

Band rock dari Surabaya era 80an, banyak terinspirasi dengan kehadiran God Bless sebagai role model (Foto Dokumentasi Didieth Sakshana)

Band rock dari Surabaya era 80an, banyak terinspirasi dengan kehadiran God Bless sebagai role model (Foto Dokumentasi Didieth Sakshana)

Di usia yang ke 41, God Bless memang layak diteladani oleh anak band dalam genre apapun terutama karena mampu mempertahankan keberadaan band dalam kurun waktu empat dasawarsa.Ini sebuah prestasi yang sangat luar biasa,apalagi mengingat perjalanan God Bless dalam meniti musik Indonesia justru senantiasa berhadapan dengan begitu banyak badai yang menghadang.Mulai dari gonta ganti personil hingga pertikaian dalam wujud perbedaan visi music,egosentris sesama pemusiknya serta konflik antar personal yang bisa diibaratkan sebagai benang kusut.Tapi toh,God Bless dengan kearifan sikap para pendukungnya,mampu mempertahankan diri dari keruntuhan.God Bless telah memberikan teladan yang bagus untuk band-band zaman sekarang yang sangat rentan konflik dan memiliki hidup seumur jagung belaka.

God Bless saat latihan untuk persiapan tampil dalam 41 th Anniversary di Bandung 30 Agustus 2014 (Foto Denny Sakrie)

God Bless saat latihan untuk persiapan tampil dalam 41 th Anniversary di Bandung 30 Agustus 2014 (Foto Denny Sakrie)

Konser God Bless yang menandai perjalanan musik mereka selama 41 tahun di Bandung pada sabtu 30 Agustus merupakan pencapaian terbaik mereka dalam mengatasi begitu banyak kemelut yang kerap menyergah keutuhan mereka sebagai salah satu band rock tertua di negeri ini.Convention Hall Harris Hotel adalah saksi bisu perjalanan panjang band rock berpengaruh Indonesia God Bless.God bless God Bless.            

Iklan
Komentar
  1. Endon tok berkata:

    GodBless memang mempengaruhi kehidupan anak muda seperti halnya saya..saya sekedar tau GB ketika masih SD dari majalah Aktuil yg kebetulan Bapak langganan tau betulan penampilan GB sekitar taun 84 an ketika saya sdh SMA waktu show di Malang..benar kata Pak Deny GB adalah rock star dari uniform hingga skill semua anggota GB..benar2 memikat..pemilihan lagu waktu masih mengcover lagu band2 besar benar2 berkelas..pokoke GB jos tenan..

  2. kukuh tawanggono berkata:

    Bang Deny, Ludwig Lemans gitaris GodBless yg pertama itu apakah sekarang masih bergelut dalam dunia musik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s